Oleh: Ningrum | 29 Januari 2012

Dering

Untuk hal kesukaan terhadap sesuatu ini cukup konsisten, atau tepatnya setia. Seperti kesetiaannya: keberadannya yang diciptakan oleh-Nya untuk saya. Ha ha, terlalu gede rasa (GeEr), padahal sudah jelas bahwa bintang-bintang itu diciptakan-Nya adalah untuk seluruh manusia tanpa terkecuali. Sebagai petunjuk arah para nelayan seblum ditemukaannya kompas. Hingga bintang-bintang pun menjadi “buku” terbuka bagi seluruh manusia yang mau dan mampu mempelajari bahasanya. Ndak seperti saya yang tersering menjadi penikmat kemerlipnya, terutama kala gundah, kala berada di window sheet di perjalanan bus patas malam dan kala saya menjadi penumpang;pengguna jasa ojek, meskipun sudah memasang head shet di kedua telinga, pandangan mata tetap mencari ke atas, betapa bintang dapat menjadi teman dalam keheningan hati.

Dan awal malam tadi, ketika saya berada di sebuah pusat perbelanjaan di Metro, Lampung. Saya pun mendapatkannya dalam bentuk yang tidak sebenarnya. Cukup membuat saya senang, karena benda ini akan menjadi perwakilan bintang sesungguhnya ketika saya melakukan perjalanan malam dan tidak mendapatkan kerlipannya.

D shining
Thanks God


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.