Oleh: Ningrum | 7 Juli 2009

Dua Perempuan Istimewa dari Yogyakarta

Untuk beliau yang istimewa.

Puluhan tahun kau rebahkan tubuh di sepetak kamar berlampu sentir.Puluhan tahun tubuh tak pernah tersiram. Puluhan tahun meminta belas. Puluhan tahun hidup dengan penderitaan batin.
Tertawa sendiri, tersenyum sendiri, menggerutu tak jelas.

Terabaikan dari kehidupan normal.
Tak ada kawan dan tempat curahan.
Sendiri dalam keperihan yang selama puluhan tahun tak hilang.
Luka sangat dalam, menderita…..

Cinta yang barangkali sesaat untuk sebab hilang akal lebih dari seper-empat abad.
Cinta yang menyebabkan penderitaan.

Perlahan membaik, berawal dari pelukan sahabat di sore itu.
Bercerita, bertanya dan tersenyum dengan sahabat.
Kini, orang tercengang melihat perubahan itu.
Semoga semuanya membaik dan menjadi normal.

* * * *

Usia senja,

Bersambung, untuk perempuan ke- dua……..


Responses

  1. Dah-mudahan isinya nggak yg dih-sedih lagi soalnya jati terharu nih dan jadi pingin nangis
    ooooaaa….mmmmak oaaa mmbaaak
    ooaaaaa…mmmbeeeek eh eh

    wis ta gak guyon
    Sholat tepat waktu ya,sholat malam dan banyak do’a malam
    pasti yang aku cintai dan yang lebih banyak lagi cinta dan kasihnya kepada aku akan mengabulkan yang baik-baik dari yang kamu minta

  2. makasih….
    Amin untuk segala yang bail-baik….

  3. nuwun sewuuuuu… wujudkan segala impian kita dengan penghasilan sesuai keinginan. Klik http:///www.wanitamandiri.tk

    @k SIta, terimakasih untuk apresiasi dan link nya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: