Risalah Mustaffa Shadiq
“Siksalah dirimu atas nama cinta itu agar engkau tahu bagaimana kebahagiaan itu terbayang dan terharapkan”
Begitu juga diriku, sesungguhnya engkau melihat bahwa aku tidak mencintai kecuali untuk tiga hal. Agar aku menemukan jiwaku. Agar aku tetap dalam jiwaku dan aku dapat mengumpulkan hakikat jiwa dalam jiwaku sendiri.
Sungguh aku mencitainya, karena ia sebagaimana ia ada. Ketahuilah sesungguhnya dalam setiap diri yang mencitai selalu terdapat satu makna yang meluas yang tak mampu ditembus ilmu pengetahuan apapun. Ia ibarat pelita atau suluh yang redup kemudian padam serta menunggu seseorang yang bersedia menghidupkannya, agar ia nyata dan hidup kembali.
Karena itu, ia tidak akan mengurangi pelita itu kecuali seseorang yang Lanjutkan membaca ‘Sebuah Nama dan Cinta’
Komentar Terakhir