Oleh: Ningrum | 28 November 2008

Anak-anak

berguna melatih saraf motorik, sensorik serta meningkatkan daya konsentrasi

Menulis: berguna melatih saraf motorik, sensorik serta meningkatkan daya konsentrasi

Tanpa beban, ceria, lincah, penuh tawa dan canda, mengundang tawa, spontan,  polos, jujur dan apa adanya, itulah anak-anak dengan segala lakunya. Kehadiran dengan segala lakunya selalu dinanti guna meramaikan dan mengharmonikan suasana, menyehatkan hati dan menantang orang dewasa untuk belajar menjadi benar-benar dewasa dan bertanggungjawab.

Berinteraksi dengan mereka juga cukup menyenangkan, bahkan juga bisa belajar banyak dari sedikit pengalaman anak. Repotkah? Barangkali memang perlu terlebih dahulu mengetahui watak anak yang sepertinya memiliki sifat bawaan masing-masing (baik terbentuk-terdidik kala ibunya mengandungnya atau hasil interaksinya dengan ayah dan ibu pasca dilahirkan).

Karena itulah (waktu, kondisi psikologis yang membentuk dan tempat; keadaan tumbuh kembang yang berbeda) anak yang satu dengan yang lain memiliki ke-khasan, keunggulan-kemampuan dan kelemahan yang tak sama. Sepertinya dalam kondisi ini, dibutuhkan kekreatifan untuk menanganinya. Sebelumnya memang, tampak perlu untuk mengetahui apa maunya dan bagaimana memfasilitasi kemauannya tersebut. Hmm… tersering harus mengedepankan kesabaran dan sesekali meciptakan ketegasan (tergantung pada kasus).

Tapi sesungguhnya (sejauh yang terlihat dan terasa sampai kini) mayoritas dari anak-anak memiliki  kebutuhan dasar untuk diperhatikan. Mereka sangat-sangat ingin diberi perhatian. Cara yang ditempuh  anak-anak untuk menarik perhatian guna mendapatkan perhatian pun beragam. Entah itu dalam bentuk yang disengaja; membuat gaduh, menanyakan hal yang sebelumnya sudah ia ketahui, minta diajari pada hal yang sebelumnya ia juga sudah bisa lakukan, menggoda temannya (ngajak gojekan), dekat-dekat ummi, mengadukan banyak hal-sekecil apapun persoalan dan sebagainya. Yuah…namanya juga anak-anak, mereka sering manja, tapi tetap menyenangkan juga si, bisa mendapatkan pengajaran bagaimana  menangani kondisi A, B atau C sampai Z.

Kursi keropos yang sudah di reparasi dan mengalami amputasi kaki (kursi) terlihat belum nyaman untuk Rafi dan kawan-kawan

Tetap belajar: Kursi keropos yang sudah di reparasi dan mengalami amputasi kaki (kursi) terlihat belum nyaman untuk Rafi dan kawan-kawan

Selain ingin diperhatikan, mereka juga memiliki keinginan yang tinggi untuk mendapatkan reward dari hasil usahanya. Untuk hal ini kekooperatifan juga menjadi hal yang utama guna merespon dengan baik segala usaha anak-anak. Kerap kali mereka menginginkan-meminta penghargaan yang terbesar, hee tapi tetap tak terpenuhi-tak terberi karena hasil usaha belum dianggap sesuai dengan besar nilai yang diinginkannya, tepi tetap berikan apresiasi positif, didorong untuk berbuat lebih. Masih ingat dengan Dorothy (salah gak ni tulisannya?), kurang lebih begini katanya “Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia akan belajar bagaimana menghargai. Jika anak dibesarkan dengan cercaan, maka ia akan tidak percaya diri. Semakin besar energi (motivasi) semakin besar juga keinginannya untuk menunjukkan ke-bias-an yang lebih dan sangat mungkin beragam. Itulah anak-anak…..

Anak-anak juga memiliki gaya yang unik, apalagi jika sedang serius belajar-mengerjakan sesuatu atau menghapal. Ada yang bisa menghafal (untuk pelajaran tertentu yang lebih mudah dipahami dengan bantuan menghafal terlebih dahulu) sembari mengemil;menghafal sambil mengonsumsi snack. Menghafal dengan jalan-jalan, ada yang lebih suka menyendiri di pojok tanpa ada yang didekatnya atau hal-hal yang dianggap  mengganggu. Ada yang menutup mata dengan kedua tangannya dan menyuarakan yang dihafalnya, sesekali-jika lupa menyikap tangannya untuk melihat teks yang dihafalnya. Ada yang gak serius juga menghafal, sembari melamun atau ada juga yang berusaha mengganggu kosentrasi teman yang sedang menghafal. Setiap gerak dan sikap mereka yang polos tersering menyenangkan bahkan kerap menyadarkan, bahwa mereka memerlukan ke-ada-an kita. Dan kita dibuatnya rindu akan keberadaan mereka. Belajar untuk menjadi “besar” dari yang “kecil“. Terimakasih untuk anak-anak, teruslah bermimpi. *****Blog perempuannya ningrum

Belajar Menulis

——–
Q.S Al imran 13/14: Dijadikankan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Tulisan yang berkaitan:

1.  Kecerdasan anak (klik)

2. Istri:ibu dan Golden Age Balita




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: