Oleh: Ningrum | 22 Februari 2011

Menjadikan Semuannya Mungkin Terjadi

Optimis-nya manusia jika  selalu bisa memegang teguh kata-kata “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini”. Hmm… dalam hidup orang tersebut tidak merasa kesusahan meskipun hal itu ada. Artinya,  kosentrasi penuh hanya untuk segalanya mungkin  yang berarti tidak ada yang tidak mungkin. Lalu, mampu mengacuhkan hambatan-hambatan yang dihadapinya  menjadi peluang kemungkinan-kemungkinan keberhasilannya. Ia yakin semuannya mungkin.

* * * * *

“Tidak ada yang tidak mungkin Nuk” kata mbak Ipit, teman se-asrama dulu yang kemarin menelfonku pada saat aku sedang berada di Bookstore Pejaten Village. Kebetulan aku sedang memegang Novel Ranah 3 Warna; Novel kedua dari Triloginya Ahmad Fuadi. Jika kata-katanya tersebut bersambung dengan “mantra” yang kebetulan ada di pembatas novel yg berbentuk daun itu (juga saati itu sedang ku baca) man shobaro dhofiro , maka kalimat gabungan dua kalimat itu adalah menjadi:

“Tidak ada yang tidak mungkin bagi manshobaro dhofiro;siapa yang bersabar,karena ia pasti beruntung”. Bisa jadi untuk membuat semuany menjadi mungkin, kuncinya adalah bersabar. Hmm… seperti sudah diatur saja, membacaku yang acak  ternyata justru memungkinkan kalimat mbak Ipit tesebut (yang masih memerlukan penjelasan) mendapatkan kelengkapannya. Lalu, Dua kalimat itu  bertambah penegassannya dengan kalimat ketiga yang juga kubuka (kubaca) acak  mundur (ke halaman awal) di catatan novel tersebut “Kerjakanlah semua dengan shabar dan Ikhlas”.

Hmmm.. kalimat atau kata-kata mutiara yang ketiga tampaknnya menjadi kunci sekaligus jawaban untuk bagaimana membuat semuannya berubah mungkin dan menjadikan kita beruntung. Karena hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,  dari tidak beruntung  menjadi beruntung, ketika  Tuhan mengikhlaskan; melimpahkan Rahman dan Rahim-Nya untuk  kita.

Kemudian, keihklasan-Nya (menurutku) akan tercurahkan dengan melimpah bagi orang-orang yang mau belajar (berusaha) ikhlas untuk-NYA.  Masih ingatkan dengan ini :”Selangkah kita mendekati Tuhan, maka seribu “langkah” Tuhan menuju kita. Artinya, jika dikaitkan dengan ini, Tuhan sangat mengapresiasi niatan baik dari hamba-hamba-Nya.  Dalam hal ini, Ikhlas yang  meskipun baru i’tikad.

Bagi yang percaya,  hal tersebut  akan dikembalikan dengan sesuatu  yang jauh lebih besar dari sekedar i’tikad. Bukan tidak mungkin, ini akan menjadi awal bagi sebuah keajaiban; terwujudnya hal-hal yang kita simpan dalam hati/keinginan terdalam. Apalagi jika keinginan itu sebagian besarnya adalah berniat ibadah. DIA akan memberi jalan.  So, tetap berharap kepada-NYA, percaya dan yakin akan kebaikan-kebaikan-NYA.

1. Tidak ada yang tidak mungkin
2. Man shobaro dhofiro
3. Kerjakan semuannya dengan Sabar dan Ikhlas
Hasil kolaborasi ketiganya adalah  keterwujudan *semoga* 🙂

Salam….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: