Oleh: Ningrum | 25 Maret 2011

Pendekar: Pemenang

Hehehe entah pantas menggunakan kata-kata pendekar atau tidak, tapi yang jelas kata-kata  pendekar itu seringkali muncul begitu saja layaknya sebuah serum penyemangat.  Ketika sedang melawan gelap. Saat beradaptasi dengan dominasi. Kala mencari sesuap nasi dan segenggam berlian🙂 dikala terik mentari dan seada energi yang  dimiliki.  Kadang  saya menertawakan tanpa mengejek diri. Bahkan kadang melintaskan ini difikiran, hal yang  sebelumnya tak pernah terfikirkan jauh-jauh hari akan dan bisa melakukan, juga melewati sesuatu yang sedang  dikerjakan. Begini ya? Ternyata begini berpindah “jalur” dan  belajar tentang “dunia” yang sebenarnya tak asing dengan sensasi serta tantangan yang tentu saja berbeda.

Lainnya, kata orang yang sudah sering makan asam garam dalam hidup:  semua akan berlalu, berganti dan lebih ringan atau bahkan tak terasa ketika bisa menghadirkan kesukaan dalam melakukan berbagai hal. Menikmati dan menjalani barangkali lebih baik daripada berfikir terus menerus tentang deretan; antrian panjang soal mana yang sudah dilakukan atau hal-hal yang belum bisa tergapai.  Atau merelakan diri  terbebani dengan fikiran-fikiran yang dalam penilaian subjektif, bahwa itu adalah hal berat. Toh pada akhirnya penantian akan berujung dan hal yang terframe berat bisa “pecah” manakala tetap ditapaki dan dilalui.

“Haha, dulu kita kek gini, sekarang ketemu masih kek gini” Kata mbak A. Yang dimaksud  kek gini dulu dan sekarang adalah sama, sama-sama beraktivitas; urus ini-urus itu, bergerak dan bergerak. Kata mbak A,  “Nikmati saja Ning”.  Btw, yang jelas, hari ini, kami: saya yang untuk sementara tingga di Ciputat dan kakak tingkat yang sekarang tinggal di Ciganjur, Jakarta Selatan memiliki visi dan misi yang sama. Ya, meskipun kami tidak sama dalam cara dalam menggerakkan.  Hanya sama-sama bersemangat dengan bahagia,  menginginkan keberkahan rizki-Nya dengan hal yang saya bilang dimulai dari angka terkecil, huruf terawal, satu tenaga, seribu semangat dan cita-cita yang tinggi dan besar.  Semoga saja sang Maha Pengasih dan Penyayang tidak meninggalkan kami, selalu ada mengiringi, melindungi dan merestui. Semoga…

______
Titik -titik yang menghantarkan lelah dan tawa hari ini: Kemayoran, Menteng,  Kuningan, Mampang, Buncit Raya, Kalibata, Pasar Minggu, Ciganjur,  Cilandak, Ciputat. Terimakasih Tuhan *peluk hangat*


Responses

  1. Cahya, terimakasih telah suka🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: