Oleh: Ningrum | 28 Desember 2009

Ningrum In Sementara yang Menjadi Sejarah

Setiap pribadi memiliki jejak rekam atau track record atau bisa disebut juga sebagai catatan sejarah perjalan hidup. Di dalamnya ada roman; kisah yang indah atau menyenangkan dan sebuah atau beberapa ke-tragis-an; cerita yang mengakibatkan duka, bahkan ada yang mencipta phobia;ketakutan yang amat sangat.

Lalu, setiap perjalanan hidup selalu akan dan sudah menempati ruang; tempat dimana sebuah peristiwa yang kita alami menjadi. Juga peristiwa selalu dalam cawan waktu; masa lalu, saat ini; sekarang dan yang akan datang. Di dalam keduannya kita lahir dan terbentuk, keduanya yang menjadikan kita seperti sekarang. Ya, saat ini bagaimanapun kita adalah merupakan hasil dari akumulasi kejadian dan juga keputusan yang merantai, artinya kisahnya saling berkaitan dan memiliki hukum sebab akibat antara kini;sekarang dari yang lalu.

Kolaborasi Gaya Gokil IPS 2 dan PA IPA SMA N 1 Metro Lampung

Masa lalu adalah waktu yang  memiliki berbagai cerita di masa yang telah terlewati dan telah terjadi. Berartikah ini?  Tergantung diri akan menganggapnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai atau tidak. Namun, saya kira ke-dulu-an adalah hal yang bernilai untuk kini. Diri tidak bisa mengabaikan begitu saja sesuatu yang telah berlalu, karena dari sana lah kita memulai semuanya hingga menjadi seperti kini.

Terlepas ke-kini-an kita sudah menjadi seperti yang kita inginkan atau belum. Terlepas ketercapaian itu utuh menyata, baru sebagian kecil atau belum tampak. Terlepas dari  yang telah lalu adalah yang tampak biasa atau luar biasa yang tidak bisa diulang atau berulang. Hanya menjadi sebuah romantisme sementara  yang akan  berganti dengan romantisme lain di kekinian yang juga akan tetap sementara. Atau hanya ketragisan sesaat lalu yang kemudian akan menjelma menjadi ketragisan berbeda di saat ini yang tetap akan tak kekal.

Komisariat Penyuluh Bersatu 2002, Yakusa, HMI Cabang Bandarlampung

Tak ada yang bisa dilakukan, tak ada yang dapat dirubah untuk masa lalu kita yang sudah lewat selain memaknai, mengkhidmati dan megambil pelajaran dari sana. Namun mampukah  kita tetap ingat (karena manusia;diri sering lupa) atau bahkan waspada untuk tidak melakukan kesalahan untuk kali ke-dua-nya?

Hmmm….Manusia bergerak dari masa lalunya ke masa kini menuju ke masa yang akan datang; yang baru ter-angan-kan, belum terjadi. Waktu juga berjalan, dari dulu ke sekarang. Lalu, dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Yang sekarang pun akan menjadi yang dulu di masa yang akan datang, jika kita diberi kesempatan dan sampai di ke-akan datang-an. Dulu, sekarang dan yang akan datang adalah satu dalam waktu

Jika memang kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk masa lalu. Di sini (dalam ke-kini-an) lah manusia selalu punya kesempatan untuk bisa berbuat lebih secara nyata dari pada di masa lalu yang telah lewat dan masa depan yang belum tentu akan menjadi pada diri. Artinya, yang paling realistis untuk berbuat adalah hari ini, bukan besok. Bukan pula kemarin yang sudah menjadi jejak sejarah diri yang hanya bagus untuk diingat sesekali.

Kru Renaisance IAIN Raden Intan; Garda Idealisme mahasiswa 2002

Lalu seberapa berartinya jika yang belum terjadi; rencana, harapan dan impian adalah  sebenar-benarnya ada di angan? Sedangkan ke-kini-an adalah senyata-nyatanya waktu yang paling realistis untuk diisi?.

Sepertinya, karena ke-kini-an adalah juga akan telah berlalu maka, kita butuh rencana, harapan dan impian sebagai generasi untuk ke-sekarang-an di masa yang akan datang. Benar, ketiganya berada dalam khayal. Namun ketiganya adalah sebuah keniscayaan dalam setiap pribadi.

Karena, memiliki rencana berarti seseorang punya kisi-kisi tindakan untuk dijalankan dalam jangka waktu dekat daripada kedua lainnya. Ini adalah maksud untuk terhindar dari ungkapan “gagal berencana, berarti berencana untuk gagal“. Karena (katanya juga si) rencana adalah separuh dari keberhasilan. Saya pikir, rencana adalah modal minimal (modal awal muasal) untuk bertindak. Rencana adalah stimulasi yang paling berpotensi mendorong  sebuah aksi yang tersistimatis melalui proses pertimbangan atau pikir-pikir. Rencana mirip seperti pesan atau perintah yang harus segera domelike dan dilaksanakan.

Para Mantan 2005 (searah jarum jam): Presiden/Ketua BEM IAIN, Ketua UKM LPM, Ketua Komisariat PMII, Ketua Komisariat KAMMI IAIN Raden Intan

Sedangkan harapan dan impian, keduanya adalah hal yang serupa tapi tak sama. Harapan itu jika digambarkan dalam sebuah garis lurus dengan diberi titik A, B dan C. Maka, harapan akan menempati titik B, di antara rencana titik A dan impian titik C. Harapan berfungsi untuk menjembatani rencana menuju impian, rencanalah yang akan beranak-pinak menjadi harapan;misi.

Misi dapat muncul  dari rencana sepontan (yang tidak jauh-jauh hari diplaning) atau  rencana yang sudah matang. Dari harapan itulah muncul sesuatu yang lebih besar yakni mimpi. Mimpi itu dapat didekatkan dengan visi yang jangkauannya lebih luas dan panjang daripada rencana dan harapan. Harapan, visi dan misi mampu berperan menuntun kita menjadi seperti  yang didinginkan diri. O ya, terdapat kemungkinan titik itu  bertukar,  A menjadi C, C menjadi A dengan posisi B tetap. Artinya untuk beberapa orang mungkin saja begerak dengan memulai dari mimpi ke harapan menuju rencana.

Kawan, namun baik untuk disadari agar diri “selamat-damai“, bahwa tak selalu dan tak semua rencana, harapan dan impian dapat persis sesuai dengan kemauan kita. Tersering di perjalan hidup ada perubahan. Ada kehendak lain yang tidak menghendaki kemauan kita.  Ada saja yang tak dimengerti dan tak diduga. Ada hal yang terbaik dari Maha Baik yang juga belum tentu dipahami diri.

Family Day 2006 Awak Bacaan Masyarakat terdidik- Dinamika Masyarakat Lampung

Jadi saya kira, berfikir positif adalah jalan terbaik untuk setiap pribadi dan hari ini adalah kenyataannya yang sebenar-benarnya.

Hmmm…., boleh untuk difikirkan bait-bait milik D masiv dalam lagu Jangan Menyerah-nya;  “Tak ada manusia yang terlahir sempurna.  Jangan kau sesali segala yang pernah terjadi. Kita pasti pernah rasakan cobaaan yang berat. Seakan hidup ini tak ada artinya lagi.  Syukuri apa yang ada.  Hidup adalah anugrah. Tetap jalani hidup ini.  Melakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya. Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa. Aaaaa…Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah, Aaa…aaa…”

Yang fana, yang nyata adalah ada dalam satu dunia yang sesaat. Siapa kita adalah kita saat ini, saat sekarang. Namun ini pun sementara, karena hidup adalah berubah dan begerak. Semua akan menyejarah; menjadi sejarah pada waktunya.

Salam,

Handayaningrum

=======================
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya haturkan terimakasih di sini kepada sebagian  teman dekat, pengajar, patner, senior, yunior dan kawan-kawan yang ada dalam sejarah hidup  yang kaya emosi;senang dan duka.
Saya juga mengucapkan maaf atas kesalahan dan sesuatu yang telah saya “curi” untuk dimaknai dan di khidmati dari nama yang tersebut di bawah ini. Terimakasih lagi untuk semuanya……

Haqiqie Suluh, Yanti, Atikah Ailis, Ahmad N.J.T, Dewi Astuti, Mutia L. Nunung, Suryati.Pidia
Awak Renaisance, Garda Idealisme Mahasiswa IAIN Raden Intan: Amir El-Huda, Salman, Rino Rinaldi, Anisah, Marwiyah, Andi Mardikasih (alm), Ikhsan, Samsuri, Ana Farida, Berlian, Isnaini, Hasan, Damanhuri Armandi, Nugi Nugroho, Miftahuddin Qosim, Alifah, Tigor Tamba, Susilowati. Hayesta F.Imanda. Bedi. Joe, Imam, Rizka, Susi.

Grup Bhineka Tunggal Ika SMA Negeri 1 Metro, Lampung; Rina Wati, Eko Margianto, Ismail, Maman; Arif Rahmana, Lia Apriliani, Kartina, Wiwik Wardatilova, Herni, Siti Hajar, Reni Handayani, Ratna, Rina Wati, Esti, Khairiyah, Budi, Didi Arifiyanto, Made, Nopriyanto, Y Arisandi, Riswan Saputra, Nengah Dwi Yulianto, David, Imam S, Samuel, Sasmita, Dwi. Sri.
Pengajar dan Kru Bacaan Masyarakat Terdidik: Ibram H Tirmizi, Dadang Saputra, Ade A, Iskandar Z, Iskak S, Sabam S. Wiwid, Dirman, Al Huda M, le’le‘, para OB, driver dan security, Wina, Firtiani, Dwi Handayani, Sekar Sari IC, Rinda Mulyani, Teguh Prasetyo, Lukman Hakim, Aan, Zukri Fahmi, Yuni, Hesma Eryani, Wiwik, Ayib, Ijo, Dian, Adian Saputra. Nova Lidarni

Lintas Komisariat: Rudy Haryanto, Eli Suryamin, Silahuddin, Acita Meihilda, Cecep Ramdani, Wulan, Khairul Mahmud, Syamsul Bahri, Elfi Sukrina, Yunanda S, Baiti, Heri, Yati Riana, Heni. Arif Mustofa, Erdiansyah, Aan I.S, Karno AS, Dadin A, Sandra, Tajuddin, Desi C.A, Khoiriyah, Arif Suhaimi.

Bagi yang tak sengaja membaca dan jika berkeberatan nama anda dicantumkan, silahkan layangkan keberatan ke nobleluz@ymail.com. Atau bagi yang masih menyimpan nomor contact saya, dapat langsung  mengirimkan pesan keberatannya. Terimakasih…


Responses

  1. assalamualaikum bu..
    duh jd kangen rum abiz baca blog lo ini..gw sengaja lg search nama gw di google (biasa narsiz,hehe..) eh..kok ad nama gw di blog handayaningrum..waaah ni pasti ningrum bawel pikir gw,xixixi…
    emang lo cocok jd penulis rum,kpn2 boleh tulis biografi gw..halah…hahaha..
    lebaran ntr ngumpul2 y,miss u..

    @wiwik
    Alaikumussalam
    Alhamdulillah dipanggil bu ^_^. Ya gak papa wiek, masih inget yang dulu aku seperti masih SMA ya, ningrum yg usil, kreatif, baik hati juga penuh ceria *ikutan narsis*😀
    Alhamdulillah kalo dikata cocok jadi penulis wik, terimakasih ya doannya. Untuk doa itu saya amini dengan penuh khidmat dan pengharapan pada Allah. Terimakasih banyak ya wiek….
    Boleh lah, ntar ya. Lebaran tahu wik ke metro or di jakarta (ibuk yang diangkut) ^_^
    Miss u too, miss our story at SMA N I metro 🙂

  2. sama seperti mbak Wiwik, ketemu laman blog yang lumayan dah padat isinya.

    Sudah lama rupanya masa-masa itu berlalu, kenangannya meski rada susah dicari masih bisa ditemukan juga. Terima kasih untuk pengingatnya, semoga baik di akhirnya…

    • @bang yest
      Terimaksih apresiassi positifnya bang. Masa lalu tidak akan kembali, tapi ia adalah jejak sebagai pertanda bahwa kita pernah ada dan bersama-sama mempertahankan nafas Lembaga Penerbitan Mahasiswa. Susah senangnya juga bisa dirasakan bersama. Terimakasih juga untuk bang Yest atas kesediaannya menstransfer dan mewarisi pengetahuan kepada kami. Semoga baik akhirnya, amin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: