Oleh: Ningrum | 9 Februari 2011

(Ke) Seragam (an) diantara Kuasa, Simbol: Identitas dan Pencitraan

Berbeda dan Bahagia

Berbeda dan Bahagia

Seragam si uniform adalah seragam makna umumnya, sebuah benda yang dikenakan sebagai pakaian dengan identitas komunitas tertentu. Seragam bisa membaggakan pemakainya ketika dianggap memiliki “harga” terhadap dirinya, baik pada taksiran orang ataupun taksiran menurut dirinya sendiri.

Terlebih jika seragam tersebut sudah terpola atau dipolakan oleh banyak orang bahwa benda tersebut mampu menunjukkan tingkat/strata sosial pemakainya. Karena ini, banyak orang rela menjual berbagai yang ia punya untuk membeli atau mendapatkan atau menukar ratusan juta rupiahnya tersebut dengan “seragam”. Jika demikian adanya, tidak salah jika mau berhati-hati, karena nyatanya benda mati tersebut memiliki kekuatan yang besar. Cukup memiliki pengaruh, baik bagi pemakainnya, bagi frame pemikiran khalayak. Hingga banyak terlihat yang berkonsentrasi dan mengidolakan ke ke-seragam-an.

Artinya, seragam akan bergerak mempengaruhi prilaku dan pola pikir, bisa berjalan ke sisi positif juga negatif. Positifnya; ritme kerja pemakai seragam lebih teratur daripada yang bekerja tapi tidak menggunakan seragam. Negatifnya, seragam bisa mengotori hati juga fikiran. Hasil kerjasama keduannya adalah tindakan yang (cenderung) negatif. Bisa menjadi seseorang yang sombong, serakah, mungkin juga kikir. Imbasnya tidak hanya kedalam pribadi si pemakai, melainkan bisa meluas (merugikan) masyarkat luas. Contohnya; mental korup lebih mungkin muncul dan berkembang di lingkungan berseragam. Atas nama seragam ia bisa menindak, menghukum dan menilang siapa saja Sebab seragam pula. Pemakai seringkali tanpa sadar melihat sebelah mata terhadap yang tidak berseragam. Dengan seragam pula seseorang merasa memiliki kekuatan dan kekuasaan terhadap orang lain. Dan akhirnya munculah penghinaan, kesewenang-wenangan, pengambilan hak orang lain, penindasan dan lain sebagainnya. Karena bisa jadi seragam membuatnya merasa lebih “tinggi”.

Ya memang, sepintas seragam hanya simbol yang barangkali dimaksudkan untuk kerapihan dan identitas. Setelah difikir, seragam bukanlah sebatas maksud diadakannya seragam. Oleh sebagian besar, seragam dimaknai sebagai simbol kemampanan. Hmmm… seragam adalah simbol dari keseragaman;kesaamaan. Sampai di titik ini seragam interpertasinya bisa meluas. Yakni seragam: Kesamaan dalam hal pola atau mekanisme dalam menyelesaaikan tugas-tugasnya. Keseragaman dalam cara berfikir. Keseragaman dalam membuat laporan kerja dan lain sebagainnya. Keseragaman berebut kursi empuk dengan tujuan memperbesar pundi-pundi pribadinya. Keseragaman bentuk dalam memanfaatkan anggaran dan fasilitas negara. Yah pokoknya segala rupa keseragaman lah, ini semua berawal serta tumbuh di dan dari wilayah yang berseragam.

Keseragaman, mampu merubah orang baik menjadi sebaliknya, karena pengaruh iklim di komunitas tersebut atau sebaliknya. Dari seragam, kemuliaan dan atau kebejatan bisa lahir. Keseragaman juga bisa mengubah pola pikir juga laku. Banyak negatifnya atau positifnya? Tergantung🙂
Jadi, tidak salah untuk waspada, karena keseragaman bisa menjadi ancaman mengerikan bagi setiap kita.

Salam…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: