Oleh: Ningrum | 2 Mei 2012

Lagi-lagi Menulis

Senang sekaligus malu ketika seorang facebooker berkata “Mbak, saya pembaca setia blognya mbak Ningrum lho”. Fikir saya, apa yang dibacanya? Karena saya juga sudah cukup lama tidak mengisi blog ini dengan segala yang memiliki manfaat untuk orang lain?. Saya jadi bertanya kepada diri, “Hey ada apa ini? Mengapa seperti kehilangan energi untuk menulis?. Beuh repot, tidak bisa menjawab pertanyaan yang berasal dari dalam diri dengan cepat dan juga tepat.

Saya tidak mengerti walaupun ingin saya pahami dan ingin saya pastikan, tetap saja jawabannya diikuti kata mungkin. Mungkin karena malas, mungkin karena tidak ada ide yang bagus untuk dikembangkan, mungkin karena kurang waktu, mungkin karena bingung harus menulis apa dan dimulai dari mana, mungkin karena ini, mungkin karena itu. Semuannya serba mungkin. Padahal jika mungkinnya seperti itu saya ingin tidak perduli dengan berbagai kemungkinan yang telah disebutkan. Hari ini, saya ingin membebaskan diri dari segala kemungkinan itu.

Dan yang benar juga pasti adalah saya rindu menulis panjang di blog ini. Menulis dengan kemerdekaan, bebas mengungkapkan ide yang terkadang serius atau nyeleneh, menulis dengan segenap emosi yang ada, menulis dengan jujur, menulis sebebas-bebasnya apa yang sedang saya fikirkan sekaligus juga saya rasakan. Menulis semuannya! Semaunya menulis. Karena ada sebuah rasa yang tidak saya dapatkan dari cara lain, kecuali dengan atau setelah menulis. Rasa apa saya juga tidak bisa mendefinisikannya ataupun mengistilahkannya.

Saya ingin menghilangkan ke-ngaco-an saya seringkali muncul dalam menulis, sekaligus ingin tetap menulis dengan apa adanya dalam artian tidak mengada-ada. Terkadang tulisan saya lahir dengan spontan, terkadang juga karena kegelisahan atau karena hal tersebut cukup betah nagkring dalam fikiran saya, hingga saya pun gerah dibuatnya dan akhirnya terpaksa saya pun menuliskannya. Walau kadang ada yang malu-maluin, tak berani secara lengkap mengungkapkan apa yang sedeang saya fikirkan. Ada juga yang tanpa canggung saya ungkapkan sesuai dengan yang ada di fikiran dan tentu juga rasa. Ada yang mengebu-gebu seperti sedang mempertahankan argumen beserta sederet fakta yang menyertainnya, hingga orang lain yang membaca bisa memiliki “ketakutan” dan bisa langsung membuat sebuah justifikasi dan membuat cap buruk tanpa mau mengenal saya secera dekat. Padahal ya saya tidak memiliki niatan untuk membuat orang lain merasa “ngeri” atau juga mungkin sebal dengan jalan fikiran saya. Eh atau bisa terbalik, suka dengan isi fikiran saya*Ge_Er nya kambuh* 🙂

Tulisan itu ya memang begitulah, persis apa pada saat sedang saya menuliskannya, pada saat itu. Gagasan atau apapun itu namanya yang tertuang dalam tulisan itu tentu masih bisa didialogkan. Namun untuk sementara, ya begitulah yang melintas dalam fikiran saya seketika itu. Sifatnya bisa sementara? Bisa jadi, maka dari itu slogan blog ini Berjejak di Dunia Ide dan Nyata (Nya) Dunia. Namannya juga jejak. Sesuatu;ide yang ada dan telah berlalu tapi itu adalah hal yang nyata yang pernah ada dalam kepala juga dunia yang beberapa titiknya pernah saya jejaki. Bisa tak berubah? Ya tidak menutup kemungkinan, jika selama hal-hal tersebut masih dinilai layak untuk dipertahankan.

Yang jelas, banyak hal didalam ide dan dunia yang bisa dibicarakan;didialogkan dan atau dikompromikan bersama.

Iklan

Responses

  1. Benar katamu: menulis dengan jujur.

    Karena, menurutku, integritas seorang penulis pertama-tama dinilai bukan dari kepintarannya menulis, tapi dari kejujurannya.

  2. Ayoo semangat menulis,, pembaca setia akan selalu menunggu.. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: