Oleh: Ningrum | 23 Februari 2011

Jalan Kaya dan Raya

Memberi dengan Hati

“Memberi, maka kita akan menerima”, “Kekayaan itu ada ketika berbagi”.   Ungkapan yang terbaca kontradiktif ya dan jika dimatematiskan,  hasilnya sekilas justru akan minus.  Nah inilah bedanya perhitungan angka dan perhitungan hati (hati kita dan “hati”-Nya). Kita bahas yuk dua perhitungan itu demi bisa kaya!😀

Dalam perhitungan matematika: jika yang kita  miliki diberikan/dibagi kepada orang lain, maka hasilnya adalah berkurangnya milik kita (bukan menerima: hasilnya akan bertambah).  Begitupun pada sesuatu yang kita bagi, akan berkurang dan tidak mungkin akan kaya.  Karena biasanya yang disebut kaya (memiliki jumlah banyak) adalah ketika ia berhasil mengumpulkan (menambah) sebanyak-banyaknya bukan membagi sebanyak-banyaknya yang tentu saja akan semakin sedikit hasil akhirnya (jika dibagi).

Dalam kalkulasi  (matematis)  jumlah tidak akan berkurang jika jumlah tersebut tidak didistribusikan/ diberikan. Tidak akan bertambah jika tak ada penambahan. Sekalipun ada penambahan jumlahnya akan  sesuai dengan penambahan tersebut, tidak akan lebih apalagi berlipat.

Namun dalam teori kalkulasi hati kita dan “hati”-Nya.  Hasil  perhitungannya justru sebaliknya. Mengapa saya sebut teori kalkulasi hati? ya karena memberi dan berbagi adalah persoalan hati, hati yang “ringan” dan hati yang “berat”. Yang ringan gampang memberi, yang “berat” akan sangat sulit untuk melakukan kegiatan berbagi dan memberi itu.  Padahal, berdasarkan pengamatan, jika hati kita ringan, maka “hati” Nya akan jauh lebih ringan kepada kita, juga sebaliknya. Maka semakin sering memberi, maka kita akan banyak menerima ganti melalui cara-NYA”, semakin berbagi akan semakin kaya, hati semakin terlatih;terbiasa memberi, bertambah lapang dan rizki akan datang dari arah yang tidak disangka (berdasarkan pengamatan terhadap orang-orang yang gemar memberi atau berbagi).

Catatan: tentu saja memberi sesuai dengan kesanggupan masing-masing.  Mampu memberi yang banyak, keluarkan yang banyak. Hanya mampu berbagi sedikit ya keluarkan.

Lalu, bagaimana jika hanya punya sedikit? hmmm… percaya atau tidak, dari sedikit yang dikeluarkan akan dikembalikan-Nya dengan jumlah  jauh lebih besar.  Sering diri mendengar bahwa Allah melihat dari kerelaan orang tersebut memberi. Semakin banyak/ia rela menyisihkan sepersekian yang sedikit ia miliki, maka itu semakin baik. Namun yang utama bagi-Nya adalah bukan persoalan jumlah/nominal. Menurut diri si, Ia lebih menghargai proses dari menjaga “cara” mendapatkan nominal dan kerelaan berbagi yang bersangkutan.

Sungguh tiada yang Dia abaikan dari sebesar biji Zarah kebaikan hamba-Nya.

Kaya dan memberi dari kelapangan hati *semoga*

Salam dari hati


Responses

  1. luar biasa, thanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: