Oleh: Ningrum | 16 Januari 2008

I-m-a-j-i-n-a-s-i (baca: imajinasi)

Percayakah blogers jika imajinasi itu bukanlah hal sepele tak bermanfaat?. Yakinkah bloggers pada kata-kata Napoleon bahwa imajinasi bisa mempengaruhi tindakan, mampu menggerakkan dan membentuk potret diri? Benarkah bahwa berimajinasi itu bukan hanya memproduksi khayalan yang serba wah. Justru sebaliknya, menghadirkan kesadaran diri apa sebenarnya yang paling baik secara realistis dengan mengeluarkanya dari tempat tersembunyi?. Catatan awal, imajinasi dimaksudkan pada hal-hal positif bukan negatif.

Kita mulai dari sini ya. Berimajinasi bisa dikatakan aktifitas terpenting dan tersering yang kita lakukan pada masa kanak-kanak. Saat itu imajinasi kita sangat dipengaruhi oleh apa yang ada di hadapan. Maksudnya, hal-hal yang menajubkan yang sering kita nikmati dalam media (televisi atau majalah) teramat sering merangsang daya imajinasi untuk bekerja.

Biasanya, hal-hal yang terimajinasikan tersebut amat sangat kita inginkan untuk bisa dilakukan atau bisa diwujudkan. Contohnya; ketika kanak-kanak. Saat melihat pertunjukkan kesenian wayang orang yang berkisah tentang Gatot Katja, kesatria sakti yang bisa terbang ke langit ketujuh. Film kartun seorang tokoh protagonis identik dengan seorang pahlawan dengan karakter hebat dan terpuji (spiderman, batman, superman, paterpan, hulk, panthom). Saat itu juga atau dilain waktu, sengaja atau tidak sengaja, imaji akan beroprasi menjadikan diri seorang pahlawan yang bisa terbang, punya kekuatan ajaib, baik hati, suka menolong, punya banyak teman dan rela berkorban untuk orang lain. Dan tanpa disadari itu tertinggal dalam benak dan kapan saja bisa terlakukan sebagian.

Artinya, imajinasi merupakan reaksi dari aksi input yang masuk lewat mata menuju pikiran yang memiliki beberapa ruang; ruang khayal/imaji dan ruang berfikir yang cenderung realistis-logis. Jadi, semakin banyak hal-hal kita temui maka, akan semakin aktiflah dua ruang dalam pikiran tersebut. Jika fikirannya aktif maka, akan sangat berpengaruh pada kreatifitas (laku). Contoh hasil, bandingkan anak usia dini yang diikutkan dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pra school (play group) dengan anak yang dibiarkan apa adanya. Akan terlihat kemampuan berimajinasinya dengan bentukan hasil karya.

Jadi, kemampuan berimajinasi juga sangat membantu menghantarkan ide yang mulanya hanya terangankan dalam fikiran, bisa diwujudkan dan terbahasakan. Contoh; balok-balok terpisah dengan bentuk beda dapat menjadi sebuah bangunan istana oleh anak yang berimajinasi lebih. Imajinasi juga bisa dituangkan dalam lukisan, patung, puisi, lagu dan sebagainya. Oh ya, meditasi yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan sebagai jalan mengembalikan kesegaran jiwa ataupun ketenangan diri pun berawal dari itu (daya imaji). Imajinasi dalam meditasi mayoritas memerlukan dukungan lain seperti suara alam (pegunungan atau lautan). Bukankah berbagai aktifitas ini imajinasi diri sangat berandil besar?

Sampai disini pertanyaan pertama pada paragraf awal telah terjawab. Yakni bahwa imajinasi itu memiliki kebermanfaatan.

Lalu bagaimana imajinasi bisa mempengaruhi tindakan, mampu menggerakkan dan membentuk potret diri?Misalnya si X tertarik dengan salah satu diantaranya: dunia seni, politik, pendidikan atau bisnis sebagai medan aktualisasi diri. Lebih jauh ketertarikan itu karena bisa, idenya terakomodir/bebas berekspresi, membuat kebijakan, bisa memanusiakan manusia, juga punya relasi/pergaulan luas. Sejalan dengan itu yang bersangkutan akan sering berangan-angan menjadi yang diinginkan. Angan-angannya (imajinasinya) tersebut akan membawanya ke sebuah cita-cita, dalam taraf dewasa hal tersebut diistilahkan dengan rencana harapan kedepan. Untuk bisa mewujudkannya, mau tidak mau ia akan bertindak menuju keinginan yang awalnya diimajinasikan.

Tindakan konkritnya, ia akan terjun di komunitas yang bisa menunjang ter-nyata-kan keinginannya (ini adalah berfungsinya hal yang diimajinasikan tersebut, yang sudah mewujud kepada tindakan). Lalu Komunitas tersebutlah yang akan membentuk potret dirinya (walaupun ini tidak berlaku mutlak, ada ruang kosong, sebuah titik untuk beda dari dominasi citra komunitasnya). Pada kasus ini, sudah menunjukkan ada kerja sama antara imajinasi (yang mulanya hanya khayal) dengan kerasioanalan-realisistikannya-realisasi sebuah harapan. Sampai di paragraf ini pertanyaan kedua juga terjawab. Bahwa imajinasi dapat mempengaruhi tindakan, berperan sebagai katalisator dan membentuk potret diri.

Lalu, dimanakah bukti bahwa imajinasi bukan hanya khayalan wah, khas dengan ketidak mungkinan?

Saya kira, semakin kita sering berimajinasi. Maka, tidak menutup kemungkianan sesering itulah kerealistisan-kelogisan juga akan muncul. Biasanya orang yang sudah dewasa dalam berfikir, akan menyeimbangkan citanya-imajinasinya dengan berbagai kelogisann. Jika demikian, kemungkinan atau ketidak mungkinan akan berdialog. Bagaimana dialognya? Ditandai dengan proses yang disebut timbang menimbang atau pertimbangan. Pertama, kematangan berfikir akan diuji. Akan sangat banyak muncul pertanyaan diri kepada diri. Apa yang sesungguhnya yang diinginkan? Faktor apa saja yang bernilai kebaikan, apa saja yang akan membawa keburukan. Bukankah aktifitas diri yang ini bukan hanya imanjinasi penuh khayal, justru sebagai penghantar kemungkinan-kemungkinan?

Salam Manfaat Berimaji

Ningrum

* * * * *

Sekedar berbagi kisah nyata anak jalanan dengan imajinya. Imajinasi yang bisa mendorong terbentuknya cita-cita sulit ditemukan pada anak jalanan. Saya pikir, ini terjadi karena imaji sangat jarang dimanfaatkan dan dikembangkan ke arah positif progresif. Jarang ada stimulus untuk mereka mencipta inginnya nantinya. Mereka (dalam pengamatan singkat saya) sulit sekali mengungkapkan hal itu apalagi mengekspresikan keinginannya itu. Miris……..

Tanyalah kepada mereka ingin jadi apa mereka nantinya? Mungkin karena keadaan, jawaban yang bloggers dapatkan mungkin akan sangat mengecewakan…..


Responses

  1. Televisi, komputer, mobil, hape triji, semuanya adalah hasil imajinasi yang dikelola dengan kemampuan, ilmu pengetahuan dan kerja keras.
    nge-link ke sini boleh ngga ?
    Thanks

    Perempuan:
    Yup, penciptanya punya daya imaji dan daya uji yang baik. Jadi punya hasil karya konkret seperti yang sam watuitem sebutkan. Sekarang kita mmeperroleh manfaat dari mereka🙂
    Boleh, boleh. terimasih kembali

  2. imajinasi mungkin salah satu pengejewantahan sifat Tuhan oleh manusia ya?

    *****
    Perempuan:
    Bisa-bisa, dikonotasikan pada ke Maha Pencipta-an-Nya, ke Maha Besaran-Nya. Kita bisa mencipta hal-hal yang besar (besar dalam ukuran manusia). Kira- kira begitulah sam, kita diberi sedikit warisan sifat –Nya oleh-Nya.

  3. Imajinasi saya suka ke yang aneh-aneh..
    Bakal bermanfaat buat kehidupan gak yah kalo di realisasikan??😛

    * * * * *
    Perempuan:
    Bisa bermanfaat kok, Tapi Ya ngeliat kategori anehnya sam qzink apa dulu? Aneh bagi sam qzink belum tentu aneh bagi orang lain lho. Heee….
    Boleh tau anehnya gimana? Konkritnya?

  4. ::begitu dekat, begitu nyata… (iklan koq…) 🙂

    * * * * *
    Perempuan:
    Heeee, iya iklan banget….🙂
    Iklan yang ngajak berimajinasi juga. Berimajinasi tentang apa-apa yang bisa menjadi begitu dekat, begitu nyata?

  5. imajinasi ama mimpi beda ndak ya?

    * * * * *
    Perempuan:
    Kalau menurut saya sam, keduanya satu paket, satu sepesies. Sama-sama mengangankan-membayangkan, berharap bisa mewujud. Ada bedanya juga, imajinasi adalah kegiatan yang selalu tersadari (diadakan). Kalau mimpi bisa tersadari (keinginan yang dianggap ada di luar batas kemungkinan, tetapi sering kita adakan). Juga bisa tidak tersadari/ tidak disengaja, contoh mimpi ketika tidur (soal ini kayaknya bisa tanya om Freud, ya kalau setuju gagasannya)🙂

  6. saya kok ngerasa semakin tua semakin nggak pernah berimajinasi yak? ada hubungan sama umur kah?
    btw tulisane kok kecil2 to mba’ jadi susah berimajinasi😀

    * * * * *
    Perempuan:
    Mungkin karena imajinasinya sam Joyo yang sekarang lebih realistis-logis dari pada saat anak-anak dulu, jadi timbul perasaan jarang-semakin nggak pernah itu. Saya kira sederetan rencana harapan kedepan yang tentu dimiliki sam Joyo juga lahir dari kerja dan bagian dari imajinasi itu.

    Heeee….. iya ini saja sudah coba berulang-ulang dengan ukuran dan berjenis huruf sama dengan postingan sebelumnya, hasil tampilan di blog kok tetap saja tak sebesar Perempuan “buta”. Saya yo bingung, kenapa ????

  7. imajinasi memang perlu ya buat semangat dan menentukan hidup😀

    * * * * *
    Perempuan:
    Manfaatkan potensi bererimajinasi ia akan membantu, dan menyemangati🙂

  8. imajinasi lebih penting dari pada pengetahuan?

    * * * * *

    Perempuan:
    Ya gak gitu juga sam Fra. Imajinasi bisa menjadi perantara menuju ke pengetahuan. Sedangkan pengetahuan itu sendiri bisa membuat imajinasi bukan sekedar imajinasi. *kayaknya si gitu, heee..*

  9. imajinasi sirna ketika usia semkin dewasa.. kenapa? karna semakin kita mengetahui sesuatu, maka semakin kita terbiasa dan akhirnya kita anggap semuanya lumrah atau biasa.
    beda dengan anak2 kecil, apa yang mereka lihat akan sangat menyenangkan dan rasa ingin tau yang tinggi menghasilkan imajinasi2..

    socrates, sampai mati pun tetap selalu menjadi seorang anak kecil yang selalu ingin tau..

    * * * * *
    Perempuan:
    Duh, masa si sampe sirna hanya karena dewasa sam Brai? Pandangan kita saja mungkin yang tidak berubah tentang imajinasi itu. Padahal kalo dipikir-pikir sebenarnya kita tetap berimajinasi koq. Orang dewasa imajinasinya bukan lagi ingin seperti Batman, Peterpan, Ang (Generasi Avatar) dll seperti kita waktu anak-anak. Imajinasi orang dewasa terlihat pada rencana harapan kedepannya (RHK), saya kira banyak isi RHK di masing-masing kita.

    Btw, soal tahu menahu. Kok saya merasa, setiap kali saya tahu tentang sesuatu yang dianggap baru, justru membuat semakin saya tahu kalau sesunguhnya saya tidak tahu apa-apa. Tahu menjadi merasa tahu (membuktikan ketidak tahuan). Tidak tahu memicu tahu, lalu menjadi tahu. kembali menjadi tidak tahu karena tahu. Terus demikian, tahu dan tidak tahu melingkar lingkar…. *puyeng, ada burung terbang muter-muter di atas kepala, kayak di film kartun,heeee….*

    Socrates? Socrateis kah? Wah suka kajian filsafat ya sam Brain? Kalo gitu suka bongkar pasang logika- pikiran neh, cocok dengan nama brainstorm itu, sib…sib….
    Dalam hal-hal tertentu menjadi seperti anak-anak juga perlu sam, mereka itu sering memikirkan sesuatu yang tak terpikirkan oleh orang dewasa. Ternyata anak-anak juga berfilsafat lho *minjem dari Gareth B.Matthews*

  10. Saya percaya sekali saat kita membayangkan sesuatu, hal tadi akan lebih cepat terlaksana. Kadang juga imajenasi membuat kita lebih bersemangat saat mengerjakan sesuatu

    @lutfi,
    imajinasi itu sangat membantu kita banyak hal, termasuk hal-hal yang nyata. Sib! kita bisa semangat karena ada harap atau bayangan dan itu adalah hasil dari proses berimajinasi. Semangat sist!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: