Untuk beliau yang istimewa.
Puluhan tahun kau rebahkan tubuh di sepetak kamar berlampu sentir.Puluhan tahun tubuh tak pernah tersiram. Puluhan tahun meminta belas. Puluhan tahun hidup dengan penderitaan batin.
Tertawa sendiri, tersenyum sendiri, menggerutu tak jelas.
Terabaikan dari kehidupan normal.
Tak ada kawan dan tempat curahan.
Sendiri dalam keperihan yang selama puluhan tahun tak hilang.
Luka sangat dalam, menderita…..
Cinta yang barangkali sesaat untuk sebab hilang akal lebih dari seper-empat abad.
Cinta yang menyebabkan penderitaan.
Perlahan membaik, berawal dari pelukan sahabat di sore itu.
Bercerita, bertanya dan tersenyum dengan sahabat.
Kini, orang tercengang melihat perubahan itu.
Semoga semuanya membaik dan menjadi normal.
* * * *
Usia senja,
Bersambung, untuk perempuan ke- dua……..
Komentar Terakhir