Oleh: Ningrum | 9 September 2007

Shalat

Sejak zaman Nabi Ibrahin Allah telah memerintahkan ummatnya untuk mendirikan shalat (Q.S:14:31). Dimasa Nabi Muhammad perintah ini disampaikan kembali pada saat peritiwa isra’ mi’raj. Yakni perjalanan Nabi Muhammad dari langit pertama, ketiga dan seterusnya sampai dengan sidratul muntaha. Wajib bagi muslim mendirikan sholat dalam lima waktu;subuh, dzuhur, ashar magrib dan isya. “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam…” (Q.S 17:78).
“…dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain… “(Q.S 11:114)Sholat merupakan salah satu bentuk ibadah yang berbeda daripada ibadah lainnya. Membutuhkan intensitas keteraturan dan kualitas tinggi. Intensitas disini dapat diartikan dengan sebuah keteraturan/keajegan dalam pelaksanaannya. Dan kualitas berarti, sholat ini memiliki bobot tinggi, dengan catatan dapat dilakukan dengan konsentrasi tinggi (bukan berarti saya sudah memiliki keajegan kosentrasi sempurna dalam setiap kali sholat lho). Ini adalah bentuk hubungan vertikal antara manusia dan penciptanya, jalur khusus yang ditujukan pada Allah SWT; bentuk segala pengaduan, keluhan dan harapan yang berarti juga terdapat sebuah kepercayaan /pengesaan/ ketauhidan pada Allah akan terlihat tumpah ruwah.

Menjadi sangat logis ketika shalat ditempatkan pada poin kedua rukun iman, setelah syahadat. Shalat yang lebih dikenal sebagai ritual muslim idelnya akan mampu membawa manusia menuju kesempurnaan. Dan dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji Q.S 17:79. Shalat merupakan bentuk ibadat dalam Islam yang amat simbolik untuk kesadaran akan kehadiran Tuhan. Adalah membina “kontak dengan Tuhan itu yang menjadi tujuan utama sholat yakni tujuan intrinsiknya (sebagai pendekatan: taqorubb pada Tuhan). Bukankah jika kita mendekat satu langkah menuju-Nya, Ia akan mendekati kita dengan seribu langkah? Bukankah Allah itu lebih dekat dari pada berjajarnya jari, bukankah juga Allah itu lebih dekat seperti dekatnya urat-urat leher? Walaupun demikian dan bagaimanapun juga shalat sebagai media kedekatan harus tetap dipilih. Coba kita kaji dengan seksama arti bacaan sholat, dari takbiratulikhram hingga salam. Sehingga kita dapat memaknai subtansi sholat sesungguhnya. Serta memungkinkan efek positif seperti Q.S 11:114 diatas dapat dimunculkan.

Setelah takbir pembuka, seseorang dituntut untuk mengkonsentrasikan seluruh sikap dan perhatiannya hanya pada obyek seruan:pencipta. Bersamaan denga takbirat al-hram, sikap lahir dan batin yang yang keluar dari sikap penghambaan itu menjadi terlarang; haram, itu sebabnya takbir pertama dinamai takbirat al-ihram. Sebuah hubungan yang dikhususkan untuk Tuhan, dengan bentuk pengakuan-pengakuan diri. yaitu pengakuan terhadap ketidakberdayaan diri terhadap segala yang tak terbatas (makrokosmos). Dan pengakuan berimannya seseorang terhadap Allah yang itu juga berarti upaya penggolongan diri (hamba) ke dalam golongan umat-Nya, yang selalu saja menginginkan ridho-Nya. Hal tersebut sesungguhnya menunjukkan manusia memiliki ketakuatan yang besar terhadap ada tidaknya sebuah pengakuan Allah atas eksistensi manusia.

Bersambung ya
Salam taqorubb
PerempuaNya


Responses

  1. wahai sang perempuanNya… bagaimana sebuah shalat biar bisa konsentrasi… kalau shalat seringkali yang yang ku ingat bukan sedagn shalat tapi sedang ngeblog…🙂

    (eh aku suka banget nama ini) setelah aku membaca tulisan ini aku wiridin ah nama ini:
    perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, perempuanNya, 😆

    PerempuanNya;
    Lho gimana toch, ada-ada saja sholat ingetnya sedang ngeblok.
    Tapi gimana kalo ngeblok seperti dalam sholat, mengingat Allah terus gitu, wah boleh nich bagi ilmunya bang Kurt

    Suka dengan nama perempuanNya? terimakasih, terimakasih. Tapi sebelumnya sudah baca perempuanNya di Bot mi kan?
    Ya kira-kira begitu bang Kurt makna perempuanNya.

    Wiridan pake perempuanNya? bang Kurt ni ada-ada saja, hehe

    kabur ah keburu dipetungi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: