Oleh: Ningrum | 28 Desember 2008

Muda, Tua, Jodoh en Menikah

Senyum-cinta-dan-kedamaian

Senyum-cinta-dan-kedamaian

Muda, Tua, Jodoh dan Menikah

Hmm….Tua adalah sebagai tanda bahwa yang  disebut muda itu terbatas oleh waktu. Segala hal itu sangat dipengaruhi oleh massa, masing-masing memiliki dan ada masanya. Tua ya karena memang waktunya  tua, muda ya ketika muda. Tua atau muda itu bias terlihat dari out side or in side. Out side; tua karena fisiknya seperti yang telah disebut atau dicitrakan atau dinamai tua oleh manusia. Barang kali kulitnya tak se-segar waktu umur belasan tahun, geraknya tak selincah waktu remaja dan se-energig waktu mahasiswa, baik aktifitas;tampakan luar yang terlihat dari hasil berfikir;dari dalam. Tua itu sering diidentikan dengan penurunan  produkfitas baik fisik dan fikir;karya.

Sedangkan tua atau  pada in side itu lebih kepada spirit;kesemangatan.  Umumnya ( berarti ada yang tidak) pencitraan jiwa muda itu meluap-luap, pantang menyerah,  berkobar-kobar (darah muda menyebutnya). Ada sisi negatifnya dari hal tersebut emosi;amarah yang juga tinggi. Sedangkan jiwa tua lebih dekat  atau cenderung berkeinginan pada perwujudan ketenangan hati, kebijakan, fikirannya ramai dengan “tempat kembali”. Tampak ada proses berubah ya??. Kalo difikir-fikir, tua juga sebuah anugrah.

 Tua atau muda juga bisa ditandai lewat angka. Lalu, angka berapa yang disebut tua? berapa angka yang tergolong muda?

Ada yang berkata muda adalah yang berusia 19-23. Lalu, 24-30 tahun itu sudah tua, ada yang bilang ya belum tua, tapi  mature. Pada zaman  ibu saya 19 tahun sudah dianggap tua-mature. Jadi ya tua atau muda barangkali sedikit banyaknya dipengaruhi oleh pencitraan yang ada sesuai masanya. Muncul juga tua itu dipengaruhi oleh gender apakah yang berusia dengan angka tertentu itu laki-laki atau perempuan. Maksudnya, umumnya (berarti ada yang tidak) menyebut angka 27 tua untuk perempuan, sebaliknya tidak atau masih muda untuk laki-laki. Pada persepsi ini sangat dipengaruhi oleh relatifitas perspektif (tergantung siapa yang punya dan menggunakan sudut pandang dari dan di mana ia menilai).

Hmm….kemarin, kebetulan saya bertemu dengan para laki-laki, teman-teman SMA. Dulu kami sering kumpul, makan-makan di rumah Nia penuh ceria, yang pasti bikin repot mamahnya Nia (tante, maaf dan terimakasih) 🙂 . Dalam pertemuan kemarin, pembicaraan masa lalu, masa kini menjadi pembicaraan santai tapi berkesan serius, wah apalagi soal masa depan ternyata jadi pikiran “Santai aja, jalani saja prosesnya” kata Np dalam obrolan itu. Karena topik masa depan tidak bisa dihindari maka, muncullah kata jodoh dan kapan nikah?. Entahlah, mereka  juga bukan pengangguran, malah da yang sudah  mapan, tapi  mengapa belum juga menikah. Katanya “Belum ada yang cocok Ning-tanpa rum”. Garis besarnya si, tampak  banyak pertimbangan, cukup rasional, sadar akan pilihan-resiko dan bertanggungjawab. Lalu, walaupun tetap menghitung, tidak muncul kata tua dari mereka, termasuk penilaian mereka terhadap perempuan yang berusia 27tahun.

27 tahun dikatakan tua malah muncul dari kawan-kawan perempuan waktu kuliah 🙂  beberapa yang masih saling kontak. Eh ada dink laki-laki yang menganggap saya friendnya mengatakan 27 sudah tua (kapan mbojo?, wes tuo?; berarti dia tua juga dung soalnya lebih dari 27). Kata tua bukan hal yang mengecewakan. Biasa mampir di telinga, termasuk ketika berkumpul, berbincang dengan teman-teman se-perempuan yang bisa dibilang berada pada titik yang sama. Pembicaraan itu, tepatnya si membicarakan diri masing-masing dalam kebersamaan, bermula dari pikiran masing-masing soal diri, suami dan anak-anak (heee nikah aja lum dah mikir anak-anak), lalu soal yang barangkali sama difiikirkan pada kata tua itu,  hehee mikir juga disebut tuir….Risau? Oh ya tentu ada itu (manusiawi),  dengan  prosentase yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Meskipun ada ketidak samaan pertimbangan dan prosentase kebimbangan, syahdan! muncul kembali kata “cocok“ untuk memutuskan menikah yang juga disebutkan kawan-kawan laki-laki. Namun kawan-kawan perempuan lebih menjabarkan kata cocok itu pada kata-kata sebagai berikut:

Kesatu, Yakin sudah ada jodoh dari-Nya, tapi belum dipertemukan dan memang belum waktunya;tidak sama satu dengan lainnya;ada yang cepat atau lambat.
Kedua, menikah bukan untuk satu atau dua hari, tapi sampai akhir waktu, jadi cari yang bener dan bener-bener jangan asal nikah.
Ketiga, Sebaiknya cari suami yang bisa membimbing dan jadi pemimpin buat kita dan anak-anak, analoginya; pengemudi itu hanya satu yang lainnya mendukung situasi mobil agar aman dan nyaman;harmonis.
Keempat, kalau ingin mendapatkan laki-laki;jodoh yang baik, diri perempuan juga harus baik dulu;memperbaiki diri. Karena laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik.
Kelima, tidak menganggur juga masuk dalam pembicaraan (kawan-kawan yang laki-laki tidak memunculkan ini pada calon istri, artinya tidak harus ada). Kawan perempuan  berfikirnya lebih terinci sampe hal ini; biaya gizi anak, kesehatan keluarga,  biaya pendidikan anak, dapur;etc; sandang, pangan papan.  Waduh…Terlihat bayangan kerepotan-kerepotan jika tidak ada kesepakatan kerja sama  antara suami dan istri untuk urusan domestik;urusan rumah dan dunia luar;social;kerja.

Inilah yang bisa  saya rangkum dari pembicaraan santai berkesan serius. Soal tua, muda, jodoh dan menikah (berkeluarga) dari sudut pandang laki-laki dan perempuan..

Semua manusia yang panjang umur, berjalan dalam kodrat untuk menjadi tua.  Disebut kodrat karena, memang tidak bisa dihentikan atau ditolak. Pada titik ini manusia tak mendapatkan alternatif lain selain tua ketika memang sudah pada masanya untuk tua (kecuali ada hal-hal teknis yang mempercepat penuaan itu;tekanan batin,emosi tingkat tinggi etc). Soal jodoh? hmmm… simpulkan sendiri dan silahkan mencari atau menunggu bagi yang belum dipertemukan. Untuk semuanya juga kawan-kawanku, semoga cepat dipertemukan dan segera membentuk keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah.  Blog perempuannya ningrum.

 

* * * * *
Yang dibawah ini ngunduh total dari terjemahan al-quran:

Q.S 40:67.  Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya).

Q.S Al Fathir 35:11 Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Q.S Adz Zaariay 51:9. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

Q.S Arrum 30;21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Iklan

Responses

  1. jangan takut menikah,
    ALLAH sudah memberi rizki setiap mahluknya.
    contoh cecak bisa cari makan padahal cecak gak punya sayap,tpi bisa menangkap nyamuk yang bisa terbang
    .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: