Oleh: Ningrum | 21 November 2007

Mencuri adalah Hobi Yang Ditekuni Malaysia Euy!!

Keterkejutan saya berulang, kemarahan saya timbul. Nasionalisme saya pun menggelora untuk yang kesekian kalinya. Sesungguhnya tidak sedikitpun kerelaan saya akan saya berikan kepada Malaysia, tidak akan!

Temans saya lagi emosi!Reog Ponorogo yang sangat khas Jawa Timur telah dicuri Malaysia dan dirubah namanya menjadi Barongan. Barongan yang entah darimana asalnya (siapa yang mencipta, leluhur malaysia yang mana, berasal dari akar budaya malaysia yang mana, yang nyatanya atribut yang digunakan semua sama persis dengan Reog Ponorogo) tiba-tiba saja muncul berdurasi sekitar lima menit di portal Departemen Pariwisata dan Warisan Malaysia.

Saya jadi curiga akut, karena dalam waktu yang tidak terlalu begitu lama pencurian dilakukan secara bertubi-tubi. Jangan-jangan sudah ada obyek budaya milik Indonesia yang akan diakui lagi. Artinya semua sudah terencana. Sudah ada rencana jauh-jauh hari, atau ini malah sudah terprogramkan dalam rancangan pengembangan budaya Malaysia agar disebut negara yang berbudaya (kaya budaya) baik jangka pendek, menegah dan panjang.

More…Kalau sudah demikian, hampir bisa dipastikan malaysia memiliki masterplan yang dibuat untuk 5 (lima) hingga 15 tahun kedepan. Bayangkan saja dalam waktu belum genap tigapuluh hari sudah banyak sekali yang dicuri. Mulai dari rendang, songket Palembang, batik, rasa sayang sayange, jali-jali, lagu anak-anak yang jumlahnya hampir 10 (judul lagunya sudah saya tuliskan di tulisan saya yang lalu, mungkin juga dalam jumlah lebih), angklung, kini reog Ponorogo.

Heeyy malaysia sungguh luar biasa keahlian mencurinya dalam sekejab saja dari Sabang sampai Meraukenya Indonesia habis dilahapnya. 15 tahun kedepan budaya malaysia jadi Indonesia banget kali ya. Indonesia jadi ndak punya apa-apa, tidak akan mendapat pengakuan dunia, malah kita nanti yang dituduh pencuri oleh dunia.

Kemana sih Pemerintah Indonesia, para pemimpin dan departemen terkait?Di letakkan di mana si jiwa kebangsaan juga kenegarawanannya? Kondisi negara sedang gawat begini kok masih duduk berleha-leha di belakang meja, tak ada ekspresinya. Mana ekspresinya!? Lunglay saya, ekspresi pun tidak bisa saya lihat dari mereka, apalagi tindakan tegasnya.

Hari gini, genting begini, gawat darurat begini kok malah terlihat sibuk mencuri start kampanye pilpres 2008, sibuk mencuri simpatik orang susah yang selalu jadi sasaran mentah. Sibuk dengan kelompoknya. Siibuk dengan perutnya.

Mbok ya berhenti sejenak memikirkan kepentingan individu. Bergabung dulu, bentuk barisan, himpun kekuatan, bela hasil karya leluhur dan anak bangsa yang berharga ini. Pikirkan generasi kalau memang masih mau mengaku warga negara Indonesia.

Ayo dong pak, bu yang punya kekuasaan, punya kebijakan dan wewenang, kerja! Begerak cepat! Serang balik! Di mana semangat yang dulu bangsa ini punya yang begitu menggetarkan jiwa, Merdeka atou Mati untuk merebut HAK! Untuk mempertahankan milik!, Dimana?!

Saya orang bawah yang ndak punya wewenang bisanya berteriak sakit!! Melihat dan merasakan pencurian, yang berarti juga pelecehan atas keberadaaan Indonesia dan juga pembodohan dari malaysia untuk Indonesia.

Salam kecewa sangat dari saya untuk yang kesekian kalinya kepada yang terhormat Legislatif, Eksekutif (Pak Presiden dan jajaranya) juga lembaga Yudikatif negeri ini.

PerempuanNya

Iklan

Responses

  1. GANYANG MALAYSIA!!

    @ brainst
    Gimana dunk? kita bisanya cuma nge blog…..

  2. hetrixx ahh…

    @ :
    hetrik? silahkan πŸ™‚

  3. Ayo dong pak, bu yang punya kekuasaan, punya kebijakan dan wewenang, kerja! Begerak cepat! Serang balik! Di mana semangat yang dulu bangsa ini punya yang begitu menggetarkan jiwa, Merdeka atou Mati untuk merebut HAK! Untuk mempertahankan milik!, Dimana?!

    zzzzzzzzzzz
    ga ada duitnya disitu… coba kalo ada duit pasti pada rame2 mo serang
    :evil

    @ al,
    Repot ya bang, kalau mau bela negara mesti dikasih amunisi uang 😦

  4. ooooh jadi benar tah desas-desus kalau sang “Malaysia” itu kini dicap sebagai “Malingsia”???

    kebudayaan kok bisa dicuri ya. terus gimana Jeng melihat kondisi begini… Apa kata duniaaaa… πŸ™‚

    @bg Kurt
    Karena saya ndak punya wewenang dan tidak bisa buat kebijakan di negara ini, mau menggugah ndak bisa, pemerintah juga lagi pada sibuk mikirin pilpres 2009,
    jadi bisanya bicara di blog bang 😦

  5. aaah.. malaysia emang ngeselin!!!
    πŸ‘Ώ

    @ :
    Ngeselin emang yah 😦

  6. Jangan pake amarah dunk :-P….Saya pikir kita dengan malaysia bersaudara satu ras…

    Namun adanya provokasi2 yang membuat keduanya terpecah….Saya curiga ada permainan politik di sini.

    Perempuan:
    Sam Toni, saya kira amarah ndak kenal rumpun. Kita semua manusia bersaudara. Semua blogger basodara (kata bang Al) betul itu.

    Tapi masalahnya, Malaysia mengabaikan etika basodara itu. Main ambil aja pake dimasukin di portal warisan budaya malaysia sagala, membuat amarah keluar. Akhirnya, mengaku juga kan? Kalau sebenarnya itu (rasa sayang sayange, reog dll) benar milik Indonesia, dipermasalahkan dalam sidang kabinet di perlemennya malaysia lho ini.

    Bisa dijelaskan sam toni provokasi dan permainan politiknya gimana? Soalnya ndak kebaca sama saya je itu.

  7. sabar mba2 sabar… πŸ™‚
    ini sepertinya jadi peringatan buat kita warga dan negara Indonesia untuk lebih ngehargai dan menjaga warisan budaya bangsa.

    Perempuan
    Kemarin agak emosi saya. Menjaga? bener banget

  8. http://joyokusumo.wordpress.com/2007/11/29/terimakasih-malaysia-tapi/

    Perempuan
    Makasih informasinya, ntar kapan-kapan tak maen/jalan-jalan kesana…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: