Oleh: Ningrum | 28 November 2008

Buku dan Baca

Pasar Buku Langka TMII menjual buku langka, 12-16/11/1008 di ajang The 28th Indonesia Book Fair, JCC, Jakarta

Pasar Buku Langka TMII menjual buku langka, 12-16/11/1008 di ajang The 28th Indonesia Book Fair, JCC, Jakarta

Hmm…mencoba mengumpulkan yang tercecer soal buku dan yang berkaitan dengannya, salah satu yang terlekat adalah baca. Tampaknya, buku dan baca adalah dunia yang terlihat jauh dari yang difavoritkan, kehingar bingaran, pesta pora atau kesukacitaan.

Keduannya dalam keumuman barangkali adalah dunia yang dianggap “sunyi” dan tak terlalu banyak memberi manfaat secara langsung, layaknya air untuk menghilangkana dahaga. Mungkin, buku dan baca tak lebih penting daripada menonton sinetron yang sama-sama mengandalkan mata. Kesannya, buku dan baca terasa melelahkan  dibanding dengan acara rumpi-rumpi.  Bisa jadi, bagi pecandu nikotin, buku dan baca belum bisa senikmat bakaran tembakau yang dalam satu bulan berbudget ratusan ribu (hmm… lebih dari cukup untuk membeli buku best seller). Jika pecandu itu adalah seorang tukang becak, ia akan menghabiskan hampir separuh pengasilannya untuk puntung-puntung yang berfilter atau tidak, kemudian baru membagi sisa penghasilannya untuk kebutuhan keluarga;biaya rutin bulanan;listrik,dapur dan harus membagi lagi untuk sekolah anak yang butuh buku dan baca dari sisa budget lintingan tembakau itu (jika ini tukang becak sekelas pak Mat, yang berpenghasilan rata-rata Rp10-25 per hari).

Dalam ke-konsumeris-an, buku dan baca belum bisa sepopuler permodean. Memiliki buku dan baca mungkin juga tak terlalu membanggakan dibandingkan dengan ke-bisa-an membeli pernak pernik branded.

Buku impor berkisar Rp15ribu hingga Rp.115ribu juga digemari pengunjung Indonesia Book Fair

Coba kita tengok yang sebagian lagi dari selain yang diatas. Sebagian yang ini (melek buku dan baca) mampu mendapatkan kesenangan dan kegembiraan pada keduanya. Bisa menghadirkan keramaian dalam kesunyian, barangkali bias disebut merasa tak seperti sendiri dan mengembarakan imajinasi (positif)nya. Menurut para ahli, di kelompok ini adalah tergolong yang beruntung, karena mampu memperbanyak jalinan syaraf otak dengan menggunakanya. Lalu, sangat mungkin menjadikan buku dan baca untuk me-charge yang sedang low atau sebagai penawar terhadap yang sedang terjadi.  Tampaknya sebagian yang ini mendapatkan keasyikan, menemukan alternatif perspektif, kaya paradigma, dan menghadirkan solusi atau kunci dari keduanya. O ya… ada yang kurang bisa diabaikan, soal kemapanan dalam artian ekonomi, juga kepemilikan kesadaran, tampaknya juga mendukung. Ya, walaupun tak spenuhnya benar, namun terlihat korelasinya pada sebagian yang ini.

Wah-wah-wah…. dimana aku?

* * * * *

Tambahan ni. didapatkan 92 ayat pada al-Qur’an yang mengandung kata baca. Baik dalam kata dasar atau berimbuhan. Q.S 2:44,102,113,121,129,151,252. Q.S 3:58,78,93,101,108, 113,164.  Q.S 4:127. Q.S 5:1. Q.S 6:25,151,156. Q.S 7:175,204. Q.S 8:2,31. Q.S 10:15,16,61,71,94. Q.S 13:30,31. Q.S 15:87, Q.S 16:98, Q.S 17:14,45,71,93,106,107. Q.S 18:27,83. Q.S 19:2,58,73. Q.S 20:114. Q.S 22:72. Q.S 23:66,105. Q.S 25:5,32. Q.S 26:69,199. Q.S 27:92. Q.S 26:345,53,59. Q.S 27:45,48,51. Q.S 31:7. Q.S 33:34. Q.S 35:29. Q.S 37:3. Q.S 39:71. Q.S 41:3. Q.S 45:6,8,25,31. Q.S 46:7,29. Q.S 56:77. Q.S 62:2. Q.S 65:11. Q.S 68:15,37. Q.S 69:19. Q.S 73:4,6,20. Q.S 75:16,17,18. Q.S 83:13. Q.S 84:21. Q.S 87:6. Q.S 96:1,3. Q.S 98:2.

Iklan

Responses

  1. Mmm… soal buku dan baca ini, menurut Anda, mana yang lebih tepat untuk menggambarkan potret Indonesia saat ini :
    1. Budaya dan minat baca yang rendah?, atau
    2. Daya beli buku yang kurang?
    3. Atau dua-duanya benar?
    Sepertinya ini bisa menarik untuk dijadikan bahan diskusi.

  2. wah, tanpa rokok, saya malah ndak bisa baca dan nulis tuh, mbak ningrum, gimana, hayo? kekekeke …. wah, salut juga nih, mbak ningrum dalam mosting tulisan ini sempat juga cari ayat2 quran yang berkaitan dengan masalah baca dan baca.

  3. wah emang bener ya. dulu saya paling rajin baca. sampe koran bekas aja ikit jadi korban kalo kehabisan bahan bacaan.
    Tapi sekarang kebisaan itu memudar dalam diri ini 😦

    Makasih atas semangatnya mbak.

  4. kayanya, orang indonesia masih banyak yg sibuk berusaha gimana mampu beli nasi, masa ‘dipaksa’ buat beli buku

  5. SEkarang, menimbulkan minat baca itu yang sulit, kalau buku sih udah banyak yang dibeli, tapi males bacanya

  6. 4. Sam Frozen
    Mblunder :-(, keknya 22nya gak bisa dipisah. Masyarakat masih dihadapkan pada persoalan logistik (perut),lalu logikanya pas-pasan (hee saya barangkali termasuk), otaknya jarang dikasih makanan bergizi dari buku yang kaya vitamin.

    Habbit atau apapun itu sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang tersedia. Keknya jari ku masih bisa menghitung perpustakaan daerah, kota, desa yang punya buku-buku oke. Asyik kali ya kalau dimanapun bisa ditemui perpustakaan (geratis baca). Jadi alasan ekonomi bisa diminimalisir.
    Terus kalu udah ngerasa baca buku itu bermanfaat, dengan sendirinya akan cari buku dan baca. Heehe tapi gimana caranya agar buku dan baca itu bisa langsung dirasakan langsung manfaatnya? seperti makanan menghilangkan lapar. Bagaimana caranya???

    4.Bang Sawal
    Masa si segitunya? apa kalo mengajar di kelas juga merokok bang? enggak kan?. Berarti bisa dong mengajar yang juga beraktifitas nulis dan baca tidak merokok? bisa kan 🙂

    4.Sam W2n
    Wah hebat dunk sampe segitunya, wah pasti udah ngerasaain asyik dan betapa bermanfaatnya buku dan baca itu. Berbagi dung dengan saya dan blogger lainnya 🙂

    4.Mbak Timun
    Hmm pernah mengamati kehidupan kuli atau buruh (yang perharinya Rp10-25ribu? Hampir separuh penghasilannya digunakan untuk merokok! dan sangat berat atau barangkali mengabaikan buku dan baca yang dibutuhkan anak-anaknya (ya emang harganya gak murah). hmm ini terjadi karena begiunya membudayanya rokok, lingkungan yang memmbentuk habbit, dari SMP mereka sudah kenal rokok, mungkin juga sejak SD.
    Pernah gak melihat anak remaja (masih sekolah-pelajar) yang keluarganya dibawah garis sejahtera? mereka lebih bisa mengikuti mode daripada membeli buku sekolah-apalagi buku bacaan.
    Pernah gak mengamati remaja (terutama laki-laki; tidak bermaksud mendiskriditkan) ketika berangkat sekolah, ketika istirahat atau selepas pulang? apa yang mereka lakukan? Merokok!. Bukan catatan atau buku pelajaran yang jadi aktifitas (dibaca) mereka, tapi merokok mba. (heee ini kalo hasil pengamatan saya lho, barangkali lain di sini dan di sana).

    Akhirnya, habbitlah (kesadaran) yang bicara 🙂

    4.Sam Prim
    Sib kalo gitu, sam prim tidak lagi disibukkan dengan kepemilikan buku, tinggal “geser” sedikit saja sudah bisa baca buku 🙂

  7. kalo kata abraham maslow, generasi ketiga pencetus teori dalam psikologi, manusia memiliki piramida kebutuhannya sendiri. Saya lupa persisnya apa, tapi yang berada di dasar piramida adalah kebutuhan paling dasar seperti makan, situasi aman, dll. Dan puncaknya adalah aktualisasi diri..jadi..yaaa wajar kalo orang indonesia beli nasi dulu daripada buku..
    miris juga, mau sampe kapan?

  8. 4 Mba’ Kemuning
    Sama ning-nya dengan saya 🙂
    Iya ya, mba’ saya bahas dikit soal kebutuhan tapi tak ada teorinya, heee… Lanjutannya, Maslow juga bilang diatass aktualisasi ada kebutuhan akan sesuatu yang abstrak, bukan bendawi atau materi lagi sifatnya, kebutuhan pada zat yang kuasa (hee tapi saya jg lupa buku persisinya.
    Ya, wajar banget. Tapi ada juga yang gak wajar (menurut saya si)contohnya dah ada di tanggepan balik saya buat mbak timun.

  9. sy mencari buku2 pendidikan kimia untuk universitas
    dimana sy bisa dapatkan?tapi produk lama yg sy cr?

    @ekha,
    Mba tinggal dimana? kalo di Jogja coba cari di toko buku (tobu) komplek Taman Pintar dekat Malioboro, di sana ada yang menjual buku-buku second juga artikel2 lama (jadul)
    Kalo tinggal di Jakarta, cari di X Kwitang Jakpus, sekarang di Pasar Senen lantai I atau gak ke Lantai III nya. Di Blok M (pecahan;pindahan Kwitang) juga ada di lantai III? yang jual buku2 second dan atau terbitan lama.
    Di Malang dan Bandung juga ada, tempatnya memusat (satu komplek) juga, tapi maaf saya lupa nama tempatnya 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: