Oleh: Ningrum | 21 Januari 2013

Sejuk

Pandanganku yang keliru atau memang aku  masih sedang berada pada perbukitan yang hijau?.  Sehingga selalu saja mendapatkan kesejukkan kala melihat yang tersaji.  Sungguh damai dalam rasa. Bagaimana ini jika aku enggan beranjak?  Tapi bagaimana pula cara mengabaikan kesejukkan yang memang nyata adanya?.


Responses

  1. Dibeli saja bukit itu ヽ(^。^)ノ

  2. Hehe….. andaikan ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: