Oleh: Ningrum | 22 Desember 2009

Mengobati Gangguan Jiwa

Menurut saya, gangguan jiwa bisa menimpa atau diderita siapa saja, termasuk orang (yang awalnya) dan atau  yang masih dianggap normal, berakal sehat atau waras. Gangguan jiwa dapat berarti sebuah kondisi kejiwaan yang tidak nyaman, terusik, tepatnya terganggu  disebabkan oleh sebuah peristiwa yang memukul kejiwaannya dan bercokol seraya mengganggu ingatannya. Baik dengan cara lambat laun atau tiba-tiba karena shock; mengguncang jiwa.

Dipikir-pikir, gangguan jiwa itu bisa mewujud macam-macam bentuknya, tergantung dari kategorinya; ringan, sedang atau berat. Klasifikasi gangguan jiwa dapat di deteksi dari gejala-gejala yang tampak, diantaranya:

Ciri-ciri pada gangguan jiwa  kategori ringan; susah tidur dengan sebab bukan kelelahan fisik atau gelisah, marah-marah, narsis berlebihan. Sedangkan kategori sedang, berciri-ciri; agak frontal, sangat emotional, ketakutan berlebihan tak bersebab, mulai tidak peduli dengan diri (kecuali untuk makan). Acuh terhadap orang lain dan lingkungannya, masih memiliki rasa malu, masih berkemampuan mengingat siapa dirinya. Sedangkan kategori berat adalah gila. Tidak ingat akan siapa dirinya, berlaku frontal-abnormal; kehilangan rasa malu.

Pertama, Gangguan jiwa kateori ringan hanya berakibat kecil jika segera disadari dan dicarikan jalan keluar. Hal ini tentu saja dapat ditanggulangi dengan cara-cara yang lebih mudah dan tak memerlukan waktu lama dibandingkan dengan kedua yang lain. Ini dapat diatasi dengan istirahat cukup, mencari aktifitas yang positif untuk menenangkan diri sesuai dengan kebiasaan dan sesuai kemampuan; membasuh muka dilanjutkan dengan ritual lain, mendengarkan sesuatu dan seraya diam sejenak atau dapat juga menyalurkan hoby. Berbagai hoby dari yang tidak mengeluarkan biaya, ber-cost murah atau bahkan yang memerlukan banyak uang. Semuanya tergantung kesadaran dan kemampuan penyikapan penderita terhadap yang ditimpanya.

Lainnya, untuk menggatasi narsis yang berlebihan, baik untuk menyaadari diri, meminjam ungkapan Andrea Hirata dalam Maryamah Karpof, bahwa sesungguhnya kita tak sebaik dan setampan yang kita sangka akan  diri kita. Ya, subyektifitas kita akan kesuperioran diri berkemungkinan terbalik 180 derajat dari obyektifitas orang lain yang menilai diri kita. Bisa jadi kita ini inferior dalam pandangan mereka.

Kedua, Untuk gangguan jiwa kategori sedang, saya berterimakasih kepada Miss Muk, + 66 tahun, sebagai inspirator. Meskipun ucapan terimakasih ini jika disampaikan kepada beliau untuk sementara ini hingga waktu yang tidak pasti hingga kapan, beliau tak akan pernah mengerti maksud dan untuk apa terimakasih ini diberikan kepada beliau.

Oh ya, untuk pembaca yang menginginkan refrensi-teori, riset pustaka dan semacamnya dalam postingan kali ini maka, lupakan saja tulisan ini, karena tak ada pijakan teori atau keterlibatan studi pustaka dalam tulisan ini. Sebenarnya saya juga menginginkan teori yang ter-logika-kan untuk memperkaya perspektif dan pemahaman seperti postingan sebelumnya. Namun untuk tulisan ini; gangguan jiwa, belum dilakukan pencarian terhadap buku-buku soal tersebut. Satu-satunya data primer adalah Miss Muk dengan sedikit memikirkan hal lain sebagai perkiraan, penyanding dan pembanding.

Miss Muk saya golongkan ke dalam kategori gangguan jiwa sedang setelah beberapa bulan belajar mengamati beliau dan membandingkan dengan gangguan jiwa lain yang pernah saya lihat, ditambah gangguan yang pernah  diderita diri (gelisah). Disebut kelas sedang karena masih banyak yang lebih ringan atau lebih parah/berat dari beliau. Gangguan ini tidak beliau derita sejak kecil, melainkan sekitar umur + 23 tahun dengan penyebab depresi karena cinta yang diberi peluang untuk berkembang. Saat ini beliau masih ingat akan siapa dirinya dan beberapa orang dekatnya, juga masih memiliki rasa malu (tak berani fullgar).

Sekitar 6 bulan lalu, Miss Muk masih menjadi “hantu” bagi diri, sepertinya juga untuk banyak orang, terlebih anak-anak.  Beliau tinggal di sepetak ruangan yang terlihat tak terawat seperti dirinya. Beliau agak frontal, meledak-ledak. Sangat sulit diajak berkomunikasi. Sering bicara dan tersenyum sendiri. Bicara dengan intonasi berat tak jelas. Selalu menutup kedua telinganya dengan gumpalan kapas. Berambut panjang, putih, gimbal digelung. Jarang (malah nampak tidak pernah) berganti pakaian dan ganti kain;jarik, keadaanya kumal-kucel. Beraroma khas, sudah puluhan tahun tak mandi dan sikat gigi.

Sekarang keadaan Miss Muk perlahan berubah dengan bertahap. Penampilannya sudah tampak rapi dan lebih bersih karena sudah mau mandi (meskipun belum muncul inisiatif dari dalam diri Miss Muk dan baru 1 kali dalam sehari), gosok gigi dan dandan sederhana. Masih sering bicara dengan teman imajinernya. Sudah mau berkomunikasi walaupun belum mampu berkalimat panjang. Belum bisa menangkap maksud lawan bicara, kecuali kalimat sederhana  dalam bahasa jawa dan tak terlalu banyak (mungkin karena sudah puluhan tahun jarang berkomunikasi dengan orang lain). Kata-kata yang dipahami dan digunakan misalnya; mandi, mencuci, menjemur, minta, sana, sini, makan, minum, gelas, gula, teh, kopi, roti, rumah, ganti, baju, pergi, jalan-jalan, teman, uang, kerja, siapa dan masih mengingat beberapa nama-nama orang yang dulu pernah dekat.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memulihkan gangguan jiwa kategori sedang diantaranya:

a. Perlakukan penderita gangguan secara manusiawi.
Untuk kali pertama memang harus memaksa penderita untuk mandi sebagai terapi awal. Yang saya temukan adalah walaupun makan seadanya, tak memperhatikan kecukupan gizi atau empat sehat lima sempurna. Tenaga yang dimiliki penderita cukup kuat. Hingga untuk memandikannya butuh kerjasama empat orang. Lalu, mengingat kepribadian penderita frontal, sebelum memaksa, baik dilakukan pendekatan atau bujukan dengan memberikan barang atau makanan/minuman kesukaannya, lebih manjur lagi jika menghadirkan teman dekatnya untuk berbincang.

Saya pikir, sudah cukup lama tak ada yang peduli untuk mengajaknya duduk bersama dan mendengarkan semua yang dikatakannya, meskipun tersering ngalor ngidul gak jelas juga dengan suara hilang timbul. Hal ini sudah dilakukan dan menjadi moment yang menyentuh. Penderita; Mis Muk sempat menyebutkan nama, menayakan almarhum suami karibnya dan Miss Muk masih mengingat nama anak pertama sahabat karibnya yang lahir di Magelang. Penderita tampak terkejut ketika karib-nya memeluknya, keduanya tampak berkaca-kaca. Miss Muk seketika luluh sesaat.

Tampak olehku betapa berarti dan berperan cukup besar sebuah pelukan, sanggup menghilangkan ke frontal an Miss Muk. Ini bertanda hati nya masih peka, ada kerinduan yang dalam dan juga masih bisa merasakan kehangatan sebuah pelukan. Dalam hatinya tertebak, “ternyata masih ada yang peduli“.

Yang menyenangkan juga, saraf Miss Muk masih berfungi dengan baik. Indikasinya, setelah dimandikan dan di keramas cukup lama hingga beberapa kali dalam satu waktu (menghilangkan daki yang  mengerak). Badannya gemetaran (nderedeg) karena kedinginan. Hal itu saya pikir sebagai respon siraman air yang selama puluhan tahun tak pernah ada. Lalu, untuk menggunakan sikat gigi saja Miss Muk kesulitan, seperti lupa bagaimana caranya. Setelah diberi contoh, beliau bias mengarahkan sikat gigi dengan kaku.  Hari ketiga  mulai belajar mencuci pakaian sendiri, bisa mengucek walaupun  sangat kaku juga untuk kali pertama.

b. Dampingi dan lakukan  bertahap dan berulang-ulang.
Beberapa minggu penderita masih sulit diajak mandi, selalu meronta dan menggunakan jurus andalanya, menjatuhkan diri dan ngglosor di tanah dengan berteriak-teriak. Pernah juga mengacungkan sapu, lalu lari tunggang langgang. Sekitar minggu ke 10, meskipun harus dicari, dijemput dan dipegangi terlebih dahulu, sudah lebih mudah memintanya untuk mandi dan mencuci pakaian sendiri.

Minggu ke 12, ritual pemotongan kuku tangan dan kaki, menjadikan ia lebih luluh. Saya pikir karena ada sentuhan-sentuhan tangan orang lain lagi kepadanya dan segelas teh tubruk kental manis kesukaan Miss Muk. Syahdan, ritual ini membuka ingatan Mis Muk dan mengeluarkan kosa kata yang sebelumnya tak ada.

Beliau menanyakan dengan menggunakan bahasa Jawa kepada pemotong kuku yang sedang memotong kuku-kuku hitamnya yang panjang. Diantaranya : Semua yang ada punya saya.  Mana ibumu?.  Kamu sekolah?. Dulu waktu kamu kecil lari-lari disekitar sini. Tentara, Sumatra. Ambarawa. Asrama. Magelang. Jangan dibuang, dikubur nanti. Beliau pun  melarang pemotong kuku membiarkan kuku-ku itu terjatuh di lantai.  Beliau mengenggam hasil potongan kuku, setelah selesai lalu mengubur kuku-kuku itu dan menyiramnya dengan air. Mengingat bagaimana ia kali pertama dijumpai, Ini adalah sebuah kemajuan yang baik, kata-kata itu bukan sekedar tak bermakna, tetapi juga sebuah kebenaran ingatan, ingatan yang benar. Mengejutkan!

Sekitar minggu ke 17, tepat hari Jumat. Awalnya bersedia dipotong kuku. Namun setelah mandi dan mencuci, dibantu bedak-an, dibuatkan teh kesukaan, Mis Muk menolak. “Sudah, ini masih bersih” kata Miss Muk. Dialog pendek terjadi, kadang nyambung, keseringan tidak.  “Jum’at aja dipotong” kata Miss Muk.

Kawan, permintaannya sungguh menyenangkan, sepertinya ini berhubungan dengan hari yang di sunnahkan untuk memotong kuku bagi muslim, mungkin dulu Miss Muk biasa melakukannya. Setelah diberitahukan berulang-ulang bahwa ini hari jumat dan dibujuk, Miss Muk bersedia dipotong kukunya dan saat itu Ia tersenyum-senyum bahagia.

Barangkali karena sebuah sentuhan lagi dan perlakuan hormat lawan bicara kepada beliau. Saat itu juga muncul kata baru, Pra-mu-ka dan pengulangan kata-kata yang sama pada saat pemotongan kuku sebelumnya. Kepedulian berikutnya memunculkan kata Jambi dan Sholat dengan stimulasi Mukena/rukuh yang sedang digunakan lawan bicaranya.

Setelah itu terjadi, keesokan harinya tibalah saatnya melakukan ritual pagi, didatangi dan diajak mandi. Bukan penjemput yang menggandeng tangan Miss Muk. Tapi Miss Muk yang memegangi lengan pengajak, seperti gambaran kemesraan sepasang kekasih. Oh, so sweet…..  Tampaknya Miss Muk sudah mulai nyaman dengan seseorang tersebut.

Ketiga, Gangguan jiwa kategori berat, yakni gila dengan tanda yang sudah disebutkan diatas. Cara penanggulangannya saya pikir seperti gangguan jiwa kelas sedang. Namun perlu intensitas penanggulangan yang lebih juga memerlukan waktu yang juga lebih lama.

Hmmm, ternyata  mereka butuh dan juga mengetahui/paham bila diperlakukan secara manusiawi.

Salam,

Handayaningrum

———————–

Tulisan terkait klik  ini di sini: Kemampuan Miss Muk Muncul Lagi

About these ads

Responses

  1. artikel ini sangatlah membantu saya. saya mempunyai anak dengan gangguan mental yang katagori sedang. semua tip yang ada pada artikel ini akan saya coba pada anak saya. sekali lagi trim’s

    @sam Made
    selamat mencoba, semoga berhasil dan terimakasih kembali ……
    salam

  2. bagaimana cara mngobati stres kelas ringan?TOLONG beritahu saya secara detail.

    @k irmi
    Caranya ada di paragraf 4 kak. Kurang lebih ya seperti itu. Saya coba jabarkan ya…

    Pertama, Maaf sebelumnya, agama kk apa? Barangkali cara-cara yang diajarkan dalam kepercayaan kk bisa membantu.
    Bisa melakukan ritual dan mengadulah pada-Nya. Inyaallah ini bisa meringankan dan menenangkan. Terus berfikir positif terhadap Ketetapan-Nya, walaupun kita seringkali lagi dan lagi (timbul tenggelam) agak berat menerima apa yang sudah atau sedang terjadi. Diri (saya) pun mengalaminya. Berusaha, kemudian harus yakin, Tuhan itu memberikan hal-hal terbaik dan hal-hal yang memang sanggup dipikul hamba-Nya, betapapun sakitnya itu, betapapun lamanya itu. Garis besarnya si, kita kudu belajar soal ikhlas, semoga bisa!

    Kedua, Fasilitasi hobi positif yg kk miliki, misalnya menulis (ini bisa dijadikan terapi; sudah ada penelitian ilmiah soal ini). Karena dalam menulis ada sebuah proses (disadari atau tidak) ini adalah jalan mengeluarkan tekanan-tekanan atau uneg-uneg yang tak baik jika disimpan dan dipelihara. Kemudian, Travelling juga dapat menjadi media alternatif pengurang stress.

    Ketiga
    ,kenali sumber permasalahan. Masalahnya ada pada diri atau pada orang lain. Nah di sini kita belajar lagi soal kebijaksanaan, barangkali juga pemakluman dan pemecahan masalah. Juga semoga kita berhasil.

    Kata banyak orang tua si, hidup memang seperti ini, tak melulu senang, tapi juga banyak hambatan dan tantangan juga kesedihan. Semoga bisa melewati!

    Untuk sementara ini dulu, kalau masih kurang detail, boleh dikomunikasikan kembali. Coz saya juga masih belajar soal ini.
    Terimakasih ya untuk kunjungan dan apresiasasinya. Salam kenal….

  3. oke,trims tulisannya, mhn infonya kalau ada obat/terapi/produk herbal yana sudah terbukti u pengobatan gangguan kejiwaan.

    @delfitra
    Sama-sama. saya punya pendapat; melihat akar permasalahan/sebabnya, gangguan jiwa itu lebih dapat tertanggulangi dengan pendekatan-pendekatan psikologis;terapi psikologis, bukan medis (termasuk herbal). Kalaupun ada itu sifatnya hanya membantu menenangkan (sementara).

  4. saya punya adik yg usia masih remaja ( Klas 2 SMU ). akhir2 ini sikapnya aneh, terkadang suka tertawa tanpa sebab dan jika di ajak bicara terkadang tidak nyambung.
    bisa bantu saya, bagaimana cara mengatasinya. apakah dia termasuk kategori yg terkena stress atau bgaimana ?

    • Bisa jadi ia tertawa-tertawa karena sendang terlalu bahagia atas hal-hal yang telah atau baru saja terjadi padanya. Coba amati untuk beberpa lama kedepan karena kita sepertinya tidak bisa mengambil hipotesa tanpa itu,
      Sedangkan tidak nyambungya ia dengan topik pembicaraan kan hanya terkadang saja kan? barangkali memang saat itu ia sedang memikirkan hal lain. Atau bisa saja, jangkauan jawaban yang dimiliki adik anda adalah lebih jauh selangkah melebihi pertanyaan anda, artinya ia menjawab dengan perkiraannya sendiri, atau mencoba menjangkau maksud yang sebenarnya ada dibalik pertanyaan anda.

      Tapi ada baiknya jika memberikan perhatian lebih/mencari sebab-sebab adik anda mengalami perubahan prilaku. Katalainnya, mencari akar permasalahan, barangkali ini lebih bisa membantu.
      Terimakasih apresiasinya

  5. saya masih bigung bagaimana membedakan orang y terkena gangguan jiwa,karena ada seseorang yang saya kenal bila dia berpikir atau tertekan maka dia akan menjadi linglung kemudian tak mau berbicara sampai dibawa ke medis,begitu dari medis setelah beberapa hari dia kembali mau berbicara dan ingat semua yang terjadi sewaktu dia linglung ,tidak mau berbicara,makan ,mandi dll.apakah ini ganguan kejiwaan juga atau ada hal yang lain,kemudian bagaimana cara penangananya.mohon beri penjelasan dan terima kasih sebelumnya.salam sehat buat kita semua

  6. saya bingung mengenai tentang bapa saya, setiap ada orang yang nanyain saelalu menangis , kalo di tanya selalu diam . saya bingung apakah bapa saya terkena gangguan jiwa atau ada hal yang lain. kemudian bagai mana cara penangananya dan pengobatannya saya mohon dengan sangt , terima kasih sebelum nya wasalam

  7. Kalau boleh tahu apa yang ditanyakan oleh penanya?.
    Apabila yang ditanyakan tentang seseorang atau peristiwa yang memang sangat membekas dalam rasa dan ingatan beliau, saya kira masih wajar.

  8. Mbk, aku ditahun 2009 menderita gangguan jiwa, seperti miss mug, tidak peduli lingkungan, bahkan hampir mendekati berat. Alhamdulillah aku bisa sembuh dalam waktu 3 bulan.
    Sekarang sudah 3 tahun, bahkan sudah sejak 3 tahun lalu aku sudah tidak mendengar halusinasi. Tapi kenapa aku ga bisa berhenti ketakutan, dan tidak bisa berhenti menyangkal setiap tindakan yang kulakukan, sudah 3 tahun mbk kepalaku sakit sekali. Gimana cara nya supaya self talkku berhenti bicara,

  9. @mb Muriza
    Heee, maaf mba, saya kira belum punya jawaban tepat karena saya bukan ahli jiwa atau ahli neuorosis. Tapi saya coba menjawab y mbak

    Katanya, ketakutan itu ada karena kita sendiri yang menciptakan, untuk menghilangkan ketakutan-ketakutan itu ya menghilangkan sebeb2 ketakutan itu. Barangkali bisa mensugestikan diri bahwa Mbak itu super berani, ini gunanya melawan ketakutan yg muncul itu.

    Menyangkal tindakan? Wah ini tampaknya perlu berlatih. Tanpa pembiasaan ini sulit dilakukan. Misalnya, Bukan pelari handal tiba-tiba berlari 10km. Untuk bisa berlari sejauh itu, harus sedikit demi sedikit, konstan berlatih dengan tambahan jarak tiap harinya.
    Btw, mbak sudah memiliki modal besar untuk melakukan sangkalan/mencegah tindakan. Yakni adanya sebuah kesadaran, bahwa kondisii dan kontrol diri terhadap tindakan sebatas itu. Hmm…banyak hal yang bisa dilakukan jika dimulai dari kesadaran diri

    Soal Self talk, saya rasa masih normal. Justru itu baik ada pada setiap pribadi, ini juga bisa menjadi potensi diri yang dimanfaatkan, Bicara atau melakukan dialog ke dalam diri setahu saya si bagus. Semakin sering kita mendialogkannya ke dalam diri, maka akan semakin meningkatkemampuan kita menimbang/mempertimbangkan mana yg baik/tdk, karena dalam diri ada kekuatan itu; “hitam dan putih”.

    Dari beberapa masalah mbak si, saya kira self control yg dilatih bisa menjadi jawaban.

    • Ooo.. Sudah mbk jawab kok pertanyaan saya yang diatas. Sebelum mbk jawab postingan saya dengan kalimat mbk yg dibawah “dengan lirih kuberitahukan aku bukan malaikat”.
      Menyangkal itu sulit loh mbk, cobalah sendiri kl mbk sudah mengalami gangguan jiwa beberapa tahun

  10. mengharukn skli,mb.krn prsis yg d alami ibu saya. Ibu saya prnh mngalami spt miss muk.alhamdulillah skrg sdh ad perbaikan.skrg ibu brkumpul dg anak cucu,rjin mndi,sikt gigi,cci bju.tp y msh sk bcara sndiri,kl ad yg bwt jngkl y marah2 sndiri,sk jajan spt anak2.sngt sedih mngingt itu,mb.dg kasihsayang,keadaan ibu perlahan2 mmbaik.smga ibu d beri ksembuhn.aamiin

    • Sabar ya mbk mimi, kami penderita jiwa memang sensitif. Setelah beberapa tahun pasti akan makin membaik. Btw saya di rehabilitasi di sebuah pesantren, jd pengobatan saya tanpa obat2an sedikit pun.
      Dulu juga saya lebih suka hidup dengan hayalan saya. Tapi ga tau kenapa tiba2 halusinasi saya hilang sendiri. N tiba2 saya sadar “loh ternyata saya ngomong sendiri to selama ini, ternyata suara saya sendiri” jd lucu juga inget itu.
      Hanya dengan menyadari bahwa ia penderita gangguan jiwa, maka ia bisa sembuh.

  11. Mbak Mimi dan mbak Muriza
    Saya ikut senang dan bersyukur jika semua keadaannya sudah berangsur-angsur membaik, semoga segera sembuh total :)

  12. Allow mbak,
    Th 2008 anak saya meninggal ♈ªnƍ katanya hepatitis.2 bulan kemarin istri melahirkan,10 hari kemudian istri mulai kena ganggauan jiwa,yang mula2 bilang dia kena penyakit berbahaya,selang 5 hari sy bawa pulang kampung biar ªϑª †έмαй curhat ma kluarga,4 hari kemudian dia mau bunuh diri dg minum cairan pembersih lantai,akhirnya dirawat di RS seminggu.
    Di Rs dia di diagnosis menderita penyakit ganas ♈ªnƍ gak Βϊså di sembuhkan,tp bs pulang.saat di rumah dia tidak mau minum obat sama sekali,tp msh mau makan walau sedikit dan badannya mulai agak segeran dan kejiwaannya bs di bilang 90 persen pulih.
    3 minggu kemudian dia mengalami bengkak kaki sebelah dan membuat tidak bs jalan,dan makan mulai berkurang,seminggu kemudian tidak mau makan dan kadang bengong sekali meskipun Ʊϑªh di panggil sambil di tepuk tetep gak peduli,tp hal tsb hanya sekitar 10 menit.sekarang dia ngomong sering ngaco,meskipun masih nyambung saat di ajak bicara,sering berhalusinasi melihat seseorang,
    2 hari sebelumnya masih mau wirid ataupun istihgfar,namun kini saat diajak berbuat hal tsb dia diam ªjjăª dan kadang pura2 tidur.
    Bagaimana menurut mbak tentang kondisi istri dan penyelesaiannya?
    TQ
    ARIC

  13. Assalamu’alaikum.
    Selamat berbahagia tuk seluruh pembaca yang budiman, setelah kita di ciptakan sebagai sebaik-baik bentuk dan di beri tugas sebagai khalifah yang mampu menjadi rahmatan lil alamin, mari kita banyak-banyak bersyukur dan saling berkasih sayang sehingga partner, saudara dan anggota keluarga kita merasakan nyamannya hidup sebagai mahluk sosial sebagai bukti cinta kita kepada Alloh subhanahu wata’ala.

  14. Pak Ariq__hmmm kok agak ruwet ya, Bagaimana jika dikonsultasikan kepada orang yang memiliki keilmuan:menguasai bidang ini atau lebih berkompeten tentang ini, misalnya dokter
    Pak Edi__waalaikumussalam, saran yang baik, terimakasih

  15. boos…,saya masih bingung…!

    • Bos?

      Bingungnya dimana?

  16. nice artikel sis…untung aku gak masuk semua kategori hihihi…sekalian numpang link yah

    http://4delima.wordpress.com/2012/12/21/merasakan-es-krim-jadul-jogja/

  17. Salam kenal mbak…
    apakah memang tidak ada referensi sama sekali untuk penjelasan lebih lanjut tentang kategori gangguan jiwa ringan dan sedang ini?bagaimana bisa secara pasti kita membedakan antara gangguan ringan dan sedang ini dilapangan, terlebih lagi untuk remaja?mohon bantuannya mbak..terimakasih

  18. @4delima .terimakasih dan silahkan :)

    @Cha, salam kenal juga….saya kira adalah refrensi, kalau ndak ada darimana para dokter jiwa itu belajar?, hee. Tapi saya ndak tahu pasti apa judul-judulnya. Penggolongan yang saya munculkan hanya dari pengamatan langsung dengan objek pengamatan MIss Muk. Tidak ada studi pustakanya. Hee jadi mhon maaf ndak bisa bantu banyak :)

  19. Assalamualaikum mba..saya pengen share mengenai bapa saya,bapa saya ntah sejak kapan mengalami gangguan jiwa ringan dengar2 sebelum menikah degn mama pun sudah seperti itu tp kadang kembali normal kadang suka linglung sendiri,skg usia bapa 55thn dia masih tergantungan obat dri dokter jiwa,dan yang gak kuatnya itu bapa jadi peroko berat sehari bsa 7 bungkus kaya yg gak diisep aja tu rokok cepat abis juga kopi udah kaya air putih deh bnyk bngt klu dlarang tu marah2 ngamuk,trus klu ditanya bilangnya sakit kepala,omongannya kdg nyambung kadang suka ngawur ke masa2 lalunya,yg saya tanyakan apakah bapa masi perlu obat2n yaa kadang kasian seumur hidupnya harus tergantung obat,tp klu gak di obat bapak bsa gak bsa tidur malah gak pernah tidur,jadi kegiatannya cuma merokok sepanjang hari,mohon solusinya klu ada info pesantren boleh supaya bapa ada kegiatan juga..

  20. assalammualaikum mbak saya mau nanya saya ini sering sekali nanggis dan ketawa sendiri kdang juga bisa marah-marah ga jelas sama suami saya kadang juga fikiran saya pengen sellu sendiri dan curiga macem-macem ama suami, saya juga sering ngomong sendiri, suka diem klw d tanya atau pun apa saya selalu diam dan kadang bisa marah kalau dibilangin ., apakah saya termasuk orang sakit jiwa dan gmna solusinya

  21. mba adik saya usia 23thn.. sepertinya mengalami hal yg golongan sedang.. semua cara di atas sudah dilakukan tp blum berhasil masalahnya dy cenderung menutup diri selalu bersembunyi di balik selimut sulit sekali di ajak komunikasi, tampak sering ngobrol sendiri, tertawa sendiri tidak mau mandi bahkan makan pun jarang..tapi terkadang dy sadar seperti biasa, tapi tak lama dy begitu lagi.. bahkan ortu saya sudah mencoba pengobatan2 alternatif mungkin sudah berpuluh puluh tempat..dan tentunya materi pun sangat banyak sudah keluar…tapi tak ada hasil.. mereka2 blg kena inilah itulah, di deketin ini dan itulah.. ke dokter pun pernah hanya 1x karna adik saya sulit sekali di ajak keluar dan dr.pun hanya bilang ga apa2..dan memberikan obat tidur..karna memang adik saya ini kadang bisa tidak tidur seharian bahkan pernah lebih..
    mohon bantuan penjelasan dan apa yang harus saya lakukan… karna saya yakin semua penyakit ada obatnya… trims

  22. sy py istri yang ngalami sakit jiwa dari 2005 sampai sekarang tergantung dg obat dr rsj , klu telat obat gk di minum selama 3 hari akan kambuh slalu ber ulang2 pertanggal 24 juni 2014 mengalami kambuh ,apakah tidak ada obat penyembuh selain medis trimakasih

  23. Assalamu’alaikum..
    Mbk,sy punya saudara yg sudah kurang lebih 5 thn mendrta gngguan jiwa,awal2 ny dlu msh gk sbrapa mbk,tp skrg ini sudh smkin parah mbk,sdh jrng mw mandi,sering brbcra sndri,memaki2 sndri bhkan ia sering teriak2 gk jelas mbk,dia jrang tdur mlm mbk,kalw mw mkn ia slalu mengira ada yg mengganggu mknan ny,mohon bntuan ya mbk ap yg hrus keluarga lakukn agar ia kmbli normal,
    trimaksh mbk,
    Assalamu’alaikum

  24. @semuanya
    Maaf, jika saya tidak bisa menjawab dengau berdasar kaidah-kaidah keilmuan (ilmu jiwa) atau neuroscience yang bisa sangat berkaitan dengan berbagai kasus yang dikemukakan dalam komentar-komentar saudara-saaudara sekalian.
    Saya tak punya keilmuan dalam bidang ini, tepatnya, saya bukan ahlinya.

    Jadi, saya fikir, saya tidak akan bisa banyak menolong. Terkecuali dengan cara-cara yang telah dilakukan dalam cerita ini.

    Maafkan saya……..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: