Oleh: Ningrum | 2 Oktober 2013

Pria Keren itu Kawan Saya

Hmm… kali ini saya akan menceritakan seorang kawan, pria yang keren tepatnya. Tentu saja keren dalam kaca mata subjektiv saya karena, bisa saja orang lain memiliki penilaian atau kesimpulan yang berbeda erhadap teman saya yang menurut saya keren itu. Lalu apakah saya memiliki hubungan pertemanan yang spesial dengannya? Ya ndak seperti itu juga. Tetapi, jika dia itu mahluk langka, spesial ya iya. Sangking saya anggap dia itu spesial maka, saya cukup sungkan untuk sekedar menanyakan “Apa kabar? Lagi dimana? Sibukkah?” atau sejenis pertanyaan-pertanyaan lain. Baik itu melalui media sosial dimana kami berteman atau BlackBerry Masanger (saat ini saya sudah tidak bisa BBM-an karena dia sudah tidak mengaktifkan layanan BB sudah seminggu lebih). Btw, kok bisa sesungkan itu? Entah ya, mungkin karena kapasitas intelektualnya melambung jauh terbang tinggi daripada saya, mungkin karena profesinya, mungkin juga karena mimpi-mimpi besarnya yang jika saya tidak salah membaca dan memperkirakan dan mungkin juga karena saya sedikit mengetahui jam kerjanya yang tidak terbatas waktu pagi hingga sore, melainkan juga tengah malam hingga menjelang fajar. Kemudian, saya menyebut ini dengan istilah dedikasi tinggi terhadap pekerjaan, bekerja dengan passionnya, nah ini kekeranan pertamanya.

Kekerenan kedua, sebatas yang terlihat, dia bukan termasuk orang yang mati-matian menjaga imej;image atau saya sering menyebutnya dengan jaim. Padahal ya pantas juga jika dia mau bersikap seperti itu, tapi dia ndak seperti itu. Ia mau bergaul dan menolong siapa saja, termasuk saya yang ndak seberapa-berapanya dibanding dengannya, bahkan bersedia membalas BBM yang datangnya nyaris tengah malam, yang kalau ndak salah memperhitungkan, ia masih sangat lelah karena belum lama dari pulang kerja. Jika misalnya kawan saya membaca ini, saya meminta maaf kalau sudah mengganggu waktu istirahatnya dimalam itu, karena saya juga terpaksa menanyakan sesuatu, karena memang ndak tahu bagaimana harus mengatasinya dan situasinya mendesak (harus segera mendapatkan tindakan) dan sangat ndak mungkin kalau harus googling. Juga diluar dugaan, dia membalas dengan cepat, bersedia menjelaskan secara terperinci, jelas, padat, bahkan beberapa hal yang harus dilakukan jika kondisi yang terjadi adalah a,b dan c. Terimakasih dengan ta’zim saya ucapkan….

Hal ketiga yang membuatnya keren adalah dia tetap pria yang apa adanya. Ada beberapa hal yang membuat saya memiliki hipotesa semacam ini, soal salary yang pernah diungkapkannya, suka duka profesinya, juga soal berdiri dikaki sendiri, tentang masih senang menonton film-film animasi; film kartun saya menyebutnya, dan saya kira itu semua tidak akan mengurangi ke bersahajaannya. Saya punya kesan bahwa dia adalah pria yang ndak aneh-aneh;ndak neko-neko, simpel dan elegan.

Prihal keempat adalah soal keteduhannya, barangkali ini ada pengaruh dari dan dalam kepercayaannya;keyakinannya yang sangat menghormati alam, harus bersikap sesantun dan memberi sebaik mungkin terhadap alam. Jadi, prinsip-prinsip tersebut memantul lewat tindakan juga kata-katanya. Oh ya, dia tidak menyukai dan menghindari perdebatan. Jika menulis sebuah kekesalan atau kritik, tak sampai melukai walaupun ulasan (tulisannya) tajam. Saya menggolongkannya dalam kelompok bijaksana. Maka’nya, saya senang baca tulisan-tulisannya, mengalir karena, kalimat; bahasanya sangat tertata, tersusun dengan rapih, lalu sangat santun dan berada pada rel bahasa Indonesia dalam ejaan yang disempurnakan. Heee…. beda banget dengan tulisan-tulisan saya, yang bahasanya masih campur aduk, terus kadang berhenti secara tiba-tiba, dan berlanjut tanpa sebab dari kalimat sebelumnya.

Kelima, mahluk yang teliti dan efektif, beberapa hal (bisa jadi;mungkin banyak) diperhitungkan, soal waktu, produktivitas kerja, produktivitas aktivitas lainnya, bahkan soal hidupnya. Keren lah, barangkali kalau saya lihat catatan rahasianya (diary) nya, saya akan terkejut membaca misi hidupnya berikut strategi dalam mencapai misi yang kemudian akan mengantarkannya pada keterwujudan visi. Hmmm…biasanya orang yang seperti ini mampu mengatur hidupnya dengan baik.

Heheh, sok tahu banget ya saya tentang kawan saya yang keren ini, padahal saya juga hampir tidak pernah mengobrol secara intens dengan yang bersangkutan, kecuali untuk sesekali dan untuk menanyakan sesuatu hal, itupun kemarin-kemarin (sudah agak lama). Saya sangat respect terhadapnya, jika terdapat hal-hal yang tidak berkenan saya mohon maaf. Tapi memang beginilah kesan yang ada, sebatas hal-hal yang saya tahu (selainnya saya ndak tahu). Dia pria yang baik dan sangat bertanggungjawab. Saya merekomendasikan dia untuk kalian. Semoga, pria yang keren ini ndak berubah sikapnya setelah (jika secara kebetulan) membaca postingan ini.

Salut dan hormat untuk pria keren.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: