Oleh: Ningrum | 11 Maret 2008

Keakraban Bloggers dan Masalah Asumsi Identitas

Kalau lagi jalan-jalan ke blog-blog dengan menilik komentar-komentarnya di sana. Saya merasa ada sebuah keakraban dan rasa tepa selira yang tinggi antara satu bloggers dengan bloggers lainnya. Seperti sudah kenal lama dan mungkin juga seperti sahabat, jadi tidak sungkan mau berkomentar apa saja. Terlihat dan terasa menyenangkan dan tak menjadi persoalan, meskipun komentarnya itu bentuk atau ekspresinya bermacam-macam. Ada yang emosi, ngasal, bercanda, provokatif (ngompor-ngomporin), serius, setengah serius campur bercanda. Semuanya bisa membuat berfikir dan atau mringis-mringis.Tapi bloggers, (mungkin ini cuma rasa saya saja,semoga saja tidak benar). Kok saya yang perempuan sepertinya tidak mendapatkan hal yang sama. Maksudnya, bloggers yang laki-laki kok tidak bisa bersikap sama akrabnya (dalam batas wajar tentu) dengan saya yang perempuan?, seperti halnya mereka (laki-laki) bisa sangat akrab dengan sesama bloggers laki-laki.

Ada yang salahkah dengan saya atau postingan saya? atau pada komentar saya yang pernah saya tulis di blog bloggers atau di komentar balik saya?. Kelirukah atau salahkah saya ketika bertanya kepada bloggers tentang perblogan yang benar-benar dilatarbelakangi oleh ketidak tahuan saya pada apa yang saya pertanyakan?, melanggar etika pergaulan yang diyakini bloggers kah itu?

Apa hanya karena saya perempuan, lalu muncul asumsi negatif terhadap saya, juga terhadap pertanyaan saya? Benarkah hanya karena identitas perempuan yang kebetulan saya miliki itu?Atau hanya karena apa yang saya gunakan? * wah, jangan-jangan malah saya yang berasumsi negatif terhadap keadaan*

Salam Tak Mengerti


Responses

  1. uhhhh tertohok sayah hahahhahhah
    btw mba keakraban yang tercipta sih bukan persoalan perempuan laki aja sih.. tapi kadang keakraban dari blog berlanjut sampai ke chatting2 segala nah dari sini malah keabrakan itu biasanya jadi lebih erat.. bahkan ada yang pcaran kan hehehhe

    *jadi inget “arisan mantan preman” yang orang2nya baru ketemu sekale di net lansung akrab sampe dikira teman sekuliahan*😆

    * * * * *
    Perempuan:
    Koq bisa sampe tertohok, napa sam?
    O gitu to sam Al, iya juga ya sangat masuk diakal, alasannya cukup bisa diterima. Btw pengalaman pribadi ya sam? witing tresno njalaran soko kulino nih, heheee.
    Welweh, mantan preman ada arisannya juga to, eh tapi asik tuh bisa langsung akrab, dengan mantan preman lagi, pengalaman n ceritanya pwasti bwannyak n sweru🙂

  2. gak tuh, perasaan sama saja kok.. mbaknya yang perempuan dan saya yang laki-laki gak ada beda di blog.. malah biasanya perempuan lebih dihormati kok.. heheheh.. ini malah saya sok akrab

    *dielus-elus pake sendal*

    hehehehe

    * * * * *
    Perempuan:
    Gak ada beda di blog? Ya semoga saja sam.
    Kalo di blog bentuk hormatnya gimana sam? hormat grak, tegak grak *hehe kek upacara*
    Wah jangan diusap pake sendal dong, bisa memar nanti. Apalagi pake sendal hak tinggi atau sandal teklek ala Oshin, hiks…

  3. mudah-mudahan hanya perasaan sampean saja, mungkin kalo saya terlalu banyak komen yang nyelekit lantaran kebiasaan barangkali hehehe….

    * * * * *
    Perempuan:
    Ya semoga saja hanya rasa yang sedang tidak tepat merasa. Nyelekit? Gak juga cak, keknya ndak ada yang nyelekit tuh komen cak di tempat saya😉

  4. mudah2an aku dan kamu sudah cukup akrab
    huhuhuhu

    * * * * *
    Perempuan:
    Ya sudah akrab sam, gak salah lagi🙂 Hihihiii
    *Ikutan huhuhu tanpa u tapi i*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: