Oleh: Ningrum | 15 September 2009

Kata Andrea Hirata Seman Harun Said dalam Maryamah Karpov

Aku telah mengalami banyak hal yang menyakitkan. Sejak kecil, setiap segi dalam hidupku meski diperjuangkan seperti perang. Menyerah adalah pilihan yang menghinakan bagiku. Tak pernah aku takluk pada apapun tanpa lebih dahulu berjibaku.

Jika aku tak pernah berani bermimpi sekolah ke perancis, jika aku dulu tak meneggakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku. Aku dapat melihat diriku terang sore in sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanyalah  mataku  dan menggantikan tugas ayahku. Aku menolak perlakuan buruk nassib pada ayahku pada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Detik ini di Jantung Paris, di hadapan tonggak penjara Bastille, perlambang kebebasan, aku telah merdeka, tak goyah, tak pernah sedetikpun menyerah. Di sini atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang haqiqi bahwa ia akan memihak para pemberani, hlm 33.

Aku merasa amat beruntung telah bertemu dengan bang Zaitun, sebab seribu kaca yang   datar, cembung, cekung, dari samping, atas atau bawah  tak pernah cukup untuk menganali diri Bukankah siapapun selalu tak yakin akin keadaan diri sendiri? Tak pernah ada gambaran utuh itu.  Sebagian karena fisika; terbatasnya informasi dari refleksi  kaca dua dimensi. Sebagian karena kecenderungan narsis memuji diri, sebagian yang terbesar karena tak sanggup menerima kenyataaan pahit bahwa kita  ini tak sebaik, tak setampan sangka kita akan diri kita sendiri, hlm 76

Bagaimana aku menerangkan pada ibu soal konsep ekuilibrium ekonomi? Bahwa aku seperti halnya jutaan sarjana yang sdang gugup. Memiliki cita-cita demikian tinggi, tetapi sistem keseimbangan ekonomi republik ini belum bias menampung orang-orang seperti kami. Sempit sekali lapangan kerja itu. Seandainya Ibu kenal sedikit saja dengan Edgewort, secepat kilat dapat kulukis diagram di atas meja makan ini bahwa ekonomi bangsa ini salah-salah bias bangkrut dan orang-orang supertiku  gampang tergulung dalam kebangkrutan itu.

Tak jadi sarjana, dan tak tinggi harapan, barangkali akan membuat hidup lebih mudah. Maka di negeri ini para pemimpi adalah  para pemberani. Mereka kesatria di tanah nan tak peduli, hlm129

Kadang kala cinta dan gila samar bedanya, hlm 153

Drg. Budii Ardiaz Tanuwijaya “Hidup untuk memberi, memesona seperti mengubah  kata menjadi puisi”. Bahwa perempuan tak selalu seperti mereka tampaknya. Motivasi mereka runyam seperti labirin. Panggilan jiwanya adalah menyembuhkan orang, bicara dengan pasien tentang penyakit mereka. Ia ingin membuktikan diri, pada dirinya sendiri dan pada keluarganya. Ia menyukai tantangan, perubahan  dan ia siap bekerja keras, hlm 162.

Membuat sesuatu yang rumit menjadi begitu sederhana adalah keahlian khusus Lintang yang selalu membuatku iri.
“Kesullitan akan gampang dipecahkan dengan megubah cara pandang boi”
“Jika kepalamu selalu dipenuhi oleh hebatnya kapal Bulukumba Mapang, tak kan mampu kau membuat kapal itu. Mulai sekarang kau harus berfikir bahwa perahu apapun bentuknya adalah sebuah bangun geometris yang tunguk pada dalil-dalil hidrodinamika, hlm 285.
Tempatkan dirimu sebagai ilmuan, Boi, bukan sebagai pembuat perahu. Dengan ilmu perahumu akan hebat daripada perahu Mapangi.

Bahwa  semangat dan ilmu dapat menaklukkan apapun, hlm 355

Iklan

Responses

  1. kata yang digores begitu memukau dan indah untuk dihayati.sebuah karya yang patut di apresiasi

  2. yups, sangat syarat dengan rasa, kata-kata nya berjiwa, bukan sekedar rangkaian

  3. keindahannya merasuk dalam sukma menyebar dan mengakar memompa adrenalin kehidupan…
    penuh semangat dan optimis menatap masa depan…

  4. 4. may
    karya2 Andrea di tetralogi nya memang khas bgitu. seandainya sja karya2 smacam ini sdh kita baca sejak SD dulu. akn banyak yg bisa memberi/berteriak wow!! untuk diri.;-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: