Oleh: Ningrum | 1 Maret 2008

Aisyah r.a, Perempuan Mempesona

Tulisan kali ini bebas terbatas. Bebas bagi siapa saja yang ingin atau tidak sama sekali berkepentingan dengan topik ini. Terbatas untuk kalangan tertentu karena, hal yang akan dibicarakan berkaitan dengan Aisyah radiallahuanhu, istri Nabi Muhammad SAW yang hanya dipercayai sebagian kaum tertentu sebagai sebuah ketauladanan atau bagian dari kebenaran-Nya. Jadi, sangat mungkin bisa jadi, tidak semua bloggers memiliki kerespect-an pada topik ini. Kalau beda, sepakat kip menghargai kan?.
* * * * *

Membaca buku Aisyah The True Beauty, berpenulis Sulaiman An-Nadawi, setebal 468 halaman, terbitan Pena Pundi Aksara, Agustus 2007 ini sedikit banyaknya dapat menyuguhkan rasionalisasi untuk pertanyaan saya soal Aisyah radiallahuanhu. Terutama soal karakter atau keistimewaan beliau sehingga menjadi perempuan pilihan-Nya untuk mendampingi junjungan Nabi, sang pioner zaman dan pembawa ajaran-Nya. Juga soal setatusnya sebagai satu-satunya istri Nabi Muhammad SAW yang bersetatus single-gadis-belia banget atau bukan janda berusia seperti istri-istri rasulullah lainnya.

Bloggers, dengan segenap keterbatasan, saya informasikan isi buku Aisyah r.a, kepada bloggers. Pernikahan beliau tidak didahului proses perkenalan-ta’aruf yang sebentar atau lama. Juga tak ada kejatuhan hati atau ketertarikan lawan jenis sebelum menikah antara keduannya. Yang diketahui Aisyah r.a adalah bahwa Muhammad itu rasul Allah juga sahabat dari ayahnya, Abu Bakar As-Sidiq seorang Quraisy. Sedangkan yang Nabi ketahui pada Aisyah adalah ia tidak lebih dari anak-anak, putri dari sahabatnya. Aisyah dipinang rasulullah di Mekkah saat usia enam tahun sedangkan rasul berusia 50 tahun setelah tiga tahun Khadijah r.a istri pertama Rasul meninggal di usia 65 tahun. Lalu, Aisyah r.a dan Rasul baru hidup bersama di Madinnah, saat Aisyah r.a berusia sembilan tahun bertepatan saat rasul Hijrah ke Madinah.

Bukan tanpa alasan saya kira, mengapa Allah mengirimkan Jibril dalam tidur Rasulullahl dengan membawa secaarik kain sutra. Ketika Rasul memerintahkan kepada Jibril untuk menyingkapnya ada wajah Aisyah di dalamnya. “Jika ini ketentuan Allah maka pasti Dia akan mebuatnya terjadi” kata Rasul dan hal ini pun datang dua kali dalam mimpi rasul (hlm 13). Artinya itu dapat dijadikan sebagai tanda bahwa, ia adalah perempuan pilihan-Nya untuk dijadikan sebagai pendamping rasul. Tapi mengapa mesti Aisyah yang baru berusia enam tahun bukan wanita 17-25 tahun atau katakanlah perempuan baligh (dewasa) atau seorang yang mumayiz (sudah megerti yang mana yang baik dan buruk)? Saya pikir Allah yang Maha Teliti sudah punya rencana dan perhitungan sendiri.

Meskipun demikian, saya tetap memperkirakan bahwa, jawabannya berkaitan dengan teori pendidikan. Bisa juga teori tabularasa dalam filsafat, atau kertas putih pada hadits atau “tulang” muda yang masih sangat mungkin dibentuk sesuai dengan tujuan. Maksudnya, pada usia belia, pengajaran atau penanaman nilai-nilai secara holistik itu lebih mudah dilakukan ketimbang mendidik anak yang sudah dewasa.  Apalagi Asiyah r.a sejak kecil sudah memiliki potensi dasar kecerdasan diatas rata-rata teman bermainnya. Ingatannya kuat, berani, kritis, penuh inisiatif, rasa ingintahunya besar, termasuk pada ajaran agama. Bahkan ia mampu mendengar dan mengigat dengan sempurna, saat bertepatan ia sedang asyik bermain dengan kawan-kawannya. “Ketika aku masih kecil dan suka bermain, Rasulullah menerima ayat “Bahkan hari kiamat itulah hari yang dijanjikan….Q.S al-Qamar 54:46”, ini diriwayatkan oleh Bukhari.

Buat saya, potensi tersebut semakin menguatkan bahwa beliau sudah memenuhi semua konsep pendidikan modern yang diperlukan dalam pembelajaran utama ala Jerome Brurner; Struktur (proses), kesediaan, intuisi dan motivasi. Dimanakah Aisyah r.a memenuhi keempatnya? Pada struktur atau proses, beliau sangat beruntung berkesempatan berproses/tumbuh dan mendapatkan pengajaran dari sumber dengan kualifikasi yang tidak diragukan lagi yakni ayahnya sendiri Abu Bakar-Asidiq yang dikenal jujur-lurus, keras dalam berpendirian tapi lembut hatinya. Berpengetahuan luas-paling dalam soal sejarah-geneologi Arab, juga piawai-menguasai syair Arab.

Pada kesediaan (mendapatkan pengajaran), beliau tidak bisa diibaratkan gelas kosong, melainkan gelas yang sudah berisi. Beliau sudah memiliki bekal yang tersimpan dalam memori berisi informasi sejak sebelum bersama Rasulullah. Hal itu ada hubungannya dengan lingkungan dimana beliau tumbuh. Terutama faktor keberadaan masjid di depan rumah beliau yang dibangun ayahandanya sebagai pusat berkumpul- berkordinasi untuk membahas perjuangan Islam, sekaligus sebagai pusat kajian dan penyebaran wahyu ataupun hadits. Hal itu saya pandang sebagai shock therapy bagi kesiapan beliau dalam berproses secara lebih baik pada sumber primer, yakni Rasulullah yang akan mendampingi perkembangan kematangan pribadi (akhlak) juga kematangan kognitif-berfikir beliau hingga tumbuh menjadi perempuan dewasa yang memiliki integritas dan siap berjuang meneggakan Islam pada saat Rasulullah masih hidup maupun setelah wafat.

Soal intuisi yang menjadi elemen ketiga saya kira, ketajaman intuisi beliau sangat dipengaruhi kebradaan Abu Bakar yang cerdas, bisa bersifat genetis ataupun tidak (tumbuh-berkemabng oleh pola didik ayahnya-ibunya). Dari Abu Bakarlah beliau mewarisi perasaan yang halus serta bakat luar biasa bakat tersebut bisa ditafsirkan sebagai kemampuan dasar- intuisinya dalam memperoleh pengetahuan. Lalu bagaimana dengan motivasi? Untuk beliau sudah tidak diragukan lagi soal ini.

Tanpa adanya motivasi yang kuat, saya kira sangat sulit sekali mengambil atau menerima apa yan ada, dalam hal ini ketauladanan sang ayah dan keinginan kuatnya memperlajari al-Quran ataupun menghafal banyak Hadits. Belum lagi beliau seringkali merasa tidak nyaman dengan ketidakpahamannya.

Sungguh beliau haus, penuh motivasi akan berbagai bidang pengetahuan dan jeli melihat peluang. Sampai-sampai ilmu yang tak ada hubungannya secara langsung dengan agama pun dikuasai beliau. Aisyah r.a, ummu mu’minin begitu mempesonakanku.

Kisahnya seputar kejeliannya “mencuri” ilmu, menjelang akhir hayat Rasulullah ketika utusan kabilah-kabilah dari berbagai penjuru Arab datang memberikan resep pengobatan untuk beliau. Aisyahlah yang meraciknya dan dari sana ia belajar. Hal tersebut pun membuat Urwah pun menyatakan bahwa tidak pernah menemukan orang yang memiliki pengetahuan tentang ilmu pengobatan melebihi Aisyah (hlm 381-382)

Oleh sebab itu tidak heran jika pada akhirnya beliau memiliki kemampuan yang bisa dikata mumpuni dalam segala hal ilmu fiqh, hadists dan pengobatan. Kerap ada dialog antara dirinya dan pra sahabat karena beliau piawai menterjemahkan dan menangkap intisari dan menghadirkan kelogisan dibalik sebuah anjuran/hukum atau larangan. Hal tersebut beliau lakukan pun tetap dengan berpijak pada sabda Rasulullah.

Beberapa contoh kasus argumentasi Aisyah r.a yang saya cuplik dari buku tersebut:

Pertama, maaf jika dinilai kurang santun, tapi inilah hukum-aturan wajib yang juga perlu diketahui, jadi tetap saya kemukakan. Soal mandi wajib ada penentangan Aisyah pada Jabir (tidak dijelaskan dalam buku siapa Jabir). Jabir mengatakan “Mandi wajib hanya diwajibkan jika sperma keluar”. Saya kira karena ada rasa tanggungjawab Aisyah r.a terhadap ajaran Rasulullah maka Aisyah pun buru-buru menampik pendapat Jabir tersebut dan berargumen-melogiskannya lewat riwayat beliau yang menyatakan penolakan atas itu. Aisyah berkata “Jika salah seorang diantara kalian berzina tanpa sempat mengalami ejakulasi, bukankah kalian akan merajamnya? Lalu mengapa ia tidak diwajibkan mandi?. Lalu beliau pun mengemukakan Jabir tidak benar. Karena Rasulullah pun pernah bersabda “Jika batas khitan laki-laki telah melewati batas khitan perempuan maka hal itu telah mewajibkan dilakukannya mandi”. Saya pikir hal ini sudah jelas, ada kelogisan, keabsahan yang didikung oleh sabda Rasulullah yang diingat dan dikemukakan Aisyah r.a.

Kedua, Suatu ketika Umar dan beberapa sahabat mengatakan bahwa tidak ada sholat apapun setelah subuh dan ashar. Ketika Aisyah mendengar hal itu, Aisyah r.a pun berargumentasi. “Umar salah memahami sabda Rasulullah saw. Beliau melarang kita untuk menunggu matahari terbit atau terbenam, lalu melaksanakan sholat ketika itu” (HR. Muslim). Menurut para ulama fiqh bahwa alasan dibalik larangannya shalat setelah shalat ashar dan subuh adalah waktu-waktu tsb merupakan waktu penyembahan matahati. Rasulullah tidak menginginkan hal tersebut dilakukan oleh muslim.

Ketiga, penjelasan Aisyah mengapa kaum Quraisy melaksanakan puasa Asyura’ (10 muharram). Menurut bellliau hari Asyura adalah hari ketika kain penutup ka’bah diganti. Hal tersebut beliau ungkapkan dengan dasar sabda Rasulullah yang membolehkan untuk berpuasa atau tidak pada hari asyura’ yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dauwud, Malik dan Darami.

Perempuan yang memiliki potensi seperti beliau membuat saya mengangguk pada sejarah, terlebih ketika beliau turun tangan menghadapi perpecahan kabilah-kabilah pasca Rasulullah wafat (akan ada di bagian 2). Jadi sangat beralasan jika Allah menjodohkan Rasulullah dengan beliau. Perempuan cemerlang dengan potensi yang tidak bisa diremehkan dalam literatur perempuan Islam.

Tulisan-recerita ini tidak berhenti di sini, selanjutnya akan coba saya receritakan-hadirkan soal kepribadian beliau. Berkaitan dengan sejauh mana beliau memanusiakan manusia lewat memerdekakan banyak budak juga sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang memiliki spirit persamaan dan pembebasan. Beliau juga berperan menciptakan para pemikir-lewat pengajaran yang dilakukannya. Serta pengaktualisasian dirinya pada perpolitikan ketika itu. Juga berikut kebergemingan saya pada argumen Aisyah r.a soal poligami yang juga muncul justu karena buku ini. Juga sisa pertanyaan saya untuk beliau soal sunah yang ditinggalkan beliau, sunah apa yang beliau maksudkan?.

Salam


Responses

  1. yah perempuan seringkali mempesona dengan kecerdasan dan keanggunannya. bahkan ketika mengemukakan pendapat dan ide kadang-kang perempuan lebih pintar dalam memberikan prolog dan pakaging sehingga ide atau cerita menjadi lebih nyaman untuk di dengar dan di pikirkan.

    tapi kadang2 perempuan malah menggunakan keperempuanannya dalam menyampaikan ide serta maksud nya. hal ini juga sangat pintar dan sering kali berhasil tapi faktor agama adalah sangat penting untuk menghilangkan sifat2 jelek tersebut.😀

    nice post.
    nabi menikah karna memang wanita itu adalah pilihan Allah buat buat Beliau.dan bukan memilihnya berdasarkan keperempuanan dan kecantikan lahiriah.

  2. Subhanallah ^-^ Aisyah memang perempuan cerdas (kebanyakan hadits shahih diriwayatkan oleh beliau kan?), dan (walau tak pernah bertemu) kurasa beliau orangnya energik. Emang ya?? slalu Pas kalo “perjodohan”nya diatur ama Tuhan.
    Salam Kenal ^-^.

    * * * * *
    Perempuan:
    Mbak ato sam Nurma ne?, yap cerdas ruarr baisa, subhanallah!. Betewe makasih dah mengingatkan, terlewat di postinga ini.

    Karena kecerdasannya, Aisyah r.a menduduki urutan keempat dari tujuh periwayat hadits terbanyak. Pertama, Abu Hurairah, meriwayatkan hadits sebanyak 5.364, wafat 57H. Kedua, Abdullah bin Umar r.a (2.630) wafat 73H. ketiga. Anas bin Malik, 2.286 hadits, wafat 91H. Di urutan keempat Aisyah 2.210, wafat 58H. Selanjutnya Abdullah bin Abbas 1.1660 hadits, wafat 68H. Jabir bin Abdullah 1.540 hadits, wafat 78H dan urutan terakhir Abu Sa’id al-Khudri 1.170 hadits, wafat 74H (hlm 295).

  3. Assalamualaikum….
    Afwan sebelumnya,apakah anda yakin Aisyah menikah saat berusia 7 atau 9 thn? Silahkan baca atikel saya di http://www.azansite.wordpress.com.
    Hanya sebatas untuk berbagi saja.
    Tetap semngat!
    Wassalam

  4. Waalaikumsalam….
    Tak perlu meminta maadf, Terimakasih sudah berbagi informasi. Keterangan usia Aisyah r.a silahkan baca buku Aisyah milik Sulaiaman an-Nadawi halaman 22,keterangan usia tersebut diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Darimi)
    Semangat Terus!!!

  5. nyuwun pangapuntyen sak derenge fgufjdfiuh iufgeroigihjoh ughuehgiu

  6. Subhanallah
    Saya malah posting dulu sebelum baca ini
    Harusnya baca blog ini dulu🙂

  7. Subhanallahuta’ala
    memang semua manusia yang disekeliling Nabi Saw adalah orang orang pilihan yang diamanatkan kepada mereka kesempurnaan dalam meniru Beliau Saw,maka sudah menjadi hal sepatutnya bagi kita mengikuti langkah mereka ini,ingatkah anda cerita ayahanda Aisyah Abu bakar as siddiq rodhiAllahuta’ala anhum yang berkata “haai umar! apakah akan aku biarkan agama ini berkurang ketika Abu bakar masih hidup” menanggapi protesnya beberapa kalangan ketika dikirimkan pasukan Osama bin zaid radhiAllahuta’ala anhum untuk memerangi kaum pembangkang pembelot dari ajaran Nabi Saw
    anak ora ninggal no lanjarane, tak iye.. nak kanak?
    Naah..mudahan-mudahan kita bukanlah manusia pengurang-ngurang agama dan penambah nambah syariat
    Adinda yang mulia nampaknya sdah lama tulisanmu tdk kamu kunjungi lagi.. tuh ada yang belum dibalas

  8. thanks wat tambahan infonya. Iya kebanyakan dari kita ingin yang mudah-mudah (padahal kita ini sudah dimudahkan dan ditambah mendapat banyak ruqsah;keringanan). Tapi sekarang banyak juga yang bikin ribet ajaran😦
    Ya saya ada kesibukan (sok sibuk, hihihi) kini saya datang lagi🙂

  9. msh adakah asiyah di era ini,,,,???

  10. Entahlah….

  11. MasyaAllah,sy sangat bangga mempunyai icon,panutan wanita muslim yang sangat mulia akhlaknya Aisyah RA,dan juga wanita utama lain spt Fatima az zahra dan Khadijah RA.smg Allah memuliakan mereka baik dunia maupun akherat,amiin

    @Ferial
    iya begitupun dengan saya. tiga perempuan yang pernah mendampingi Rasulullah saw itu memang luar biasa. Namun sayangnya kurang populer daripada Kartini, Fatima Mernisi, dsb.
    Amin….. untuk doa yang sama..

  12. assalamualaikum Ukhti…..masyaallah saya salut sekali dengan ukhti mau membahas mengenai aisyah r.a karena saya mencari kesemua toko tapi saya tidak menemukannya mengenai AISYAH R.A….

    Ukhti saya mohon ijin untuk mengcopynya dan saya ingin menambahkan dalam artikel saya sebagai pengetahuan dan saya ingin semua wanita mengenal siapa Aisyah R.A

    Terimaksih Ukhti dan selamat berjuang kembali untuk menulis kembali mengenai wanita wanita yang sangat mulia di zaman Nabi……!!!!!!!

    aku tunggu bloger selanjutnya dari Ukhti….. Wassalam

  13. @.ukhti ani
    iya sebenarnya saya sudah coba mengumpulkan satu persatu literatur tentang istri-istri Rasul juga anak perempuannya yang menurut Allah sangat mirip perangainya dengan Rasulullah SAW, yakni Fatimah Azzahra. Bukunya sudah ada dan jadi penghuni lemari bukusi sejak 2008 soal Khadijah r.a berikut buku sepakterjang beliau di dunia bisnis (2010) dan Fatimah Azzahra, juga salah satu buku yang meginfentarisir perempuan-perempuan mulia yang ada di jaman Rasulullah. Heee tapi karena saya sering “tergoda” dan tidak sabar ketika mendapatkan buku-buku baru menjadikan pembacaan saya beralih judul (sering kali begini). Jadi, niatan meresensi tertunda-tunda bahkan terkesempingkan hingga sekarang.

    Bahasan tentans Aisya R.a juga sebenarnya belum selesai, ada bagian lain yang belum saya ulas di sini. Tapi karena pembacaan terhadap buku tersebut sudah lama, menjadikan saya harus mengulangi lagi bagian yang belum terbaca itu. Hee beginilah jika tidak segera “diikatkan” dalam tulisan. “Ikatlah ilmu dengan (di) tulis(an)” kira-kira seperti kata salah satu sahabat nabi, Ali Karamaullahu wajha?.

    Terimakasih ya ukhti apresiasinya🙂

  14. Btw, buku ini sudah banyak dan beredar luas kok🙂

  15. Sebaiknya anda baca buku sejarah2 nabi muhamad karangn muhamad haikal,karena dari sekian banyak buku dan kitab yg saya baca buku ini yg hampir sempurna.aisyah. Bukan satu2nya istri nabi yg bukan single.istri nabi uga ada dari kalangan yahudi.belajarlah sampai akhir hayatmu.

    • sempat saya cari, tapi belum dapat tu buku. penerbitnya apa ya?.
      Oke deh trimakasih untuk masukan dan motivasinya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: