Oleh: Ningrum | 12 Mei 2011

Tergenggam

Hai jiwa-jiwa yang berharap dan bermimpi,  bukan sebuah kesalahan  jika tetap menyimpan mimpi dan harapan di tempat yang  aman.  Meskipun aku juga tahu menyimpannya bisa membuat diri tak nyaman.  Mereka bisa menjadi  “hantu”,  tapi mereka juga tanpa diduga mampu menjelma menjadi ibu peri yang baik hati .  Maka, untuk banyak hal  ada baiknya tetap memeliharanya dan  berharap.   Sang Mikail takkan pernah menistakan kita.

Perlu dicatat, bahwa sangat mungkin, tanpa sepengetahuan kita harapan dan mimpi-mimpi menjadi magnit bagi alam untuk bedoa dan  mengabarkan ke  semesta raya bahwa kita memiliki mimpi dan harapan rupa-rupa.  Dengan senang hati, semesta akan berkerja dengan caranya dan meminta kepada yang  Maha Kuasa untuk mewujudkan  berbagai hal yang sekian lama kita simpan di tempat yang aman.

Sebenarnya Tuhan sudah mengerti,  jauh sebelum semesta meminta, sebelum jagad raya menyampaikan  harapan  juga mimpi-mimpi kita pada-Nya. Hanya saja Ia ingin mengetahui seberapa jauh kita setia dan mampu bertahan dengan berbagai  hal itu, seberapa paham kita akan berartinya setiap tetesan air mata. Ia  Ia juga ingin tahu seberapa pandai kita berterimakasih ketika sebuah kebahagiaan coba dihadirkan.  Semua memiliki ruang dan waktunya sendiri, termasuk yang kita pelihara di tempat  aman, ia memiliki masa  untuk  keterwujudan; menyatanya. Tidak rugi  dan tidak salah untuk tetap berprasangka baik kepada Tuhan.

*  * *

Jika satu tanda yang hadir  menjadi  isyarat awal menyatanya, maka sebuah kesyukuran yang amat besar patut dipersembahkan untuk-Nya.  Ini sebuah kebahagiaan tak terkira.  Jika benar-benar terjadi maka ini adalah hasil akumulasi  prasangka baik yang mampu melahirkan sebuah kekuatan hingga menyata. Sungguh ini adalah budi baik semesta, ia telah menuntun laru menarik mereka  untuk masuk dalam pusara prasangka baik.  Terimakasih untuk semua, untuk angin  yang telah sudi mengabarkan  dan membawa bisikan-bisikan yang tentu lirih itu hingga mengelilingi dan memenuhi alam raya. Apakah jika begini masih saja akan disangkal bekerjanya sebuah sistem;hukum alam bagi siapa saja yang meletakkan mimpi-mimpinya di tempat aman akan dibahagiakan.

Jika Tuhan tersenyum sebagai tanda setuju maka, sebuah tanggungjawab besar akan kembali ada.  Kembali harus bertarung melawan  dan melewati aral yang sudah tentu  juga akan ada dalam sebuah perjalanan. Tak ingin terlalu memikirkan hal itu,  jika ini hanya akan membuat langkah mundur. Tapi sudah  siapkah dengan segala kemungkinan?.  Bijakkah jika hanya berfikir  dahulu tentang satu langkah berikutnya dan mengabaikan hal-hal yang memang diharapkan tidak akan menjadi sandungan?.  Bukankah  seringkali sesuatu itu  lebih gambang dan bisa dilintasi ketika memang  sudah mencobanya?.  Bukankah sebuah energi juga tidak datang dalam sekali waktu?  Bisa berkali-kali kan?, Bahkan  dalam kerap  ia datang  saat kita bergerak, terlebih lagi ketika kita mengharapkanannya dan berusaha menariknya untuk keluar dari tempat persembunyiaanya.

Begini saja, tidakkah lebih baik berfikir tentang hal-hal yang menguatkan?.  Come on satu langkah lagi dan waktu tidak bisa behenti sampai kini.  Bukankah itu “dunia” yang memang  selalu diletakkan di tempat aman itu?.  Hei, gairah lebihmu ada di sana, begitupun  kesempurnaan jiwamu.  Ya, meskipun  selama  ini semangat itu selalu ada di hari-hari,  juga sekalipun sebelum ini  jiwamu tak pernah mati.  Ya Tuhan, help me please.  Walaupun sesungguhnya  malu meminta terus menerus petunjuk dan belas kasih-Mu. Tapi jika bukan kepada-Mu pada siapa lagi ini akan ditujukan.

Terkabul


Responses

  1. terimakasih🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: