Oleh: Ningrum | 25 April 2011

Jadi Kreatif ?

Saya kira banyak diantara kita yang tahu makna dari kreatif dan inovatif. Menurut penafsiran diri,  inovatif adalah kemampuan seseorang menciptakan sebuah karya yang bisa dikatakan baru, kata lainnya menemukan sebuah trobosan atau penemuan baru. Sedangkan kreatif itu  adalah  sebuah aktifitas yang  memperkaya khasanah penemuan sebelumnya atau kemampuan seseorang memanfaatkan sedikit atau banyak potensi yang dimiliki oleh yang bersangkutan untuk  menciptakan sebuah karya.

Lalu, setiap potensi bisa berasal dari luar diri: fasilitas,  juga bisa dari dalam diri; daya mengimajinasikan dan sebuah kemauan. Jadi, inovatif itu sudah tentu kreatif, tetapi kreatif belum tentu bisa disebut dengan inovatif. Namun, sebuah inovasi (keinovatifan)  itu hampir bisa dipastikan muncul dari aktifitas kekreatifan seseorang atau kelompok. Ya, inovatif itu satu tingkat  diatas dari kreatif dan keduannya selalu saja dibutuhkan untuk menciptakan sebuah perubahan atau perkembangan dalam berbagai hal.   Dengan demikian maka, akan selalu ada yang baru  dan terbarukan.

* * *

Saya jadi ingat masa kecil, terutama pada daya kreatifitanya ibu. Setiap kali menjelang hari raya idul fitri ibu selalu  sibuk, membuat kue juga membuatkan; menjahit baju  kelima anak beliau.  Yang saya ingat, motif garis-garis dan kotak-kotak  sering menjadi pilihan.  Karena motif itu dianggap netral, bisa untuk perempuan dan cocok untuk laki-laki (mamas). Lalu, ibu akan membuatnya menjadi model yang berbeda-beda. Wah senengnya bukan kepalang, kadang  tak keberatan jika sampai malam  menemani ibuk, tepatnya si menunggu bajunya selesai dijahit ibu yang paginya juga harus berangkat kerja.  Terus, waktu saya duduk di SMA,  Ibu  tak lagi menjahitkan baju  untuk kami, tapi membuat aneka kue;makanan dan dijual atau dititipkan di toko kue dekat kantor tempat ibu bekerja, toko itu Regal namanya.  Salah satu produk andalan ibu yang dititipkan di sana  adalah dodol tape yang dibuat dari tape singkong atau tape ketan hitam. Kalau ada sisa pembuatan yang tidak dijual, saya sering membawa ke sekolah untuk dimakan besama teman-teman🙂.  Ibunya kreatif bagaimana dengan anaknya? heheei

Malu ah kalau dibandingkan, heee.  Misalnya saja seperti beberapa waktu lalu saya mencoba membuat satu blouse. Untuk menggarapnya, saya selalu menunggu mood menjadi bagus (alasan klise, heee). Setelah waktu berlalu berhari-hari hingga belasan hari, kok mood nya gak bagus-bagus, lalu saya paksakan juga untuk mengerjakannya. Akhirnya percobaannya selesai juga kemarin, syukur. Eh tapi sedikit kecewa si, ketika difitting ke badan mbak saya ternyata pergelangan lenganya kekecilan,  dan lingkar badannya agak kebesaran. Nah lho harus ngerubah lagi, bikin mood gak bagus lagi, tetapi wajib dicoba lagi😦

Jadi untuk menjadi semakin kreatif itu juga kudu  mau belajar:menjadi kreator (kalau bisa ya  be an inovator). Ya  melalui proses tentu. Proses yang bisa dinikmati; kesalahan demi kesalahan untuk mendapatkan hasil yang pas dan sempurna. Bisa!! *kalau sedang semangat ya begini ini, bisa! kataku*.  Jika sedang lelah, gak tahu deh🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: