Oleh: Ningrum | 22 April 2011

Perjalanan

Biru - Putihnya Langit Yogyakarta

Biru – Putihnya Langit Yogyakarta


Melakukan perjalanan seorang diri bisa menjadi hal yang mengesankan,  kita bisa berkhidmat dengan kesepian dan berdialog dengan diri sendiri.  Mungkinkah? bisa saja.   Bukankah kita seringkan bicara ke dalam  diri  atas apa yang telah dilakukan, apa yang sendang terjadi, atas segala rasa perih yang menyayat dan juga bahagia yang datangnya tak terduga. Ya, sebuah perjalanan dapat  membawa kita menyadari apa-apa yang sesungguhnya kita rindukan. dan segala hal yang kita pertanyakan kepada diri juga pada-Nya.

Boardingpass

Dalam kesendirian, khayalan  dan pembicaraan dalam diri bisa seperti suasana pasar malam. Bisa seperti balon gas yang jika dilepaskan akan melambung tinggi, bisa seperti buah srikaya masak yang  terkena hukum grafitasi, gedebuk!! jatuh dan terburai.  Karena itu semua  ada dalam sebuah perjalanan, maka diripun sering merindukannya. Hingga sebuah perjalanan seringkali menjadi  hal yang lebih bisa dikhidmati dan dinikmati daripada tempat yang dituju.

Oleh sebab itu, jika tak terlalu dikejar waktu, alat tranportasi  kereta api atau pesawat akanmenjadi pilihan berikutnya setelah bus.  Karena bus lebih memungkinkan saya untuk  lebih menikmati view siang dengan ke-terang-annya dan malam dengan bitang-bintang yang selalu juga saya cari dan  nikmati kala diperjalanan malam. Jadi demi  itu, harus mencari tiket bus 5-3 sebelum hari H untuk mendaptkan  nomor kursi terdepan atau posisi yang nyaman untuk  menikmati view.

Ananda Bookstore, Terminal B1 Bandara Sutta, Cengkareng

Ananda Bookstore, Terminal B1 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng

Pun entah secara  kebetulan, karena   tanpa dipesan sebelumnya, windows sheat kala terbang seringkali saya dapatkan tuk menikmati langit secara dekat yanga hanya memakan waktu 35 menit, 45menit dan atau 12 jam-an.  Btw, semesta tahu bahwa saya suka memandangnya, dia bekerja dengan caranya hingga diri mendapatkan tempat berdiam;duduk yang tepat🙂

Posisi itu; tempat saya duduk sangat mendukung komunikasi dalam diri yang otomatis kerap ada dalam sebuah perjalanan. Situasi itu bisa membawa imajinasi jauh melanglang   melebihi perjalanan itu sendiri. Lalu, setelah  menyelesaikan pembicaraan pada;ke dalam diri sendiri sembari menikmati view  yang tersaji.  Juga apabila tidak ada yang bisa diajak berbincang;berkenalan dan berkelana maka, kesepian atau kesendirian mucncul dan  menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan menyedihkan.  Ya, tak ada teman untuk bercakap-cakap, berbagi cerita dan berbagi tawa. Pada saat keadaan inilah akan muncul kebosanan diri.

Book Store Periplus, Adi Sudjipto Air Port, Yogyakarta

Book Store Periplus, Adi Sudjipto Air Port, Yogyakarta

Dalam  rasa yang demikian, maka satu-satunya yang bisa diandalkan adalah bahan bacaan yang tidak berteks  juga bacaan yang syarat dengan aksara terangkai: majalah atau buku, koran juga boleh.  Nah, inilah yang akan menjadi teman setia berikutnya dalam menemani sebuah perjalanan jauh. Sesuatu yang bisa dibaca menjadi salah satu barang yang wajib ikut serta, karenanya saya bisa merasa tak sendiri, menghibur diri sekaligus olahraga otak.

Bookstore, Terminal B1 Soekarno Hatta Air Port

Btw si biasanya saya membawa buku  yang ukurannya mini atau buku yang massih sangat ingin saya lanjutkan pembacaannya. Namun jika bahan bacaan tertinggal, tiada cara selain membeli  ketika ada yang menjajakannya. Bisa juga diri akan sangat senang dikala  menemukan sebuah tempat, sebut saja book store. Di sanalah dengan sepenuh hati saya akan mempersilahkan  diri untuk menikmati  judul-judul yang tersaji, hingga imajinasi dan fikir serasa punya energi lagi.

Berjalan sendiri menyenangkan. Berdua, bersama-sama juga indah. Semua mengesankan.  Heee kapan ya jalan berdua dengan siapa? orang baik  tentu🙂

Salam untuk yang  indah  dan penyuka alam; perjalanan🙂


Responses

  1. Cahya, terimakasih ya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: