Oleh: Ningrum | 31 Agustus 2009

Sebuah Nama dan Cinta

Risalah Mustaffa Shadiq

“Siksalah dirimu atas nama cinta itu agar engkau tahu bagaimana kebahagiaan itu terbayang dan terharapkan”

Begitu juga diriku, sesungguhnya engkau melihat bahwa aku tidak mencintai kecuali untuk tiga hal. Agar aku menemukan jiwaku. Agar aku tetap dalam jiwaku dan aku dapat mengumpulkan hakikat jiwa dalam jiwaku sendiri.

Sungguh aku mencitainya, karena ia sebagaimana ia ada. Ketahuilah sesungguhnya dalam setiap diri yang mencitai selalu terdapat satu makna yang meluas yang tak mampu ditembus ilmu pengetahuan apapun. Ia ibarat pelita atau suluh yang redup kemudian padam serta menunggu seseorang yang bersedia menghidupkannya, agar ia nyata dan hidup kembali.
Karena itu, ia tidak akan mengurangi pelita itu kecuali seseorang yang dalam hatinya terdapat nyala cahaya atau letupan api neraka.

* * * * *

Dimana sesungguhnya rasionalitas berada, ketika cinta dan kebencian atau piranti-pirantinya sengaja menyerangmu?
Sesungguhnya setiap jalan akan lapang bagi setiap orang dengan bantuan penglihatannya. Kecuali dua hal yaitu, cinta dan kebencian. Jika salah satu dari cinta atau kebencian telah mendekapmu, maka ia tidak akan melepasmu. Di dalamnya, engkau akan menjadi pusat dimana dunia mengitarimu sedang tangannya tetap terikat. Kadang dunia itu diperbolehkan untuk bergerak dan bergoyang. Sesungguhnya kadar tangan dari kekuatan kebebasan yang memberatkan tangan itu sendiri adalah perumpamaan bagi dunia yang panjang dan bebas di mana ia tinggal.

Sedang aku, dalam perasaan memiliki dua rasionalitas itu. Padahal sesungguhnya kulihat diriku sendiri tanpa rasionalitas satupun dalam cinta, bahkan aku ibarat orang gila dalam satu sudut pandang. Sebagian cinta kadang terlalu berlebihan terhadapku. Karena itu aku menjadi berapi-api dan me letup-letup layaknya suara api dalam sebuah kebakaran ketika kebetulan ia menyerang sebuah kota yang megah dengan rahang bawah dari jahanam kemudian ia mengunyah semua gedung-gedungnya layaknya mengunyah kue kering .

Di saat yang lain. Cinta nya itu terlalu berlebihan. Kemudian hatiku menjadi memburuk layaknya sakit di akhir hayat dan sekarat menjelang kematian, binasa dari kesengsaraan yang satu kesengsaraan yang lain.

Aku berada di antara siksaan yang bertubi-tubi dan kebigaran yang menjanjikan. Tidak ada perbuatan apapun dariku kecuali naik seratus derajat dan turun satu derajat lagi. Sedang apa yang membuatku mondar-mandir naik dan turun. Maka tanyakan saja pada termometer dan jangan tanyakan padaku.

Cinta itu semacam aliran yang menggetarkan hati. Atas nama sesuatu yang terdapat dalam diriku dan dirinya. Kadang peluh tumpah ruah layaknya darah orang yang terbunnuh karena kematian yang berdarah-darah yang membinasakan dan menipu kehidupanku.Sesungguhnya ia telah memarahi para malaikat yang tidak pernah marah itu.

Syahdan, wanita-wanita memang diciptakan untuk menguji kegilaan laki-laki. Sedang laki-laki diciptakan untuk menguji rasionalitas perempuan. Namun, ia sendiri diciptakan memang untuk membuat orang lain gila. Bukan menguji apakakh orang lain akan gila karenanya.

* * * *
Akan kukatakan kepadamu bahwa aku mencintainya tidak seperti cinta-cinta yang engkau lihat dan engkau dengarkan dalam sebuah riwayat yang bermula akan berakhir dua episode antara seorang laki-laki dan perempuan.
Aku tidak menciintainya sebagaimana cinta yang diungkap para penulis dan para penyair ketika mereka mengumpulkan dua puluh makna hanya untuk satu kata, atau mereka senganja mengutus satu kata untuk satu makna.

Aku juga tidak mencintainya dengan cinta yang diperjual belikan denngan dinar, atas pertimbangan bahwa keuntungannya lebih banyak dari pada diperjual belikan dengan dirham.

Aku juga tidak mencintainya dengan cinta yang engkau bawa. Cinta yang cahayanya seperti botol-botol tuak ketika engkau datang dari tempat yang terang. Atau hitamnya seperti botol-botol tinta ketika engkau datang dari dari tempat yang gelap. Aku tidak mencintai dengan cinta itu sendiri.

* * * * *

Apa itu cinta?


Responses

  1. subhanallah.. bagus bgt…
    boleh ya ana copas… ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: