Oleh: Ningrum | 2 Mei 2011

Minggu Ceria

Inginnya selepas subuh jalan, tapi karena masih gelap dan masih teringat insiden terakhir kali joging, jadi ditunda hingga keadaan terang. Sekitar pukul 06.05 wib saya bergerak menyusuri jalan dan mendapati beberapa kendaraan motor roda dua juga roda empat sudah mulai bermunculan di jalan. Walaupun belum padat, tetap harus hati-hati, sekecil apapun potensi terserempet atau apapun namanya.

Kemarin pagi rencana terlaksana, yakni melewati kembali jalan Suka Damai Raya yang beberapa hari lalu saya lewati dengan kendaraan bermotor. Hari Minggu ingin kembali menyusurinya karena lingkungan disana masih asri, patut dinikmati dengan berjalan kaki dikala pagi dan juga tampak damai diteriknya mentari. Gambarannya, masih banyak pohon dan tanah kosong tanpa bangunan berpagar besi tinggi atau sekedar berpatok. Banyak juga rumah yang berukuran sedang dan besar dengan taman  hijau yang menurut saya memadai untuk menghasilkan udara bersih dan mampu mengurangi sengatan matahari di tengah hari.

Karena jalanan Suka Damai itu mulai banyak pengguna berkendaraan maka, saya putuskan untuk memasuki gang yang lebarnya sekitar 3 meter. Namun setiap kali saya coba masuk ke gang yang kelihatan asri dari jalan (banyak pepohonan) ternyata setelah saya lalui gang tersebut buntu, tidak ada akses ke kanan atau kekiri, apalagi lurus. Hingga mau tidak mau, malu tidak malu terpaksa saya putar balik saja. Barangkali orang yang  melihat saya tersenyum geli melihat saya “buta” gang.

Ketika balik  arah,  saya sempatkan bertanya pada seorang bapak tentang harga tanah per meter perseginya di daerah itu. Heee gayanya seperti sudah punya uang saja untuk membeli tanah.  Untungnya bapak tersebut sedang momong anak balitnya jadi ada sedikit laku pengantar sebelum bertanya soal harga tanah di sana. Setelah itu bertanyalah saya, “Pak harga tanah di sini berapa ya permeternya? tanyaku. “Wah enggak tahu neng berapa, memang neng ini rumahnya dimana?” bapak itu malah balik bertanya seperti tahu betul bahwa saya bukan penduduk di daerah itu. Lalu saya pun permisi, mari pak….

Ya sudah tidak mendapatkan informasi.  Tapi sambil berjalan hati saya pun bicara, akan  bertanya lagi nanti  jika ada tukang ojek. Biasanya tukang ojek memiliki informasi untuk hal semacam ini. Wah ternyata, hingga penghujung Jl.Suka Damai Raya itu saya tidak mendapatkan tukang ojek. Hingga saya pun tiba menapaki jalan yang bernama lain (tidak saya temukan apa nama jalannya). Berjalan sekitar 300m saya mendapati aliran air  selebar 2,5 meter dengan kedalaman  sekitar 4 meter. Bunyi airnya lumayan deras karena banyak batu kalinya, jadi teringat Celtic Awakening, di part of sound of nature. Sejenak, berhenti menikmati  bunyi aliran, lalu  melanjutkan mengikuti keinginan kaki untuk mengetahui keadaan perumahan Green Hills.

Bagaimana perumahan itu tak tampak dari depan karena lokasinya menjorok tajam ke kiri. Tapi saya sok percaya diri saja, heee masuk melihat bagaimana kondisi perumahan itu. Wah ternyata tak seperti namanya. Sebelum dibangun barangkali ia green juga hill, setelah didirikan banyak unit bangunan rumah ya keduannya menjadi tak tampak. Lalu diri pun kembali melewati aliran air tadi. Setelah diperhatikan rupanya aliran itu adalah tempat lintasan air rawa yang terdapat diseberang jalan. Hmm… sejenak menggantungkan di bibir jalan air bbuatan tersebut, lumayan lah bunyinya bisa dinikmati serasa di sungai yang berbatu-batu gitu.

Setelah itu melanjutkan  perjalanan pulang, jaraknya masih sekitar 2,5 km lagi. Tapi berapa total kilometer saya tidak tahu pasti,  hanya sekitar 01.30 menit perjalanan pulang pergi.  Lumayan untuk membakar kalori dan memanjakan mata dengan yang hijau-hijau.  Eh tapi jalan Minggu pagi tidak menghasilkan proses detoksifikasi melalui kringat  secara normal karena, karena  mendung plus dingin dan matahari baru keluar ketika 15 menit sebelum saya tiba kembali di tempat memulai. Hari ceria,  jalan-jalan pagi dan mendapatkan hadiah dari majelis di siang harinya,  hanya karena berhasil  menyebutkan sebuah nama Khaulah Binti Sa’labah 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: