Oleh: Ningrum | 9 November 2013

Tetap Berjuang dan Bersyukur

Dalam situasi yang normal, melihat dengan kaca mata bening adalah sebuah pilihan yang baik. Melihat dari berbagai ssisi dengan “bingkai” positif atau keindahan juga sepertinya hal yang menarik. Cara tersebut baik digunakan dalam keadaan yang memang berlaku pada situasi dan kondisi yang memang spesial ataupun kondisi/situasi kita pada saat melakukan sesuatu yang tergolong rutinitas (biasa).

Situasi kerap kali memunculkan ungkapan-ungkapan; quotes yang spontan berfungsi menyemangati diri sendiri. Begitupun dengan orang-orang yang kita temui pada hari itu juga. Semua seperti dikerjakan oleh sebuah sistem makrokosmos, ada Tuhan beserta “pembantu” juga ciptaan-Nya yang lain;alam sebagai pendukung. Seperti pada perjalanan hari ini yang jarak tempunnya hanya sekitar 9 km dan itu perjalanan biasa; ke pasar. Sebiasa apapun perjalanan itu atau bahkan tujuan perjalanan itu selalu berupaya saya maknai. Ya seperti peristiwa sepuluh hari yang lalu, saya dipertemukan tiga orang perempuan yang terus bereksistensi dalam profesinya atau sekedar bertahan untuk hidup.

Toko Ibu CantikPerempuan pertama, seorang ibu cantik peranakan Pakistan pemilik toko besar. Saya memang tak mengobrol langsung prihal asal muasal usahanya. Pemilik toko tampak selalu sibuk melayani pelanggannya. Jadi rasanya memang tidak mungkin mengobrol santai dengan ibu cantik. Tokonya, melayani pembelian grosir dan eceran, saya perkirakan omset perharinya bisa mencapai puluhan juta mungkin juga bisa lebih;ratusan.

Setiap ke toko ibu cantik rasanya tu senang-senang ngilu. Lho kok begitu? Iya senang karena tokonya selalu banyak pembeli, apalagi kalau menjelang hari raya. Terus ngilunya karena tempat jualan dan jumlah barang-barang/jualan saya masih belum seberapanya dibanding dengan toko ibu cantik. Saya kepengin banget punya toko sebesar itu (kalau Tuhan mengizinkan, Ningrum punya toko yang lebih besar dari toko bu cantik, omsetnya berkah tentu, aamiin… *ngarep, hee*. Saya juga belum lama tahu, ibu cantik dulu berdagangnya keliling, menjual karpet/ambal yang dibayar secara berkala (dicicil) dan sekarang ibu cantik punya toko yang sebesar itu. Tokonya menjual perlengkapan haji, oleh-oleh haji, keperluan;sandangan rumah termasuk karpet/ambal, perlengkapan muslim, sampai keperluan bayi. Dengan kondisi yang demikian, sekarang bu cantik tak perlu keliling lagi karena orang-orang sudah ramai mendatangi perniagaannya.

Bengkel Mobil dan Motor Transaksi di toko ibu cantik selesai. Saya segera pulang dan ditengah perjalanan turun hujan lumayan lebat, berteduhlah saya di beranda RM Banyumas yang sedang libur berdagang. Karena melihat ada kursi yang tak diduduki dibengkel besar yang letaknya bersebelahan rumah makan. Lalu, saya pun mengucapkan permisi kepada montir bengkel untuk duduk berteduh dan ternyata dipersilahkan. Selang 5 menit dari itu, datanglah seorang ibu separuh baya dan mengobrolah saya dengan beliau. Dari obrolan tersebut saya mendapatkan refrensi yakni usaha harus tetap dijalankan dan terus berjuang. Hmm… menurut saya si bengkel ibu itu cukup besar dan terlihat lengkap. Mau tahu tidak? Belliau dan suaminya adalah perantau dari Medan, awalnya hanya penambal ban sekaligus jual beli ban second di Bandarlampung. Lalu beliau pindah ke Metro dan lama-kelamaan bisa punya bengkel sepeti sekarang. “Wah bu terlihat lengkap ya, bisa menarik pelanggan untuk datang ini”. “Ya harus tetap berjuang ini, karena usaha begini banyak persaingan” kata beliau.

Dari dua perempuan yang usahanya terlihat mapan tersebut ada persamaannya, mereka berdua tidak mendapatkan sesuatu secara instan, melainkan melalui proses. Proseslah yang mengantarkan beliau pada kondisi sekarang. Keadaan dimana setiap orang pasti senang melihatnya. Hal-hal semacam inilah kerap saya syukuri karena Tuhan telah berkenan untuk mempertemukan saya dengan orang-orang tersebut, hal-hal tersebut bisa menjadi energi, mencharge semangat untuk mampu bersabar dalam berproses.

Ya, bisa besar itu dimulai dari dan dengan yang kecil, terhitung trilyun juga diawalai dengan angka nol. Kalau bisa langsung ya hebat!. Semangat!. Quotes yang pernah muncul kala saya berbelanja keperluan perniagaan di Thamrin City, Jakarta Pusat, bulan lalu. Btw, kerap kali melihat ke”atas” juga bisa melelahkan sekaligus memotivasi. Pengin sukses sesukses mereka, semoga ini proses menuju kesana.

live is struggleKembali lagi kemari, menilai hujan sudah agak reda, saya melanjutkan perjalanan kembali. Ternyata, hujan lumayan lebat lagi, berteduhlah untuk kali kedua di sebuah warung yang sudah ditutup. Hee, naik motor tuh enaknya kalau hujan ndak kepanasan, kalau panas ndak kehujanan. Lalu, bertemulah saya dengan perempuan ketiga. Sepedah motor saya letakkan di samping kanan sepeda yang bagian belakangnya bergrobok (keranjang besar). Ternyata pemiliknya adalah seorang ibu yang bekerja sebagai pencari barang bekas. Mengobrol sedikit dan terlihat oleh saya roda yang sudah sanga tipis. Penghasilan ibu itu ndak tentu, kadang banyak, kadan sedikit (tanpa bersedia menyebutkan nominal). Kalau Rp.10ribu perhari ya dapat, tidak bermaksud/ tidak mau menghilangkan rizki dari Gusti Allah” kata ibu itu. Sambil mengobrol mata saya kesana kemari melihat sepeda ibu itu, terutama roda bagian depan yang pas betul dihadapan saya. “Bu ini rodanya memang seperti ini?” kata saya. “Iya kemarin mau mengganti ban kok anaknya minta bayaran sekolah, jadi ya untuk anaknya dulu” kata ibu itu yang berhati seluas laut.

Hmmm… betapa di perjalanan yang hanya 9km, Tuhan telah berbaik sangat. Ketika saya dipertemukan dengan dua perempuan wiraswasta yang terhitung sukses dan yang sempat membuat saya ngiri dan punya kalimat dalam hati “Wahh kapan bisa seperti mereka? Ih senang banget ya usahanya besar”. Tuhan pun menghadiahkan (mempertemukan) satu perempuan yang penuh kesyukuran, meski yang didapat hanya Rp.10 ribu,-. Uang tersebut diperoleh dari hasil mengontel sepeda dalam rangka mendapatkan barang bekas yang menjadi harta karunnya. Sepertinya Tuhan ingin berkata, “Bersyukurlah karena, masih ada yang hidupnya; usahanya tidak mudah”.

Hidup memang misteri dan Tuhan memang sudah teramat baik pada kita.
Maka, ndak ada pilihan lain, kecuali terus berupaya; berjuang dan bersyukur…..
Kesuksesan bisa diraih *semoga*…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: