Oleh: Ningrum | 6 September 2007

Dia-(lo)-gue; Bagaimana Kita Menjadi

01:30, Rabu, 5 September 2007

Sunyi, Senyap

Dia-(lo)-gue, adalah bagian dari kenangan yang pernah menyatukan ragam karakter dalam satu visi dan misi. Bagian kisah yang tidak bisa, tidak akan pernah saya lupakan, karena terlalu indah dan menyedihkan untuk dihilangkan. Hal itu pun tak ingin saya hentikan dalam kehidupan saya. Teman’s saya ambil dan minta izin mempergunakannya, sungguh saya ingin mengabadikan Dia-(lo)-gue dalam kehidupan saya.

Dia-(lo)-gue pada pengertian definisi akan pembaca dapatkan pada paragraf terakhir. Sedangkan makna harfiahnya atau arti kata per kata adalah Dia;dia, Lo,elo;kamu dan Gue;saya. Jadi Dia-(lo)-gue gabungan dari pertemuan tiga kata ganti orang atau pribadi. Dia akan menjadi lebih dari satu jika menunjuk pada dia, dia dan dia seterusnya. Demikian pada Loe. ele, elo dan berikutnya elo seterusnya. Sedangkan Gue adalah gue, satu, meskipun dilain kesempatan bisa disebut sebagai dia,dia dan dia atau elo,elo dan elo, yang kemudian bisa menjadi mereka atau banyak orang oleh penunjuk yang menyandang gue.

Ketiganya pribadi yang berlainan. Tumbuh dan berkembang pada tempat dan cara yang tidak sama. Menunjuk tempat artinya bisa dari desa, kota besar atau daerah yang perkembanganya masih belum bisa disebut kota tetapi juga bukan lagi desa; diantara kota dan desa. Karena tempat berasalnya berbeda, hal itu sangat mempengaruhi cara berfikir yang tidak sama, hal ini ada kaitannya dengan pendidikan formal maupun nonformal. Selain itu, cara hidup, kebiasaan yang berbeda pula, cara berkomunikasi atau berinteraksi juga berlainan tentunya

Dia, sebagai kata ganti orang ketiga tunggal, Elo orang kedua tunggal, juga gue kata ganti pertama tunggal bisa menjelma menjadi mereka. Dia yang berada di sebuah tempat bisa menjadi representasi dari kondisi dimana dia berada. Bisa disini berarti bisa iya, juga bisa tidak. Bisa iya, karena saya percaya bahwa lingkungan sedikit maupun banyak bisa dipastikan memberikan kontribusi pada pembentukan watak, sikap dan kebiasaan. Misalnya seseorang yang berpuluh-puluh tahun berada pada keluarga yang memegang, menjalankan prinsip demokrasi, kemungkinan besar orang tersebut akan memiliki jiwa demokratis, atau nilai-nilai lainnya.

Bisa tidak, karena memang tidak selalu, ada peristiwa pelunturan (luntur). Pelunturan bisa dilakukan oleh dirinya sendiri yang tidak menginginkan pengaruh lingkungannya, karena merasa tidak nyaman dengan nilai-nilai yang selama ini dia yakini. Kelunturan ini kemungkinan terjadi jika terlalu banyak tempat dimana dia berinteraksi dalam tempo yang lumayan lama, bukan satu atau dua hari saja. Bisa juga hanya satu atau dua tempat, tetapi sangat mendapatkan tempat dalam orang yang bersangkutan. Hingga kemudiaan orang tersebut terakulturasi oleh karekter yang paling bisa diterimanya. Hingga tersadari atau tidak, bisa membentuk karakter yang baru dan berbeda dan melunturkan watak yang sebelumnya ia miliki.

Kaitannya dengan Dia-(lo)-gue, ketiganya untuk sementara waktu kita kategorikan sebagai agen. Orang yang memrepresentasikan, bisa kita anggap mewakili habit dimana ia berasal. Jika Dia, elo dan gue bertemu berarti akan ada sebuah suasana dialog; percakapan, perbincangan, diskusi. Mampu menciptakan sesuatu yang dinamis juga dialogis. Ada proses memberi dan menerima, ada komunikasi, pertukaran informasi juga ide. Sebuah re-wacanaan, penggilingan wacana, bahkan tidak menutup peluang akan ada penciptaan wacana baru, sehingga akan tercipta suasana yang menyenangkan bagi peserta dialog. Diri pun bisa berdialog dengan diri yang mendapatkan refrensi dari realitas juga macam-macam teori. Sangat menggairahkan, meskipun hanya berbicara soal pernak-pernik perempuan. Menyoal jarak antara “langit dan bumi”. Keringat rakyat yang tak henti-hentinya diperas. Periuk yang sulit me-lumbung karena ketidakadilan dan keserakahan. Juga bicara kehinaan dan ketidakberdayaan manusia.

Dia-(lo)-gue sebenarnya adalah kegelian dan atau kegelisahan dia, elo yang bisa menjadi mereka dan gue yang manusia juga.

Salam Dia-(lo)-gue, semoga selalu berharmoni

Ningrum


Responses

  1. Dia, sebagai kata ganti orang ketiga tunggal, Elo orang kedua tunggal, juga gue kata ganti pertama tunggal bisa menjelma menjadi mereka.

    atau bisa jga menjadi “dialog” yah…
    cukup menarik utnuk dipikirkan nih postnya 🙂

    perempuanNya
    Yupz, bisa menjadi dialog, ada di akhir-akhir tulisan. Dialog antara dia-lo dan gue. bisa juga dialog diri dengan diri antara pikiran dan hati yang kita miliki.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: