Oleh: Ningrum | 14 November 2007

Sebel

Sudah berulang kali benerin tampilan puisi, berpuluh menit sudah kehitung.  diedit, bolak-balik diubah di buat tulisan, jadinya kok seperti itu puisinya, acak-acakan. 

Gimana ya seringkali begini kalo posting puisi paragrafnya jadii berantakan 😦

Iklan

Responses

  1. 😆
    nulis eh ngetiknya lewat view-mode aja

    @ caplang
    View mode? adanya view doang, duh gimana ya kok lum ketemu. Dah dicoba di view doang, hasilnya juga masih berantakan, makasih dah mau kasih tahu 🙂

  2. sabarrr makin berantakan makin baik..
    *baik untuk belajar*
    :))

    @ al
    Duh gimana ni bang, masa’ sudah tiga bulan masih lum bisa rapih 🙂
    Sabar? iya ya, belajar mah kudu sabar ya

  3. puisi emang bagus hancur, kreatif

    @ vino
    hehehhe, bagus hancur? bener-bener bagus hancurnya
    Makasih dah ke tempat saya yang masih ancur-ancuran 🙂

  4. Kerap terulang baru merasa Merasa tahu pada yang baru disua Mustahil tahu tentang segala Karena segala-Nya tak akan habis dimakan kala
    Tahu satu, tumbuh seribu yang tak tahu
    Tahu dua, muncul seribu tambah satu atau lebih yang juga belum tahu Tahu tiga, empat, lima, meruyaklah ketaktahuan itu
    Benar kata tahu,
    jika sesungguhnya ada yang tak tahu
    Benar kata tak tahu, kalau ketaktahuan ini mendahului tahu yang itu
    Tidak tahu, hadirlah sepanjang waktu Mendekatlah,
    meleburlah pada tahu Untuk menjadi debu lalu padu dan tahu
    Sayang, semakin kemari tahu itu Semakin tidak tahu pada ribu-ribu yang ada di sini dan di situ Tak tahu, hantuilah yang ini dan yang itu
    Buatlah semua mencekam lagi pilu
    Bertembang tak tahu Bak tersayat sembilu Tuk menjemput asa pada pikir dan rasa yang berhasrat tahu Tahu, datanglah, sandingi rindu

    Buncahkanlah tahu
    Hantarkan kembali ke titik tak tahu
    Tahu dan tak tahu, tak berhilir tak berhulu
    Semua melingkar lugu Merajamlah tak tahu
    Habiskanlah peluh ragu Hingga menjadi tahu lalu malu pada Al-Alim,Yang Maha Tahu

    ———
    mungkin bikinnya pake Microsoft Word yaa Jeng… Pastenya jangan di view mode tapi di code mode .. pasti bisa diatur…
    tapi benar kata @vido .. semakin ancur semakin kreatif… (atau ini jangan2 sengaja) hahah 🙂

    @ bgkurt
    Yup pake MWord, biasanya si ga berantakan segitunya, tapi ini luar biasa berantakannya bang.
    Btw code mode sebelah mana ya?
    Kreatifkah?
    Sengaja? Ya ndak lah masa’ mempersulit diri sendiri kok disengaja,
    Makasih bang 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: