Oleh: Ningrum | 15 Agustus 2011

Kepada Pria Tertentu

Makin kerap saja mendapatkan pria tertentu. Tertentu disini adalah para pria berusia 40 tahun hingga lebih yang menginginkan dan menikah dengan perempuan berumur muda (yang rata-rata umurnya setengah dari pria tersebut). Jika pria tersebut berstatus lajang atau duda tidak soal. Tetepi akan menjadi masalah (menurut saya pribadi) jika yang bersangkutan adalah suami orang lain dan sudah memiliki anak dengan hubungan yang baik-baik saja. Namun akhirnya meninggalkan atau menceraikan istrinya demi perempuan muda yang tentu saja lebih “segar” daripada istri yang telah mendampinginya salama belasan atau bahkan puluhan tahun. Istri yang telah bersedia membangun semuanya dari nol hingga menghantarkan dan mendampinginya hingga ke titik tertentu.

Saya jadi bertanya-tanya, apa motivasi pria tertentu melakukan hal yang demikian? Tampak sangat mudah mencampakkan hati istri dan anak-anaknya hanya demi sebuah kebutuhan akan “kesegaran” dan atas nama kebahagian yang bersangkutan. Sehingga keputusan, yakni memiliki perempuan muda seolah-olah menjadi sesuatu yang harus dimaklumi.

Saya jadi berfikir jika memang itu; memiliki istri yang tetap muda ketika yang bersangkutan berumur 40-50 tahun, mengapa tidak sedari dulu pria (tertentu) menikah dengan wanita cantik menurut ukurannya dan yang jauh lebih muda?. Sehingga pada masa separuh baya tak perlu lagi mengatasnamakan kebutuhan sebagai pelgitimasi tindakan memperistri wanita lain yang lebih muda nan molek daripada istrinya.

Kepada pria tertentu, ada baiknya sebelum menikah sadar dan meninjau kembali orientasi atau kebutuhan utama. Jika kebahagian personal itu ada ketika memiliki wanita muda dengan segala “potensinya” adalah sebuah prioritas dan bisa menjadi jaminan yang disebut kebahagiaan, mengapa tidak menikah sejak awal dengan wanita dengan kualifikasi itu?. Misalnya jika anda (pria) menikah diumur 35 tahun, maka menikahlah dengan wanita berumur sekitar 17 tahun. Jika kurang dari 35 tahun, maka cari perempuan dibawah umur 17th. Sehingga ketika nanti sudah berumur, tidak ada tindakan menceraikan istri pertama yang sebaya dengan anda, lalu memperistri wanita muda atas nama kebutuhan dan kebahagiaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: