Oleh: Ningrum | 1 Maret 2008

Bahasa Keakraban dariku untuk-Mu

Dengan bahasa apapun Kau pasti mengerti kan? .Oh bodohnya diri, mengapa bertanya lagi. Jangankan bahasa, isi hati yang tersembunyi sudah tentu Engkau pun tahu, juga pada segalanya, diri percaya dan yakin itu.
Bisa kita bicara sebagai “sahabat”? Bukan bermaksud menghilangkan kemulyaan-Mu atau tak mengakui kehinaanku dihadapan-Mu.Hanya untuk menghilangkan sungkan. Hanya ingin akrab dengan-Mu. Ya, agar diri benar bisa dekat dengan-Mu.Cinta kan Kau dengan diri ini? Dari dulu, kini dan untuk esok, Kau selalu akan ada kan? Selalu akan menjagaku kan? Berisyaratlah, kalau Kau setia di sini. Seperti Kau kirimkan di malam kemarin lusa bahwa alm bapak baik-baik saja di “sana”. Sungguh, diri bukan memerintah-Mu, tapi memohon pada-Mu.

Seperti yang Kau katakan. Selangkah diri menuju Mu, 100 langkah Kau mendekati yang ini. Sehasta padaMu, sejengkal Kau datang kemari. Sadarkan diri ini, bukankah Kau sudah sedekat urat leher ini?. Jangan tinggalkan diri ini sendiri. Tolong temani untuk mengkhidmati rasa ini.

Seperti yang Kau janjikan. Ada keterpenuhan pada dua pertiga gulita-Mu kan?.Untuk siapa saja, juga untuk apa saja, bukan begitu?.Ampuni, jika itu-itu yang dimohon sejak lalu, jangan bosan ya. Ku mohon jangan murka, jika bahasa diri seperti ini. Sekali lagi, hanya ingin akrab dengan-Mu.

Ampuni jika diri rakus meminta. Diri memang pengemis sejak dulu di hadapan-Mu. Inilah wujud ketak punyaan dan ketak berdayaan diri atas yang ada. Sungguh diri ini menginginkanya. Silahkan gugat, jika itu tak baik untuk diri ini. Hadirkan kebenaran, bebas- boleh untuk dilanjutkan atau harus dihentikan.

Permohonan ini untuk Engkau yang berkuasa atas kami, atas rida, atas semua. Allah, kuserahkan ini padaMu. Ku memohon, ku memohon, ku memohon, ya Allah…..


Responses

  1. amiiin, ini bahasa religius yang sangat santun dan rendah hati sebagai wujud pengakuan kita sebagai manusia yang dhaif. mbak puan, salut abis deh dengan diksinya. narasinya ok banget. daku suka itu.

    * * * * *
    num:
    Terimakasih atas amiiinya….
    Oke? heheee bisa aja bang sawal ne, jangan gitu lah bang 🙂

  2. mendalam sekali!

    * * * * *
    num:
    Hmmmmm…..

  3. Hiks… napa jadi sedih begini saya yah!.. sueeeejuk! enak dikunjungi rupanya…

    * * * * *
    Hmmmmm…..

  4. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

    Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

    Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

    “Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

    “Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

    “Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

    Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

    “Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

    “Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

    Hutan lindung

    Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

    Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

    “Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: