Oleh: Ningrum | 5 Mei 2011

Setia

Bukan keinginanku, tapi bunga-bunga itu yang pergi dari benakku hingga kuharus mengganti jenis bunga, mawar putih dengan melati, lalu lili yang juga putih. Tapi tidak untuk cawan ini yang juga kebetulan enggan (ku) dan (di)tukar.  Pesan cawan “Jangan kau ganti aku dengan warna lain, jika itu kau lakukan maka, tak akan kau lihat lagi kebeningan itu. Kau membutuhkanku, dengan cinta ku selalu setia menemanimu dan menjadi tempat luapan bening yang mengalir milikmu itu. Mari kita rayakan kebeningan ini dalam keheningan dan kehidmatan. Ajaklah kerlipan di ketinggian dan luas untuk menemani kita”. kata cawan.

“Aku telah menjadi saksi atas semua yang terjadi diantara kalian dan aku yakin kau tidak akan menggantikanku dengan apapun, karena kita sudah menyatu dalam lara juga bahagia sejak belasan tahun lalu, bahkan aku sudah menemanimu sejak kau belum bisa menghitung waktu. Tetaplah bersama, bukankah kita telah berjanji untuk tetap satu dalam duka dan suka. Dengan kemanusiaanmu, dengan kebendaanya juga dengan aku sebagai hadiah dari Nya” kata bintang-bintang.

Setia dan yakinlah bahwa ini teramat indah untukmu (suara lirih yang tak kuketahui asal kewujudannya).


Responses

  1. Bunga Lili putih bukannya untuk orang meninggal ya?

    • Lho masa’ si untuk orang meninggal? aku baru tahu kalo gitu.

      • Saya kurang tahu, he he…, makanya ada tanda tanya🙂

      • kalo saya bukan kuranga tahu, memang ndak tahu, tapi suka saja🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: