Oleh: Ningrum | 13 Juli 2011

Sederhana dan Bersahaja

Orang yang bersahaja dan sederhana itu memiliki pesona tersendiri. Gerak ataupun lakunya mengingatkan kepada saya soal pribahasa Indonesia soal padi “Semakin berisi maka akan semakin merunduk”. Walau tidak sama makna atau bisa berlaku sepenuhnya tapi, kira-kira ya dapat didekatkan antara bersahaja, sederhana dan filosofi padi itu. Terlepas kedua hal itu adalah pembawaan;kepribadian asli atau merupakan hasil dari proses belajar memahami akan perlunya berlaku itu.

Pribadi-pribadi dengan pembawaan tersebut sangat “indah”. Menurut saya, kedua hal itu lebih menunjukkan tingkat kematangan dan kemapanan jiwa dalam menjalani dan menghadapi segala rupa yang disajikan hidup. Mulai dari hingar bingarnya dan berbagai kesenangannya. Ya, meskipun pada dasarnya orang tersebut mampu (jika mau) berlaku keluar dari kesahajaan dan kesederhanaan. Tapi tidak dilakukan, tetap biasa saja, bisa dengan siapa saja dan bergaul di mana saja.

Senang melihat orang dengan dua kepribadian ini. Tanpa mengeluarkan kata (bicara) dan juga tanpa sebuah tindakan, hanya dari bahasa tubuh dan sebuah senyum, orang tersebut mampu meninggalkan pesan dan kesan bermakna kepada orang yang berinteraksi dengannya. Sebuah pribadi berkualitas.


Responses

  1. Ha ha…, kalau saya adalah balon warna-warni yang menghias angkasa, walau omongannya banyak jenis dan tinggi, tapi isinya kosongšŸ˜€.

    • Waha jangan gitu la…
      Kosong gimana? bahasanya banyak yang “berat” gitu kokšŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: