Oleh: Ningrum | 13 September 2008

Covey, Semar dan Pandawa; Langkah Menuju Manusia Paripurna (Bagian 1)

Saya pikir, tak terlalu berlebihan jika menyebut The 7 Habits of Highly Effective People-nya Steven Covey (SC;1990) yang kemudian mengalami perkembangan di 2004 menjadi The 8`th Habit From Effectiviness to Greatness adalah sebuah konsep untuk mencipta manusia paripurna (bukan sempurna, coz no body is prefect). Hal itu tersirat pada buku The 7 Habits of Highly Effective People versi Semar dan Pandawanya Pitoyo Amrih.

Saya kira (hipotesa dari hasil membaca buku tersebut), keparipurnaan  manusia itu ada ketika ia sudah berhasil melatih dirinya, mengefektifkan dirinya terhadap hidup sehingga mampu membangunkan kesadarannya hakikinya (menghidupkan lentera hati) dan mengoptimalkan segala potensi yang dianugrakan Sang Maha Pencipta.

Lalu, keparipurnaan itu lebih terdapat pada kondisi psikologis. Kondisi yang akan berpengaruh dan sangat mandominasi tindakan dan keputusan yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari. Keduannya akan muncul dari keyakinan akan tuntunan nilai-nilai (suara hati;kebajikan) yang dipegangnya untuk berusaha kepada tujuan “besar“ hidupnya hingga juga bisa hidup dengan  dan menjadi manusia paripurna.

Bagaimana teknisnya? Teknisnya saya dapatkan di buku yang tampaknya meresume sekaligus mencoba menggali dan mencocokkan nilai Barat (Covey) dengan khasanah timur (Indonesia) khususnya dunia pewayangan Jawa-Ramayana. Pitoyo Amrih, penulis buku yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People versi Semar dan Pandawa juga tampak mengambil intisari TheThe 8`th Habit  From Effectiviness to Greatness nya Covey. Bukunya sangat Covey dan sangat wayang. Ia berusaha menunjukkan bahwa Semar dan Pandawa yang Jawa dan nge-Ramayana-ni (yang lebih tua usianya) juga penuh dengan atau memiliki ke-adiluhung-an  atau kebiasaan-kebiasaan positif-efektif seperti yang dipopulerkan Covey:

1. Proaktif
Dalam dunia wayang Semarlah yang menjadi representasi keproaktifan.
Sebelum membahas lebih jauh. Semar yang bernama Sang Hyang Ismaya adalah salah satu dewa yang diciptakan Sang Maha Pencipta (Batara Tunggal). Sebagai dewa ia melakukan pengmatan terhadap kehidupan di bumi. Dari hasil pengamtan atas manusia yang dinilali terlalu loba juga angkuh. Ia pun melakukan permenungan dan merasa memiliki tanggungjawab untuk memperbaiki-meluruskan keadaaan atau mengabdi kepada kebenaran (prinsip dan tujuan semar menjadi manusia) sebelum benar-benar kembali pada Barata Tunggal. Lalu ia memilih mengakhiri kedewaannya dan bereinkarnasi menjadi manusia bernama Semar Badrayana.

Ia seringkali memilih diam terlebih dahulu melakukan permenungan untuk mendapatkan “ada apa dibalik apa yang ada dan itu berarti apa” , inilah yang disebut Pitoyo sebagai ke-proactive semar. 
Keproaktifan itu ditunjukkan Semar ketika mengabdi kepada Prabu Arjunasasra di Karajaan Maespati Karang Tumaritis. Semar adalah sosok yang low profile, juga mengetahui latarbelakang/sejarah masa lalu orang yang ditemuinya (sakti), berwawasan luas dan memiliki kedalaman;pemahaman terhadap makna kehidupan . Suatu ketika, Patih Sumantri (tangan kanan Arjunasasra) yang terang-terang menghardik, meremehkan dan tidak menerima kehadiran Semar. Karena memiliki keproaktifan dan bisa mengetahui latar belakang/sejarah seseorang yang ditemuinya, termasuk Sumantri maka, hal-hal yang sejatinya memancing emosinya tak ditanggapi secara reactive.

Setelah lama berbincang, paradigma Sumantri terhadap Semar berubah. Tampaknya Semar mampu meyakinkan Sumantri bahwa ia bukanlah  orang sembarangan, dapat menyadarkan dan membuka hati dan  pikiran Sumantri. Sumantri meminta maaf atas sikapnya.
 “eeei, Raden,…Raden tidak perlu meminta maaf kepada saya, ketika saya merasa seorang berlaku salah terhadap saya, saat itulah saya telah memaafkannya, walaupun tak ada kata maaf darinya….”.
Begitu dalam setiap kata kakang Semar” balas Sumantri.
 “Saya hanya berusaha memaknai setiap apa yang saya lihat, Raden…” Kata Semar
“Yang penting bagi panjenengan adalah semua kejadian itu bisa memberi pelajaran kepada Raden, untuk lebih menghargai kehidupan…”
 
Keproaktifan Semar juga terlihat saat melerai adu kesaktian antara dua kesatria-sakti lagi rupawan yang sanggup meluluhlantahkan alam sekitarnya. Perseteruan itu berakhir imbang, keduannya tak ada yang memenangkan pertikaian, sama-sama luka parah hingga menjadi buruk rupa dan cacat fisik permanen. Melihat itu Semar merasa memiliki tanggungjawab untuk merawat, memperbaiki hubungan-menghilangkan permusuhan, menyadarkan keduannya.

Hingga  akhirnya sekian lama keduannya mendapatkan pembelajaran dari Semar, baik melali wejangan yang disampaikan maupun pada teladan tingkah laku yang diperlihatkan Semar. Kebersamaan mereka dengan Semar membuat keduannya sadar sipa sebenarnya mereka, apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak. Mampu membedakan baik dan buruk, mengalahkan ego hingga merekapun memiliki  kemampuan memimpin dirinya (hlm116-117).

Hal itu menunjukkan bahwa sikap proactive Semar tidak lagi berpusat pada lingkaran pengaruh dirinya, melainkan meluas-membias dan memberi energi positif berupa sikap proaktifnya Bambang Sukati yang kemudian diganti namanya oleh Semar menjadi Nala Gareng dan Bambang Penyukilan berganti Petruk Kantong Bolong.

Covey  pun merumuskan ciri-ciri orang yang memiliki kebiasaaan proaktif, Seperti halnya bisa kita kenali juga dari tindakan Semar terse but diatas :
*.Nilai-nilai yang dianut selalu menjadi refrensi utama dari respon yang dinjukkannya.  Yang bersankutan berusaha konsisten terhadap nilai-nilai tersebut. Jika ia adalah seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, setiap tindakannya merujuk  kepada nilai tersebut.
*.Akan selalu bertanggungjawab terhadap setiap tindakan  dan keputusannya.
*.Peduli terhadap lingkaran pengaruh dimana ia ada dan bisa berbuat sesuatu, membantu memecahkan persoalan.
*.Respon terbaik yang ditunjukkan adalah hasil dari  berfikirnya

2. Begin with end in mind; merujuk pada tujuan akhir
Ini bias disebut dengan memulai dengan tujuan akhir. Kebiasaan ini disebut sebagai kebiasaan personal leadership. Hal ini didahului dengan meyatakan dan menginfetarisir misi pribadi sesuai dengan tujuan hidup masing-masing. Menurut saya, misi pribadi yang dirumuskan akan sangat mengandalkan imajinasi (silahkan klik imajinasi-manfaat- yang sebelumnya sudah pernah saya tulis), berkaitan dengan ini saya golongkan kedalam ke-detail-an kreasi mental yang kemudian pada waktunya akan menjadi sebuah kreasi fisik;mewujud, seperti yang dibahas dalam buku ini.

Menurut Pitoyo, kebiasaan kedua ini sangat identik dengan karakteristik Yudhistira alias Raden Samiaji (si sulung pandawa). Saya agak kesulitan  menemukan misi Yudhistira sesungguhnya dalam buku ini. Walaupun Pitoyo berkali-kali menuliskan Yudistira sangat kuat memegang dan konsisten-setia terhadap misinya (hlm 123-130). Tapi apa jelas misinya itu tidak saya dapatkan kecuali; Yudistira ingin mengalahkan-menyadarkan Kurawa.

Namun saya pun tidak habis pikir hanya itukah misinya? Misi hidup Yudhistira untuk seorang Kurawa dengan jalan mengorbankan kerajaan Hastinapura; dan mengakibatkan pandawa terusir dari sana. Mengorbankan Drupadi; Istrinya yang menjadi taruhan dalam permainan dadu antara Yudhistira dan kurawa.  Serta kerajaan Amarta (Karajan keduannya yang dibangunnya bersama adik-adiknya) juga menjadi taruhan dalam permainan keduanya dengan Kurawa, lalu kembali Drupadi menjadi tumbal.
Menurut saya, dalam kebiasaan kedua;merujuk pada tujuan akhir ini lebih sangat dekat dengan karakteristik Semar daripada Yudhistira.

Pitoyo seperti yang dilakukakn juga dalam pelatiha-pelatihan kepemimpinan umumnya, méngajak  menuliskan misi dari yang paling kecil ke peran besar yang kita inginkan sebanyak-banyaknya. Akhirnya, sampai kepada pertanyaan “Apa misi kita sebagai manusia yang dihidupkan dan menjalani kehidupan di bumi ini? Untuk menilai apakah hal ini misi yang terbesar, dikembalikan kepada pembaca untuk memikirkan dan merenungkan misi terakhir tersebut. Di poin inilah  juga menjadi salah satu ciri kebiasaan untuk menjadi manusia effective seperti Covey sebutkan. Rumusan-rumusan tersebut akan menuntun-mengarahkan dan mengingatkan setiap tindakan-tindakan atau keputusan yang diambil. ***Blog Perempuannya Ningrum

Bersambung


Responses

  1. Wah wah wah… pintar sekali si mbak ini… Saya baca bukunya Covey ndak tamat – tamat bertahun – tahun hehehe… Ayo mbak disambung lagi…
    -Mee-

  2. kalo menurut saya sih, belajar soal Jawa mestinya dari sumber di Jawa. bagaimanapun pintar orang asing, mereka tetap bukan Jawa.:mrgreen:

  3. 4. Mbak Mee
    ni diposting sambungannya- berikutnya mbak.
    4.sam Siti Jenang
    Keotentikan ya sam maksudnya? heee postingan ini cuma upaya saya belajar/tahu tentang nila-nilai jawa yang ternyata juga sangat progresif-efektif juga positif. Lewat bukunya Pitoyo, ternyata Nilai Jawa dekat dengan the 7habbitnya Covey🙂

  4. sepintas saya lihat Pitoyo mengadopsi pemikiran Covey lalu dicarikan padanannya dalam kultur Jawa. padahal ada Hastabrata, watak delapan dewa. inilah simbol manusia paripurna. berhubung sangat jarang yg bisa mencapainya, delapan parameter itu lalu dijadikan pengukur kualitas pimpinan. tapi kemudian Covey mengoreksi jadi delapan. jangan-jangan dia justru lebih nJawani… muahahaha

  5. 4.Sam siti jenang
    Ada lho di postingan saya kata2 “Bukunya Pitoyo sangat Covey dan jawa” yang itu berarti ada pengadopsian. Tapi bukan memaksakan lho, orang nyatanya memang ada kesesuaian watak tokoh pewayangan dengan konsepnya Covey *kesimpulan saya dari bukunya Pitoyo*. Soal manusia Paripurna itu hanya sebutan dari saya untuk menyebut masnusia yang bisa komit dengan The 8`th Habit From Effectiviness to Greatness.
    Covey lebih njawani? bisa jadi ya sam, soalnya hastrabata-watak delapan dewa (saya juga belum tahu soal ini) gak disebutkan oleh Pitoyo, malah justru Covey yang memunculkan kembali dengan sudut pandang yang berbeda-bukan wayang🙂

  6. SALAM keNAL..mbak….
    KEREN BLOGNYA…MAKASIH..atas TULISANNYA
    just info;
    INI ADALAH pusakanya eyang SEMAR
    mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
    1. tidak pernah lapar
    2. tidak pernah mengantuk
    3. tidak pernah jatuh cinta
    4. tidak pernah bersedih
    5. tidak pernah merasa capek
    6. tidak pernah menderita sakit
    7. tidak pernah kepanasan
    8. tidak pernah kedinginan
    YANG LEBIH MENARIK LAGI JIKA DIBEKALI dengan COSMIC QUOTIENT..Mungkin dalam agama import disebut sifat 20(melihat dgn kacamata tuhan,bicara dgn bahasa&content kalam illahi,mendengar dengan telinga tuhan etc…) dimana figur tersebut,,,menjadi omni potencial..dan holystic personal…insan KAMIL/MANUSIA PARIPURNA…
    F Y I..di GUNUNG MURIA ADA SEBUAH MAKAM TUA (Posisinya kearah kanan jika sn.MURIA KEARAH kiri) ..BELIAU ADALaH GURU DARI SUNAN MURIA..uniknya disitu ada TULISAN HONOCOROKO…Setlah saya pertanyakan ke jurukuncinya,,,ternyata salah satu maknanya sama persis dengan ESENSI dari THE POWER OF NOW nya..si “TOLLE” ECKHART..(jangan2 dia reinkarnasi dari wong jowo hehehe..ATAU COVEY MANTAN PENDUDUK TROWULAN/MAJAPAHIT)
    allhaMDULILLAH ternyata aku ada buku yang membahas hal tersebut dan cetakan tahun 1938..
    SEBETULNYA BANYAK HAL YANG TAMPAK BARU ..WALAUPUN SEJATINYA HANYA KemasanNYA YANG BERBEDA…
    karna semua sudah ada dan tersedia ,, kini hanya “paswordnya” untuk download “data” dari cosmic…sudah kita miliki atau belum…
    lebih bijak jika menengok kembali ke”dalam” budaya jawa..banyak lho yang menarik…apalagi..jika baca soal kaitan ATLANTIS &JAWA

    SALAM CAHAYA

  7. TAMBAH SEDIKIT soal HASTA BRATA..

    Secara etimologis, “hasta” artinya delapan, sedangkan “Brata” artinya langkah. Secara terminologis berarti delapan langkah yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mengemban misi kepemimpinannya. Langkah-langkah tersebut mencontoh delapan watak dari benda-benda di alam yakni Bumi, Matahari, Bulan. Bintang, Api, Angin, laut, dan Air.

    Bumi, wataknya adalah ajeg. Sifatnya yang tegas, konstan, konsisten, dan apa adanya. Bumi menawarkan kesejahteraan bagi seluruh mahkluk hidup yang ada di atasnya. Tidak pandang bulu, tidak pilih kasih, dan tidak membeda-bedakan.

    Matahari selalu memberi penerangan , kehangatan, serta energi yang merata di seluruh pelosok bumi. Energi dari cahaya matahari juga merupakan sumber energi dari seluruh kehidupan di muka bumi. Pemimpin juga harus memberi semangat, membangkitkan motivasi dan memberi kemanfaatan pengetahuan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

    Bulan memberi penerangan saat gelap dengan cahaya yang sejuk dan tidak menyilaukan. Pemimpin yang berwatak bulan memberi kesempatan di kala gelap, memberi kehangatan di kala susah, memberi solusi saat masalah dan menjadi penengah di tengah konflik. ENLIGHTAINMENT..SEORANG PENGHIBUR SEKALIGUS PENNUNTUN PENCERAHAN…

    Bintang adalah penunjuk arah yang indah. Seorang pemimpin harus berwatak bintang dalam artian harus mampu menjadi panutan dan memberi petunjuk bagi orang yang dipimpinnya. YAKIN DAN KONSISTEN karena tidak pernah PLIN-PLAN bisa menjadi pedoman arah dalam melangkah.

    Api bersifat membakar. Artinya seorang pemimpin harus mampu membakar jika diperlukan(TEGAS). Jika terdapat resiko yang mungkin bisa merusak organisasi, kemampuan untuk merusak dan menghancurkan resiko tersebut sangat membantu untuk kelangsungan oraganisasi.

    Angin adalah udara yang bergerak. (FLOWING mengisi kemanapun)Maksudnya kalo udara itu ada di mana saja. Dan angin itu ringan bergerak ke mana aja. Jadi pemimpin itu, meskipun mungkin kehadiran seorang pemimpin tidak disadari, namun ada dimanapun dia dibutuhkan. Pemimpin juga tak pernah lelah bergerak dalam mengawasi orang yang dipimpinnya. Memastikan baik-baik saja dan tidak hanya mengandalkan laporan yang bisa saja direkayasa.

    Laut atau samudra yang lapang, luas, menjadi muara dari banyak aliran sungai. Artinya seorang pemimpin mesti bersifat lapang dada dalam menerima banyak masalah dari anak buah. Menyikapi keanekaragaman anak buah sebagai hal yang wajar dan menanggapi dengan kacamata dan hati yang bersih.

    Air mengalir sampai jauh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Meskipun wadahnya berbeda-beda, air selalu mempunyai permukaan yang datar. Artinya, pemimpin harus berwatak ait yang berprinsip keadilan dan sama rata, kesamaan derajat dan kedudukan. Selain itu, sifat dasar air adalah menyucikan. Pemimpn harus bersih dan mampu membersihkan diri dan lingkungannya dari hal yang kotor dan mengotori.

    Delapan watak benda-benda alam ini mampu menjadi contoh bagi seorang pemimpin dalam mengomando orang-orang yang dimpimpinnya menuju tujuan organisasi.

    SALAM CAHAYA …LAGI …HEHEHEHE33X

  8. 4.Sam Antum?
    Salam kenaljg, selamat datang sam antum, Di blog yang apa adanya ini. Saya yang seharusnya berterimakasih untuk informasinya, keren😀
    Hmm… kembali saya tahu ketidak tahuan saya, ketidaktahuan yang menyedihkan, tapi juga sangat menyenangkan- karenanya saya jadi pengen tahu apa-apa yang sudah disebutkan sam antum.
    Saya juga sepakat, banyak hal seperti berbeda dari luar, ternyata beresensi sama. Apa ini berarti bahwa sesungguhnya kreator-kreator itu memiliki persepsi yang sama terhadap suatu-satu nilai, (nilai;kemanusiaan-kehidupan; yang ternyata tidak berubah/tidak banyak berubah dari zaman Semar hingga Covey atau Tolle). Hanya berbeda dalam pengungkapannya, ada yang sangat filosofis-teoritis; panjang lebar dan ada yang memilih untuk lebih singkat-praktis.

    Ya, saya pikir budaya Jawa itu menarik, terutama soal filosofi manusia dan kehidupan. Btw, buku yang tahun 1983 boleh nge-copy?

    * * * * *
    Tambah banyak juga gak papa sam. Sekalian buat nambah perbendaharaan saya dan blogger yang baca hasta brata ini…
    Weehh… ternyata Hasta Brata:Jawa juga dekat-dekat dengan The Tao, The Taonya China dan The Tao of Islam juga. Tampak kenal baik mereka. Heee…
    Dalam diri yang termasuk dari alam-microcosmos ternyata memiliki potensi atau turunan macrocosmos, salah satu jadinya ya ini-hastabrata. So, Everyone have been a great potencial to be holistic personal. Isn’t easy?!, keep going on to learn, learn and learn. Barangkali ini yang menjadi alasan Sang Pencipta menjadikan kita sebagai khalifah fil ard.

    Salam pencerahan juga🙂

  9. Hi Ningrum,,,,Talk about cosmic quotient,,or,,great potencial to be holistic personal….Let,s take a look a round at diddiqawali.blogspot.com,,,propably maybe,u r interest,,it,s a cool blog..from indonesian composer&light worker…it,s same vision with your,s …….diddiqawali.blogspot.com

  10. Artikel yang bagus, Covey, Semar dan Pandawa; Langkah Menuju Manusia Paripurna (Bagian 1).

    sambungannya, dongg..

    Admin http://bersamatoba.com
    Ivan N70

  11. 4.Sister Angel
    Hi… Wow!! ur name is very beautiful🙂.
    I think this topic very intresting. But i just go there and must go to read, hopely that blog is reconcilable to me-to all. Tq for ur information and ur attention. Btw,i think my blog is nothing special,so indifferent

    4.Bersama Toba
    Tuh sudah ada kok sambungannya (bagian duannya) tinggal di klik aja

  12. as.w.w.
    mbak,,,sorry baru balik lagi….
    saya baru pindahan,,,so repot n seluruh,,,,buku,,,maasih,,,di kardus…karna ini pindah sementara ,,berarti akan hijrah lagi,,,tunggu perintah yang di”dalam”..aku belum bisa copyin buku tahun 1938 tsb,,,,nanti kalau sudah di tempat yg dituju baru bongkar kardus,,,,aku janji….
    bai de wei,,,;aku udah lihat…blog yang dimaksud mbak angel…memang keren si,,,dengan satu persamaan semangat dengan kita”’berbagi cahaya,,nur,,light…kayaknya anda harus kasih semangat n maasukan tuh buat..mas diddi agepe…(diddiqawali.blogspot.com)

  13. 4Sam Antum? bin Sunya Ruri
    Pindah2x mau kemana?. Perintah dari “dalam” maksudnya?
    Ya3x ditunggu copy-annya, makasih ya.
    Blognya sam diddiqawali Ada kata2x yang serupa dengan blog ku, koq bisa ya?.

    Lah, blog punya dirimu mana? *ikut pertanyaan sam siti jenang*.

  14. thank’s tulisannya. ada beberapa poin yg akan saya pakai utk makalah sy. oh ya, kunjungi juga ya blog saya, thank’s.

    http://www.lifeschool.wordpress.com
    (the 1st Daily Updated Indonesian blog)

    Sukses, demi Indonesia Raya!

    Bhayu M.H.

    @bg bhayu, terimakasih apresiasinya, semoga bermanfaat.
    Salam sukses selalu!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: