Oleh: Ningrum | 8 Desember 2013

Tiada Biru

Biru yang biasanya membentang luas, malam ini seolah tiada karena kegulitaan, hingga horizon yang memanjang pun ikut lenyap ditelan gelap.
Apa yang harus dilakukan ketika pandangan tak mampu menjadi lantaran sebuah keluasan yang membentang, keindahan yang kerap tersandingkan, kedamaian dari kelapangan dan seterusnya.

Maka, tiada cara lain selain memunculkan hal-hal yang diinginkan dari dalam diri, mencipta “cahaya” dalam diri agar kegulitaan tetap menjadi sebuah pemakluman yang tak menyeramkan atau membatasi segala rupa ketakjuban terhadap semesta raya kala kita bisa mendapatkannya saat terdapat mentari. Sepertinya ,jika kita mampu mencipta “cahaya” maka kita bisa menghadirkan berbagai warna dalam imaji. Mampu mencipta kenyamanan kita sendiri dengan berdamai dengan keadaan, berdamai dengan waktu meski tanpa sang surya juga tanpa kerlip dilangit sebagai pengindah, berdamai dengan tempat dimana kita berada. Akhirnya, kita mampu berdamai dengan segala rupa yang ada dalam rasa dan fikiran.

@Selat sunda dengan bentangan tanpa cahaya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: