Oleh: Ningrum | 13 Desember 2021

N o R e a s o n

Ketika warna rasa dan riuhnya fikir tidak mampu dituangkan pada deretan kalimat dalam sebuah narasi sebagai jalan untuk mengalirkan realitas rasa sebagimana biasanya. Maka, pilihan “obat” ada pada membaca kalimat (Kalam Allah) yang senyatanya diri tidak memahami terkecuali hanya dengan membuka terjemahannya. Meski kemampuan tidak sempurna, atas izin Allah yag Rahman, semoga vibrasi yg mampu didengar diri dapat menenangkan dan menjadi penawar atas apa-apa yg dirasa dan dilakukan (diikhtiarkan) #manusiabiasa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: