Oleh: Ningrum | 7 Juni 2011

Kumpul-Kumpul

Syukur kepada Tuhan, saya yang masih ada di Lampung dan beberapa kawan masih diberi kesempatan untuk berkumpul. Tepatnya diundangan acara makan-makan Amir El Huda atas diterimanya ia menjadi abdi negara. Awalnya tempat makan dipersilahkan untuk didiskusikan melalui sms kepada beberapa yang diundang. Tapi saya tidak memberikan opsi, melainkan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada yang mengundang, kepada yang mendialogkannya. Lalu saya pun mendapatkan pemberitahuan bahwa, Sabtu, 4 Juni 2011 pukul 13.00 kumpul-kumpul ditetaptkan di kafe Yayang. Tapi karena ini dan itu juga karena hujan, melalui hape kami pun sepakat  untuk terlebih dahulu bertemu di rumah Apri Wahdini Umar. Saya dan Mutia datang  terlambat karena memang tak dalam sekali waktu bisa menemukan rumah Apri.

Setelah enam orang berkumpul, Fahroel Pria Ikhlas (demikian ia menamai dirinya di akun Facebook) alias Yayo yang sudah menjadi seorang ayah ini menginginkan perubahan tempat. “Pasti Mutia ni yang bikin usulan di kafe Yayang, ganti lah” Kata Yayo. Lalu entah berapa jumlah yang ia baca, seperti deretan opsi tempat makan.  Akhirnya disepakati rumah makan Gubuk Emas, Lungsir Bandarlampung.

Tempat makan yang lumayan asri saya bilang, di depan saung tempat kami duduk ada kolam ikan buatan yang disetting  natural. Ada kentongan untuk memanggil pramu saji, gentong besar untuk cuci tangan, berbagai jenis tanaman hijau. Di pinggir kolam, di antara kolam dan tanah yang kami injak hanya diberi bebatuan dan ditanami mendong (bahan baku tikar) dan ada beberapa getek dari bambu di kolam tersebut. Di sebelah utara terdapat toilet yang disetting menyerupai kapal Ferri. Jadi ya gitu deh, walaupun sungai dan kapal Ferri tidak senada ya tetap asik saja.

Seperti tidak ada perbedaan kebahagiaan waktu itu. Mutia Lina  yang  menemukan jodohnya tiga bulan terakhir dan Juli akan menikah. Saya dan Dewi Astuti yang masih jomblo. Apri yang sedang menanti kelahiran anak keduannya. Yayo, seorang abdi negara yang juga penggagas merangkap pemain grup komedi Pioner yang telah menerima tawaran kontrak Ramadhan dari TV lokal. Amir yang sedang merayakan keberhasilannya. Tanpa beda, semua bersuka ria disabtu mengesankan kemarin.

Terimakasih Yayo untuk kelucuannya, Amir untuk undangan makan-makannya, Muti atas kesediannya menjadi yang dibonceng dan mempersilahkan mampir ke Langkapura. Dewi atas wajah tanpa bebannya dan Apri atas pemberian tanaman bersepesies bambu hijau mini. Hari yang menyenangkan bersama kalian🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: