Oleh: Ningrum | 25 Januari 2008

“Kekuatan Pikiran” (bagian 2); Andrea Hirata Sema, penulis Tetralogi Laskar Pelangi

Langsung saja ya dilanjutkan salinanan wawancara Bang Andrea Hirata Sema dengan kru Paras….
Kapasitas otak kita sangat besar, tapi belum maksimal difungsikan. Bagaimana cara membentuk kekuatan pikiran?
Kekuatan pikiran dimiliki semua orang karena itu sudah karunia Allah. Kekuatan pikiran terbentuk melalui fokus dan punya strategi untuk mencapainya. Saya membuat penelitian tentang kekuatan pikiran dengan mengamati kegiatan sehari-hari. Ternyata 80 persen yang diurusi otak adalah yang tidak membuat pintar. Otak banyak dipakai untuk hal-hal remeh temeh. Memikirkan macet di jalan, bergunjing, sibuk memikirkan makan siang di mana. Otak yang dipakai menganalisis atau berkarya itu kurang dari 15 persen per hari. Bagaimana pikiran kita mau kuat dengan 5 persen kapasitas otak yang benar-benar tergali atau mungkin kurang?
Kekuatan piiran merupakan problem mendasar bagi bangsa kita. Kita tidak full capacity menggunakan otak sesuai dengan fitrahnya, sesuai dengan yang diberikan Tuhan. Padahal setiap hari kita mengalami 60 ribu simpul pikiran.

Bukankah kita juga perlu memikirkan rutinitas harian?

Ini hanya masalah self management. Sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan kapasitas otak secara penuh karena kesbukan sehari-hari. Ini masalah setting priority. Setiap ulang tahun saya sering meledek teman-teman, “Tambah usia tambah tua, mana karya?” Itu sebuah ungkapan untuk instropeksi perihal bagaimana bisa bekarya dengan kapasitas intelektual seperti itu.

Problemnya, bagaimana kita menjadi pribadi efektif. Kekuatan otak itu sudah gelombang kedua. Pada dasarnya semua kembali kepada behaviour yang berdasar pada mentalitas. Banyak orang yang tak cerdas tapi behaviour-nya bagus, jadilah ia orang yang berhasil dan berkarya.

Seperti apa korelasi kekuatan pikiran dan lahirnya perubahan?

Saya kira, salah satu dari cara berubah adalah dengan berubahnya cara pandang. Orang tak kakan bisa merubah cara pandang bila tak memiliki wawasan. Karena pengetahuannya amat terbatas, ia tidak bisa melihat dengan cara lain. Oran yang memiliki pemikiran baik, memiliki banyak cara untuk menempatkan dirinya. Sehingga ia bisa melihat satu topik dengan cara berbeda-beda. Karena pham dan memiliki pengetahuan, dari itulah ia berubah.

Kekuatan pikiran hanyalah entry atau isu, tujuan besarnya ada di belakan itu. Buat apa kita punya kekuatan pikiran jika tidak ada perubahan? Orang tak mau berubah karena dua sebab. Pertama, karena dia tak punya pengetahuan lain untuk menempatkan dirinya. Sehingga, ia melihat satu topik dari satu tempat berdiri saja. Atau kedua, dia berada dalam suatu perlindungan sistem, dia berada dalam suatu perlindungan sistem. Dia tidak mau berubah karena perubahan akan mengancamnya.

Perlu dicatat, kekuatan pikiran tidak relevan dengan pengakuan. Kini banyak orang yang secara formal memiliki tingkat pendidikan tinggi dan bangga dengan pencapaian edukasinya. Tapi mengapa mereka tidak berbuat banyak dibanding orang yang tak punya kapasitas intelektual sepertinya?. Banyak profesor-doktor yang hanya memikirkan periuk belanganya sendiri, ia tidak berbuat dan todak berkontribusi apapun bagi kehidupan. Orang-orang pintar dalam perpolitikan kita justru bisa membodohi orang dan juga membodohi dirinya sendiri.

Ketika sudah sampai di posisi aman, masih bisakah orang berfikir kreatif?

Terpulang pada integritas seseorang. Jika kita mampu dan mapan, punya titel akademi yang tinggi, apa jadinya tanpa integritas?. Melihat bawahan lebih pintar, dia akan susah-resah. Ingat, orang-orang kreatif sering disalah pahami dan dimarginalkan. Mereka dianggap vokal, sementara sistem yang ada terlalu minim untuk mengakomodasi gelagak ide dan kreasi mereka. Padahal, kreativitas adalah modal untuk berkompetisi di zaman sekarang. Mengapa mereka tidak difasilitasi saja?

Pesan buat perempuan Indonesia?

Saya percaya, wanita adalah suatu kekuatan dahsyat karena mereka memiliki controlling terhadap family culture budaya keluarga). Mari setiap wanita Indonesia yang berada di rumah tangga mencanangkan budaya membaca bagi setiap orang dalam keluarga, minimal satu jam perhari. Mari kita gerakkan kampanye membaca yang dimotori perempuan. Karena dari sanalah muncul kekuatan pikiran. Tanamkan perintah Al-qur’an, Iqra atau membaca!.

* * * * *

Salam Belajar Menguatkan Pikiran.

Perempuan


Responses

  1. betewe, udah lama ngga mampir kesini ah jadi malu..

    COGITO, ERGO SUM..

    * * * * *
    Perempuan
    Heleh heleh…. kalau malu berarti beriman dunk Sam Brain. Malu kan sebagian daripada iman* heeee….
    Lho bukanya kemarin juga dah mampir di i-m-a-j-i-n-a-s-i ?, oke koq komentar dari dirimu sam. Makasih dah mau kesini lagi

    Eh om Descartes banget neh….*Eh bener pa gak si? * 🙂
    Di kepercayaanku aktifitas berpikir bagian dari perintah-Nya lho, salah satu tanda orang yang beriman, beruntung dan atau bertaqwa juga 🙂

  2. mbak.. otak saya kalo untuk mikir berat-berat slalu heng..apakah otak saya bisa diupgrade ? 🙂

    * * * * *
    Perempuan:
    Agh yang bener? Sebenernya sudah di jawab ma Bang Hirata lho itu 🙂
    Menurut penelitian ahli neurolog *namanya gak jelas, karena memori nyimpennya gak serius* bahwa penggunaan otak atau otak yang sering dipekerjakan, justru akan mengembangkan jumlah jaringan otak. Ia akan terus berkembang dan membuat jaringan/ ruang2 baru. Hal ini bisa menunda/mengurangi atau bahkan mencegah penyakit pikun. Intinya si, coba gunakan lagi, lagi dan lagi, dimanfaatkan *kata ahli itu*.

  3. kalo falsafah kuno Jawa mengajarkan penyederhanaan permasalahan. makanya, petuah-petuah mereka biasanya sangat sederhana. kalo ditelusur jadi panjang lebar dan menyeluruh. tapi, otak harus selaras dengan sukma, supaya lebih dekat kebenaran.

    Perempuan:
    Yap Sam, saya percaya dengan ke-adiluhung-an falsafah kuno Jawa yang sekelas atau mungkin lebih tinggi dari kebijaksanaan Zen. Saya ingin mempelajari kekhasanahan falsafah jawa-Indonesian. Tapi ada kendalanya sam, soal sumber/refrensi. Bisa bantu sam?

    Penyederhanaannya gimana Sam Syeh? Caranya? Beri penjelasannya sam…. 🙂

  4. *pengen baca tapi ga tau mo beli bukunya dimana *
    hiks..

    maaf mba puan jarang maen kesini *OOT*

    * * * * *
    Perempuan:
    Ke sini aja gimana?. Tapi ditangung nyesel soalnya gak ada diskonan kayak di Malang yang lebih deket dari posisi Bang Al. heheee….

    OOT? Ya gak lah bang. Ini kan hanya karena waktu. Waktu terbatas, tapi banyak yang akan dikunjungi to? 🙂

    Maaf? Edeh-edeh… knp msti mta maaf? Biasa aja lagi bang, nyatai aja …..

  5. Walah, sosok andrea hirata memang lagi ngetop abis. saya pernah kontak mas andrea via HP-nya, *mbak puan dah punya no. hp-nya, kan? * iseng3 minta endors utk rencana penerbitan kumcer, eh, beliaunya bilang ndak sanggup. alasannya, cerpen2ku terbilang berat, halah. saya ndak tahu, alasan itu bisa jadi lantaran kesibukannya yang luar biasa padat.

    * * * * *
    Perempuan:
    Ember (emang benar)kalau bg.Hirata langi ngetop. Wuih bang sawal ngontak langsung?kok bisa dapet bang?. Hii saya lum punya lho bang. Btw, saya malah binun kalau dah punya No Hpnya mo diapain n ngapain?* belajar menggunakan kekuatan pikiran, Ikutan mimpi ah, heeheee…*.
    Luar biasa padat? Mungkin harus bagi waktu wat kerja-kerja kantornya dan sering jadi pembicara dimana2. Tinggal bicara dengan saya yang lum dilakukannya, heee *Walah2 ngarep, nduk2, eling3* 🙂

  6. saya juga tahunya katanya-katanya… muahahaha… :mrgreen: mungkin nanti saya buat posting soal penyederhanaan. prinsipnya kayak persamaan matematika aja kan…

    * * * * *
    Perempuan:
    Wah kalau kata si sumber pertama malah bagus tu sam, lebih valid,lebih akurat, hehehehe..
    Ya dibuat ya sam, biar saya tuh ngerti dan bisa paham gitu 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: