Oleh: Ningrum | 12 Desember 2007

Rindu dan Doa untuk Seorang Lelaki Tangguh

Aku menangis sejak lelaki tangguhNya telah pergi. Gempalnya tangan itu telah tiada. Tak bisa ku rengkuh dan cium tangan itu. Tak ada lagi usapan tulus di kepalaku.
Kini yang selalu hadir adalah air mataku di kala ingatku.

Aku rindu sekali tangan itu.

Juga kecupan tulus di dahi juga pipiku. Sejumlah khawatir miliknya untukku, senyuman, pelukan, dekapan, usapan kepala sebagai makna cinta dan restu, semua hilang terbawa badan.

Terimakasih atas nasehat, larangan juga pesan yang telah pernah ada. Nama dan ajaran itu masih tinggal disini, dalam hati.

Doa dan rindu untuk bapak. Semoga kita bisa bertemu dalam terangNya pada kelak. Ya Rabb, dengan segala kerendahan dan kehinaanku, ku memohon padaMu anugerahkan kemulyaanMu pada bapak di sana.


Responses

  1. Amien Mbak, semoga doa anak yang sholeh juga menggetarkan palu keputusan akhir seperti doa ini udah menggetarkan rindu ini. Menadahkan tangan memohon bersama, makasih ya mbak.

    Perempuan:
    Amin ya robbalalamin. terimakasih sam bedh……

    • Bersyukurlah mbak yu masih sempat merasakan rindu, Nikmatilah….sayang…

  2. **Mulai Berdo’a sambil mengingat dosa-dosa diri sendiri… **

  3. turut menyemangati doa mbak yaa.. amiiinnn..🙂

    saya juga jadi teringat sosok bapak yang penuh kebapakan di masa itu yang penuh hikmah dan tauladan…🙂

    Ya makasih bang atas semangatnya🙂
    Mbak? gak salah bang manggil saya mbak….?
    Apa karena foto keponakan saya di avatar itu ya bang?🙂
    Orang orang disekitar, apalagi yang terdekat selallu menjadi inspirasi. Ya syarat hikmah dan contoh….

  4. panggil mbak = merasa semakin jelas keperempuannya meski masih samar….

    avatarnya masih gelap … perlu diterangin lagi…
    lalu dikau ingin kupanggil apakah gerangan?
    peyem, perem, jeng, neng, mpok, uni … dll🙂

    Perempuan:
    Semakin jelas keperempuannya? Karena air mata itukah?
    Masih samar? Apa ne bang maksudnya? Lha wong jelas identitasnya perempuan je

    Avatar gelap? Apa monitorku di sini yang terlalu terang ya?

    Panggil apa? Wah terserah dikau saja bang, diriku akan dipanggil apa. Asal jangan dipanggil laki, lak, mas, ujang, bang, om, uda, de el el panggilan untuk laki-laki🙂

  5. amin………..
    lelakitangguh@gmail.com

  6. 4.Rudi
    terimakasih atas amin- nya🙂

  7. jeng……. kabarmu piye


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: