Oleh: Ningrum | 18 Mei 2011

Anorganik dan Organik

Cabai dan Okrak Organik

Setiap kali memasak selalu saja muncul pertanyaan juga kegelisahan. Apakah sayur mayur  yang akan saya olah benar-benar “aman”?  Bagaimana jika bahan-bahan yang akan saya racik tersebut terlalu banyak mengandung pestisida, insectisida dan bahan-bahan kimia lain?. Hee repot ya, mau masak saja berfikir yang beginian.

Menurut petani yang pernah saya temui, untuk menjaga kacang panjang diminati para pembeli adalah hasil panen yang baik yakni, kacang panjang tersebut tidak berulat dan tentu saja tampilannya menarik. Karena permintaan pasar itulah maka, orientasi dan perlakuan petani terhadap tanamannya pun  mengikuti “trend”.

Seledri Organik

Prosesnya panjang juga, sebelum ditanam, petani harus menyuburkan tanah  dengan pupuk kimia. Setelah bibit disemai dan mulai tumbuh, dilakukan penyemprotan atau pemberian insektisida  hingga sebanyak 3 sampai 4 kali agar tanamannya tidak diganggu ulat serangga atau hewan yang dianggap mengganngu pertumbuhan tanaman.  “Owalah Num (demikian beliau memanggil saya) nek ora koyo ngono yo diuleri, mengko ora payu didol”  Artinya, Waaah Num, kalau tidak begitu (disemprot berkalli-kali) ya diserang ulat, nanti tidak laku dijual.

Jadi ya tidak bisa  sepenuhnya menyalahkan dan menumpahkan kekesalan kepada petani karena, mereka pun terpaksa mengikuti permintaan pasar demi keberlangsungan dapur mereka. Btw, semenjak saya tahu jika kacang panjang harus berkali-kali disemprot bahan kimia, praktis sangat jarang saya membelinya lagi, kecuali jika ada request memasak kacang panjang.

Pepaya Organik

Jadi solusinya bagaimana? Mengkonsumsi sayuran ternyata “kaya” pestisida, artinyatubuh kita menjadi tong sampah bahan-bahan kimia.  Sebaliknya, jika tidak makan sayuran kita  akan kekurangan serat yang dibutuhkan  tubuh kita. Kalau seperti ini persoalannya maka, ada bebapa yang bisa diusahakan. Pertama, belilah sayuran yang ada ulatnya, itu artinya pestisida yang disemprotkan tidak terlalu banyak, hingga ulat tersebut masih hidup. Ingat selalu bahwa tampilah sayur mayur yang “cantik” perlu diwaspadai. Kedua, sebelum dikupas, rendam sayuran dengan garam selama 10-15 menit, konon garam dapat mereduksi bahan kimia yang ada pada sayuran dan. Ketiga, baiknya dicuci berkali-kali pada air yang mengalir.

Sirih Merah Organik

Lebih baik lagi jika kita mengonsumsi sayur mayur organik. Tidak mudah memang mendapatkan produk organik kecuali di supermarket atau sejenisnya (inipun hanya beberapa jenis) tidak semuannya. Apalagi jika kita berbelanjanya sering di pasar tradisional (saya juga termasuk), prkatis tidak akan ditemukan produk organik, karena harganya cukup tinggi bisa 3-4 kali lipat  dari produk anorganik.

Jadi, paling aman adalah menanam sendiri, dengan demikian terbebas dari semprot menyemprot yang menghawatirkan itu. Hmmm..agak repot memang, butuh ketelatenan dan kesabaran, dituntut mencari pupuk kandang atau kompos,  bisa juga memanfaatkan sampah basah keluarga yakni sampah atau sisa dari potongan-potongan sayuran, kulit buah-buahan juga dedaunan yang rontok dari pepohonan. Dan hal yang tidak kalah penting adalah lahan khusus.  Nah, untuk poin terakhir jika tidak memiliki lahan lebih,

Kangkung Organik

ini bisa digantikan dengan pot sebagai mediannya.  Oh iya, sebelum ditanami tanah harus dipersiapkan sedemikian rupa (disuburkan, digemburkan) sampai benar-benar siap ditanami. Beberapa yang dapat menjadi indikatornya adalah kelembapan dan adanya cacing tanah yang hidup menghuni tanah tersebut.

Dimulai dari hal kecil, dimulai dari rumah.

Semoga berhasil ya🙂


Responses

  1. Kalau menurut teman saya yang berkunjung ke pertanian organik, justru pertanian organik yang dikelola dengan baik, tanamannya akan lebih tahan dan bebas hama, seperti ulat, karena tanaman di pertanian organik biasanya jauh lebih sehat. Jadi tanaman organik murni, biasanya ndak ada ulatnya.

    Jika ada ulatnya, kemungkinan bukan organik, dan hanya mendapat pestisida dosis ringan🙂.

    Nah, hayoo…, bingung kan😀.

  2. Hahay iya benar, jadi bingung🙂
    Karena :
    1. Perkataanmu benar, buktinya foto-foto itu (hasil eksperimen) yang semuanya organik sama sekali ndak ada ulatnya dan cukup produktif sampai-sampai ndak perlu beli di pasar🙂
    2. Petani yang menyemprot sayurannya dengan pestisida dan urea untuk mencegah adanya hama yang merugikan itu pun juga benar. Karena beliau juga berbicara dengan pengalamannya.
    Wah kenapa ya? ada faktor apa ni? Alam kah? karena hal tersebut terjadi di lahan yang berbeda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: