Sudah berulang kali benerin tampilan puisi, berpuluh menit sudah kehitung. diedit, bolak-balik diubah di buat tulisan, jadinya kok seperti itu puisinya, acak-acakan.
Gimana ya seringkali begini kalo posting puisi paragrafnya jadii berantakan
Kala Memaknai, Mengkhidmati dan Menulis
Sudah berulang kali benerin tampilan puisi, berpuluh menit sudah kehitung. diedit, bolak-balik diubah di buat tulisan, jadinya kok seperti itu puisinya, acak-acakan.
Gimana ya seringkali begini kalo posting puisi paragrafnya jadii berantakan
Tema: k2 oleh k2 team Blog pada WordPress.com.
Masukan RSS dan Komentar RSS
nulis eh ngetiknya lewat view-mode aja
@
View mode? adanya view doang, duh gimana ya kok lum ketemu. Dah dicoba di view doang, hasilnya juga masih berantakan, makasih dah mau kasih tahu
sabarrr makin berantakan makin baik..
)
*baik untuk belajar*
@
Duh gimana ni bang, masa’ sudah tiga bulan masih lum bisa rapih
Sabar? iya ya, belajar mah kudu sabar ya
puisi emang bagus hancur, kreatif
@;
hehehhe, bagus hancur? bener-bener bagus hancurnya
Makasih dah ke tempat saya yang masih ancur-ancuran
Kerap terulang baru merasa Merasa tahu pada yang baru disua Mustahil tahu tentang segala Karena segala-Nya tak akan habis dimakan kala
Tahu satu, tumbuh seribu yang tak tahu
Tahu dua, muncul seribu tambah satu atau lebih yang juga belum tahu Tahu tiga, empat, lima, meruyaklah ketaktahuan itu
Benar kata tahu,
jika sesungguhnya ada yang tak tahu
Benar kata tak tahu, kalau ketaktahuan ini mendahului tahu yang itu
Tidak tahu, hadirlah sepanjang waktu Mendekatlah,
meleburlah pada tahu Untuk menjadi debu lalu padu dan tahu
Sayang, semakin kemari tahu itu Semakin tidak tahu pada ribu-ribu yang ada di sini dan di situ Tak tahu, hantuilah yang ini dan yang itu
Buatlah semua mencekam lagi pilu
Bertembang tak tahu Bak tersayat sembilu Tuk menjemput asa pada pikir dan rasa yang berhasrat tahu Tahu, datanglah, sandingi rindu
Buncahkanlah tahu
Hantarkan kembali ke titik tak tahu
Tahu dan tak tahu, tak berhilir tak berhulu
Semua melingkar lugu Merajamlah tak tahu
Habiskanlah peluh ragu Hingga menjadi tahu lalu malu pada Al-Alim,Yang Maha Tahu
———
mungkin bikinnya pake Microsoft Word yaa Jeng… Pastenya jangan di view mode tapi di code mode .. pasti bisa diatur…
tapi benar kata @vido .. semakin ancur semakin kreatif… (atau ini jangan2 sengaja) hahah
@ :
Yup pake MWord, biasanya si ga berantakan segitunya, tapi ini luar biasa berantakannya bang.
Btw code mode sebelah mana ya?
Kreatifkah?
Sengaja? Ya ndak lah masa’ mempersulit diri sendiri kok disengaja,
Makasih bang