Oleh: Ningrum | 30 Januari 2011

Pemikiranku Takkan Pernah Jadi Penjajah

Fikiranku atau pemikiranku tumbuh dan berkembang mengikuti laju objek yang tertangkap indra penglihat juga apa yang dirasa. Mengikuti keinginannya bebas bermain dengan segala imaji  dan kemampuan hipotesanya. Ia merdeka.

Kawan, tingkah fikiran (pemikiran)ku ia bukanlah penjajah dan takkan menjajah dan mengancam siapapun. Ya meskipun ia selalu kubiarkan merdeka. Percayalah, tak kan ada penjajahan atasnya.  Karena pemikiran lain pun juga punya kebebasannya sendiri. Terkecuali jika kondisi/situasi yang mengharuskan sebuah kompromi untuk sebuah kesepakatan dan kebaikan bersama. Jika fikiranku (pemikiran)ku yang merdeka dan pemikiranmu yang juga “bebas” berkesempatan menghuni satu atap. Maka, keduannya harus rela saling mengorbankan seper sekian dari wilayah kemerdekaannya yang semula, demi mencipta  keselarasan;kemerdekaan  baru yang tercipta  dari dua kemerdekaan.

Baik untuk tidak khawatir dengan pemikiran-pemikiranku. Karena di dalamnya masih ada kesadaran dan kepahaman untuk saling mengerti, memberi dan menerima. Sebab hidup tidak sendiri juga bukan untuk diri sendiri. Begitupun dengan kemerdekaan berfikir, tidak sendiri dan bukan hanya untuk pribadi.

Quote terkait: Tetap Merdeka-kan Fikir Walau Belum Bisa Berbuat

Iklan

Responses

  1. Mungkin pikiran itu sendiri adalah bentuk penjajahan yang paling halus, paling terselubung. Pikiran hadir dari masa lalu, karenanya ia menjadi penjajah dari masa kini. Karena pikiran itu hadir, maka di situ sudah tidak ada kebebasan lagi.

    Ha ha…, ini komentarnya karena terlalu serius nonton “Kungfu Panda”.

    @cahya,
    G papa, terlalu serius atau becanda 22nya adalah bentuk dari apresiasi 🙂
    sebenernya maksud pemikiran/isi fikiran dalam postingan ini adalah ide-ide, bisa juga frame pemikiran pribadi yang dituangkan melalui tulisan.

    Btw, baca komenmu jadi berfikir aku, ada betulnya dan ini justru gak ada dalam postingan ini; Soal penjajahan paling halus adalah fikiran. kalu menurutmu itu, menurutku ini fikiran bisa hadir dari masa kapanpun; lalu/kemarin, sekarang atau yg akan datang.

    Kalo gitu, pemikiran ataupun fikiran yang kita merdekakan juga bisa punya potensi menjajah diri sendiri ya. Misalnya: karena fikiran kita bebas, dimerdekaakan;dibiarkan untuk memikirkan lara, sakit hati di masa lalu atau kesulitan2 yang barangkali akan ada di masa depan dan sebagainya, dalam rentan sering atau lama maka, ini akan/bisa menjajah diri sendiri.
    Gerak kita pun bisa ikut terbatas, jadi gak semangat dan gak bisa/malas melakukan ini dan itu.

    Jadi, harus berfikir dulu sebelum memerdekakan fikiran/rassa. Yang baik2 atau memotivasi biarkan merdeka dan yang negatif kita penjarakan saja atau sekalian dibunuh. Hehee ya gak si?. Bisa gak ya gitu? 🙂
    Maaf ya cah koment baliknya agak panjang 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: