Oleh: Ningrum | 25 Agustus 2008

Pertemanan dan Persahabatan

Keberadaan teman atau sahabat memang sangat menyenangkan bagi kita. Melalui tema, kita bisa berbagi segala hal yang memang perlu dan layak untuk dibagi. Cerita suka atau duka misalnya. Dengan demikian bisa mengurangi beban rasa atau pikiran (jika ada) kita. Kita (yanag bercerita) pun bias bermanfaat bagi teman kita yang ikut berbahagia akan kegembiraan dari cerita kita. Hmm apalagi jika kita bisa mengajak teman kita dalam prosesbahagia itu.

Manusia dalam teori dan prakteknya adalah makhluk individual sekaligus sosial. Barangkali bias diibaratkan seperti mata uang. Satu sisi bisa sangat egois, disatu sisi juga sangat sosial. Yang akan saya bahas kali ini adalah poin kedua, pada sub bagian dari peran atau kebutuhan sosial, terutama soal pertemanan-teman atau (per)sahabat(an).

Pertemanan dan persahabatan saya pikir memiliki kebedaan. Teman itu ya teman, kita bisa berteman dengan siapa saja. Baik dengan orang yang baru kita kenal atau yang sudah lama bergaul dengan kita. Apalagi jika atau ketika sang teman menerima dengan baik keberadaan kita, pertemanan akan sangat menyenangkan. Bisa juga, teman itu tidak berlapang dada akan keberadaan kita dengan segala kesubyektifitasnya; baik berdasar menurutnya ataupun tidak berdasar menurut orang lain.

Yang menyenangkan, keragaman teman bisa membuka wahana pikir dan mengasah rasa. Tukang ojek, office boy, supir, petani, pegawai rendahan hingga petinggi;pejabat yang bernurani atau tidak berhati bisa bernilai bagi kita (ya kalau ingin mencari dan mendapatkan manfaat, sama halnya ingin mencari arti dan memperoleh arti dari segala yang ada). Ibarat memandang segi delapan tidak hanya dari satu titik.

Lalu, persahabatan saya kira adalah hubungan yang lebih akrab dari sekedar pertemanan. Barangkali, sahabat lebih mendapatkan porsi yang lebih untuk kita bisa menceritakan sesuatu hal yang memang bersifat terbatas untuk dikonsumsikan ke orang lain (sahabat kita). Artinya, kadar kepercayaan kita terhadap sahabat itu setingkat atau dua tingkat atau lebih tinggi daripada teman;pertemanan. Biasanya hubungan ini akan muncul dengan waktu dan proses yang lebih panjang dari pada pertemanan.

Pernah lihat film The Lord of the Ring? Banyak nilai positif yang ada disana, salah satunya yang berkaitan dengan ini adalah kesetiaaan dan kejujuran seorang sahabat. Kisah persahabatn antara Sam dan Frodo (tokoh utama) dalam film terse but. Apapun dan bagaimanapun kondisi Frodo, Sam selalu ada dan siap untuk Frodo. Perjuangan sepassang sahabat penuh keharuan. Ya Sam merelakan dirinya untuk menemani Frodo demi mengantarkan cicin yang memiliki kekuatan jahat untuk dihancurkan di sebuah gunung berlarva yang sangat jauh jangkauannya dari manusia dan hanya Frodo yang sanggup untuk memikul misi tersebut. Sebaliknya, dilain pihak cicin tersesbut  dicari-diperebutkan oleh tokoh dunia hitam yang berambisi untuk menguasai dunia dengan cicin itu.

* * * * * *

Teman atau sahabat, adalah jenis hubungan yang cukup menyenangkan bagi kita. Sangat menyenangkan dengan catatan; keduanya bisa menjaga hubungan dengan kesadaran masing-masing, maksudnya sadar atau berusaha memahami kondisi teman, psikologis atau nonpsikologisnya. Selain itu, mengurangi segala pikiran negatif (jika ada) atau prasangka terhadap teman kita. Ya, hitung-hitung latihan menyehatkana diri sendiri, saya kira tiadak terlalu merugikan. PR lagi neih….

Terlebih sangat menyenangkan jika, pertemanan itu muncul karena tidak memiliki tendensi apapun dari kedua belah pihak atau “kepentingan“ yang tersembunyi atau tidak melibatkan “rasa”. Semuanya begitu apa adanya, semua terbuka tak ada manipulasi laku dan rasa, tak ada basa basi yang busuk, suka tidak suka;cara (senang tidak senang) tetap tersampaikan. Semua bisa memberi untuk membantu atau berbagi ke-bias-an dan ke-tahu-an untuk mencerahkan. Sehingga semuanya bisa saling belajar dari dan untuk menjadi lebih baik. Ya, ini lah perlunya dan berartinya pertemanan dan persahabatan sesungguhnya. Bukankah banyak hal yang sebaiknya dikomunikasikan agar semuanya tetap baik-baik saja tanpa prasangka? Tak merugikan bukan?. *

Belajar jujur dan memaknai warna warni hidup 🙂

Salam Pertemanan dan Persahabtan 🙂

 

Iklan

Responses

  1. teman dan sahabat diantara satu yang saling melengkapi

  2. Ya, kita pun bisa belajar dan mengassah pikir dan rasa atass keberadaan teman dan sahabat.

  3. Ningrum bilang, teman itu bisa siapa aja
    kl begitu berteman yuuuk !
    aku masih ingat film Shahrukh Khan, KKCH, yang sangat populer di Indonesia sekitar tahun 1994
    di situ dikatakan, pyar is dosti ( cinta itu persahabatan)

  4. Ya, kita berteman. Gak susah kok, asal gak dibikin susah n ribet 🙂

  5. Kata pepatah arab, “jika ingin tau seseorang, lihatlah orang-orang yang ada di sekitarnya”.. kurang lebih maksudnya, bahwa teman dan pergaulan sangat memengaruhi pola laku seseorang, hingga orang arab bisa mengatakan bahwa pergaulan dan pertemanan bisa menjadi cermin pribadin seseorang.

    • hati2 lho berteman sama orang arab, apalagi yang arabatinggenah.

  6. alangkah gampangnya mencari seorang teman pada era sekarang, mbak ningrum. siapa pun bisa menjadi teman kita. namun, agaknya bukan hal yang mudah utk menemukan seorang sahabat, apalagi sahabat sejati. semoga keberadaan teman, juga sahabat, membuat hidup menjadi lebih dinamis dan enjoy. salam kreatif!

  7. 4Sam Gempur:
    Wah keknya senada dengan teori pendidikan ni, faktor eksternal. Btw kemungkinan besar begitu sam. Brangkali tepatnya teman yang memiliki intensitas kebersamaan tinggi, bisa fisik;berkomunikasi face to face juga atau psikologis, kata lainnya si (teman karib)

    4Bang Sawal:
    Salam kreatif juga bang!!, kembali saya harus setuju :-). Tak mudah mencari kesejatian yang saya dekatkan pemaknaannya dengan ke-tulusan; sahabat yang tulus.
    Ya semoga saja, kita bisa selalu belajar hidup dan belajar untuk berarti dari teman atau sahabat.

    • apalagi sampai biologis..

  8. sesuatu yg mudah dkatakan tapi tdk smua org dpat memaknainya..

  9. bisa minta tolong??? saya sedang nyari teori tentang pergaulan. bisa kasih referensinya? tolongin ya…. tengkyu.
    nurul

    • buat mbak Nurul.. banyak kok buku2 nya ato coba di klik di google tentang Realtionship. met kenalan ya….,

  10. no money no honey..heve money good boy, heve no money goodbye…

  11. Makasih sam Dalbo, oh ya mbak Nurul dah ada yang memberi jawaban :-).
    Wahaha, itu mah itung-itungan banget sam 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: