Oleh: Ningrum | 19 April 2011

Malam, Bintang dan Si Ningrum

Malam memang memiliki sensasinya sendiri. Baik ketika aku setiap malam, sering, terkadang atau sudah sangat jarang menikmat jalanan di malam hari. Tapi kesannya tetap saja tak beda, kecuali pada kelelahannya. Atau ini barangkali karena polusi yang dirasa tak terlalu. Mungkin karena jalanan yang tak terlalu padat (kecuali di beberapa titik).  Atau jangan-jangan karena kesunyian, dingin dan temaram malam menjadi sesuatu yang seringkali ingin kunikmati?. Entah itu ketika bersama teman yang jarang bertemu atau bahkan sudah bertahun-tahun tak pernah bertatap muka, bahkan ketika aku  seorang diri. Aku menyukai malam.

Malam seperti memiliki kedamaiannya sendiri atau tepatnya rasa saya yang demikian terhadap malam. Keheningannya tak tergantikan. Termasuk kesyahduan langit dengan kerlipan cahaya bintang-bintang, begitu luas dan mendamaikan.  Sebuah maha karya yang  membuat bosanku tak pernah hadir, sesering apapun dan selama apapun memandangi dan coba merasakan sebuah ketakterbatasan yang tinggi itu.

Dalam langkah kaki pada akhir malam menjelang fajar menuju ke tempat sumber suara yang menyuarakan sebuah kemenangan-Nya. Pada saat ingin membebaskan penat juga menghadirkan senang dengan membaringkan diri di atap lantai dua Asrama putri saat itu. Dalam penat dan lelah kaki menapak bumi. Pun dalam setiap perjalanan jauh dengan waktu tempuh  9 dan 12 jam, selalu ingin diakrabi oleh konstelasi  bintang.  Karena itu, imaji dan rasaku mampu  terbang ke tempat yang mereka  kehendaki. Lalu, akupun bisa bahagia tak kepalang  atau berderai derai butiran bening. Hingga aku tetep  menyukai malam dengan langit berbintang.

Pun malam memiliki dan bisa memunculkan keliarannya sendiri.  Aku  bersyukur dengan ketakberanianku pada sebuah “kegelapan”.  Dengan ketakutan itu, Tuhan masih berkenan menyelamatkanku. Terimakasih Tuhan dengan tak terhingga *peluk hangat*

Penyuka dan perindu malam….

Salam

* * *

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas (QS.17:12)

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S 31:29)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Q.S. 36:40)

Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Q.S. 40:61)

dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).   (Q.S. 52:49)

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Q.S. 73:6)

 Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.   (Q.S.97:5)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S.39:5)

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S 6:97)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya) (Q.S 15:16)

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S 24:25)

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. Q.S 25:61

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.(Q.S 16:16)


Responses

  1. assalalmualaikum.

    Malam tetaplah malam tak pernah bisa menghilang.hhe.

    salam dan selamat Malam.

    • @anex,
      alaikumussalam. Malam selalu saja bisa menegaskan kemalamannya dan menyajikan pilihan, ya meskipun tak sebanyak siang. Keduanya berbeda dengan “ruang” yg sama, yakni waktu-Nya. terimaksih y🙂

      @cahya
      terimakasih ya sukanya:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: