Oleh: Ningrum | 28 Desember 2009

Anak Berbakat di Kick Andy Metro TV

Ada bakat alam, namun bakat itu tak seluruhnya take and guaranted: begitu saja diterima dan dimiliki  setiap anak manusia.  Semuanya itu berawal dari stimulasi, penggalian, pengasahan dan pengembangan (pnjelasan singkat ada di bagian akhir postingan). Ini adalah kesimpulan dari  menonton program TV Kick Andy  di Metro TV,  Jumat 25 Desember 2009, pukul 21.30-23.00 dengan host Andy F.Noya yang selalu saja dapat membuat suasana gak garing.

(Intermezzo; btw saya suka sekali program ini juga host nya, ingin nonton di studio menyaksikan langsung, sepertinya seru. Selain itu, yang sangat menyenangkan juga jika dapat buku-buku keren geratis yang ditandatangani, heheheeeee *ngarep* ^_^ )

Malam itu dihadirkan anak-anak yang memecahkan rekor MURI dan atau rekor dunia; tercatat dalam guines book. M.Itqon, Alexander, 5 th dengan kemampuan  menghafal 194 Negara, ibukota serta bendera kebangsaan. Sejak umur 2 tahun ia berminat dengan peta dan warna-warni bwndera berbagai Negara. Dominic Brain, 8 th, di usianya 2,5 sudah memiliki kemampuan menghafal 100 deret  angka. Tahun 2009 tercatat dalam guinnes book. Ia mampu menghafal 76 deret angka selama 60 detik menghafal.  Clarissa Tamara, 10 th yang juga memiliki minat terhadap biola sejak umur 2,5 tahun. Kemampuan musikalitasnya terus terfasilitasi dan berkembang. Hingga dii usia 9 th ia sudah memiliki album  dan mendapatkan dua penghargaan AMI award kategori artis dan produser instrumen terbaik. Agastya dengan bakat kinestetiknya yang juga di luar kebiasaan umum. Lalu Stevani Handojo penderita down syndrome mampu berprestasi dalam bidang olahraga renang, memainkan piano juga dapat beradaptasi di sekolah umum.

Anak-anak seperti mereka yang memiliki kemampuan diatas rata-rata selalu mengundang decak kagum dan  menginspirasi. Catatan penting, ke-bisa-an mengaggumkan yang mereka miliki tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua yang telaten  mendampingi dan  mengajari. Saya pikir, peran orang tua termasuk ke dalam pengaruh atau faktor lingkungan. Faktor ini terlihat lebih besar andilnya daripada bakat alam setiap anak. Jika diprosentasikan dengan kira-kira maka 10%:90%.  10% (bisa jadi kurang dari) untuk bakat alam dan 90% untuk aspek lingkungan; stimulasi, penggalian, pengasahan dan pengembangan.

Semua kehandalan yang mereka miliki  berawal  dari sebuah stimulasi  yang tervisualisasikan oleh anak-anak itu (seperti sudah saya sebutkan di awal postingan). Ketertarikan mereka lantaran benda-benda yang dihadapan dan didapatkan. Barangkali memang perlu banyak menghadirkan pilihan benda-benda yang dapat meningkatan kemampuan atau kecedasan motorik atau kinestetiknya dan kecerdasan sensorik atau visualisasinya kepada anak-anak. Gunanya pilihan adalah mengetahui secara pasti dimana, bagaimana dan terhadap apa ketertarikan dan kemampuan menonjolnya anak-anak.

Dari sinilah kemudian orang tua yang jeli terhadap perkembangan, memperhatikan ketertarikan anak terhadap sebuah benda  kemudian penting melakukan penggalian secara terus menerus dengan memfasilitasi ketertarikannya itu. Lalu dilanjutkan dengan pengasahan dengan latiha-latihan yang ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Hingga akhirnya kemampuannya berkembang dan anak-anak mampu berprestasi. Ketika anak sudah pada tahap ini  maka, anak akan semakin percaya diri dan terus terdorong untuk menjadi yang terbaik dan istimewa.

Iklan

Responses

  1. wah.. klo episode yg ini aq jg nonton lho.. emank bocah2 itu bocah yg ajaib. pantas jd panutan anak2 yg lain di negri ini..

    salam kenal ya mbak.. 😛

    @MZak
    iya, aku juga menyimpan kekaguman pada anak-anak itu dan orang tua mereka yang all out
    iya kemablai salam 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: