Mendapati arsip-arsip tua sama halnya seperti membaca sejarah hidup seorang pria, walaupun tak bisa disebut utuh, tapi document ini sanggup berbicara kepadaku. Tetegun sejenak dan mendapati pesan dari arsip-arsip tersebut bahwa manusia memiliki sejarah dan perjalanannya sendiri, bisa juga disebutkan dengan takdir Tuhan.
Kata seorang ibu yang sempat mendampingi pria (selama hidup) yang kini sudah almarhum. Kira-kira pesan beliau yang saya bahasakan kembali kepada blogger lainnya seperti ini :“Hidup kita ini hanya menerima, dalam artian sudah memiliki lakon;peran yang sudah ditentukan. Jadi terima apa yang terjadi dengan legowo;lapang dada;ikhlas. Siapa yang bisa memilih atau menolak dilahirkan melalui orang tua yang terbatas atau bahkan berada;sejahtera?. Siapa yang mengetahui secara pasti dan bisa menentukan akan akhir dari sebuah perjalanan hidup?. Siapa yang kuasa atas keinginan pribadi untuk hidup pada jalan yang lancar-lancar saja dan bisa menjaga anak keturunannya dalam garis;bidang yang linear?. Semua diluar kuasa manusia, jadi ada baiknya memiliki kesadaran akan hal ini. Boleh instropeksi diri, jika menyesal atau muncul “Kok jadinya begini?”, jangan terlalu lama disitu, karena kita tidak bisa merubah apa yang telah terjadi dan sudah diberlakukan oleh hidup yang lalu. Jadi sekarang syukuri yang ada”.
Kawan, sesungguhnya akupun telah mendua, memiliki isme lebih dari satu: berpaham yakin dengan takdir Tuhan/apa yang telah ditetapkan atau diputuskan untuk kita dan juga memiliki paham bahwa manusia dianugerahi daya untuk merubah hal-hal yang bisa diolah. Penjelasannya masih menyerupai yang lalu.
hai, jika aku me follow mu, apa kau akan me follow ku?
Oleh: yisha on 29 September 2011
at 7:58 PM
@mbak/mas Yisha
follow di jejaring sosial maksudnya? silahkan follow saja, biasanya terlebih dahulu saya baca-baca profil yang memfollow, seringgnya mengkonfirm, ada jg yg tidak di
Oleh: Handayaningrum on 29 September 2011
at 9:04 PM
saya suka yang ini
“Hidup kita ini hanya menerima, dalam artian sudah memiliki lakon;peran yang sudah ditentukan.
Oleh: sakrilegi on 28 November 2011
at 2:27 PM
terimakasih
kalau saya suka akan hidup
Oleh: Ningrum on 28 November 2011
at 2:45 PM
oh jelas itu… soalnya cuma sekali…sayang kalo disia siakan
Oleh: sakrilegi on 28 November 2011
at 4:19 PM