Oleh: Ningrum | 23 Januari 2016

Komik Cinta Rosul

20160120_212209

Komik Pengen Jadi Baik

Menyampaikan nilai-nilai kebaikan tidak harus dengan cara-cara yang formal  dan  di tempat tertentu. Mentransfer nilai-nilai kebenaran kepada orang lain dapat dibungkus  dengan kemasan yang  tak terlalu serius (tapi bukan berarti ngelawak ya). Begitupun dengan upaya  mengenalkan ajaran-ajaran Rasulullah Sallallahu Allaihi Wassalam. Bahasa singkat dari aktivitas ini adalah dakwah. Dakwah sendiri adalah berupa ajakan untuk beriman dan taat kepada Allah dalam kerangka syari’at. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar dakwah  mampu mencapai tujuan dan disukai? .  Tentu saja media dan metodenya harus lebih variatif mengigat mad’u (komunikan); penerima pesan pun heterogen. Heterogen dalam hal; cara berfikir; cara pandang, tingkat pemahaman, ketertarikan terhadap objek  juga hobby. Mengingat keberagaman tersebut  maka, diperlukan inovasi  yang berhubungan dengan media.

Sebelum melanjutkan paragraf berikutnya, saya beritahukan bahwa tulisan ini adalah juga bercampur dengan cerita😀

***

Medio 2015, saya mengunjungi  toko buku di Badarlampung yang jaraknya sekitar 38Km dari tempat tinggal saya. Toko buku  itu menyajikan lebih banyak pilihan daripada toko buku yang hanya berjarak 8 km dari rumah. Jadi, saya memilih untuk mengunjungi toko buku yang lebih lengkap.  Tapi sssttt…, kalau  saya pergi ke toko  buku  berarti ini sinyal bahwa saya sedang bad mood, dilanda kepenatan. Bisa juga si karena memang sedang ingin membeli buku. Tapi agaknya lebih sering sebagai tanda bahwa saya sedang ingin menghilangkan penat, haha. Jika beruntung,  pergi ke toko buku sering  bisa menghilangkan kepenatan saya, berasa senang aja. Tetapi, kalau sedang tidak beruntung, pergi ke toko buku menjadikan kepuyengan semakin menggila, karena kepikiran buku A,B,C,D, E, ingin membeli tetapi pas kantongnya tidak mengizinkan, ckck.

Pada saat-saat itu,  saya termotivasi oleh sebuah kekuatan dari dalam yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan yakni mengganti jenis khimar, dari kain katun paris yang menerawang, adem dengan kain wolfish yang relatif lebih tebal dan lebar, serta mengucapkan tamat pada celana panjang yang masih tersimpan di almari. Motivasi terus bertambah oleh teman-teman yang juga  ternyata memiliki keinginan yang sama  untuk berubah. Terimakasih Yulia Eka Puspitasari, Lulu Alfu Laila dan Nurul Watifah. Semoga kita selalu diridhoi Allag Subhanahu Wataalla dan istiqomah, aamiin.

Berdasarkan faktor psikologis  (internal)  dan  eksternal (kawan-kawan) tersebut, maka setelah menyisir rak-rak dari kanan tangga, di rak komunikasi,  psikologi dan pendidikan, khusunya anak usia dini. Lalu ke rak utara tangga  kemudian rak sebelah barat  tangga yang banyak menyajikan  buku cerita anak.  Saya kembali ke rak utara tangga (rak best seller). Membaca sinopsis beberapa buku dan beberapa lembar didalamnya, termasuk daftar isi. Hal tersebut kerap saya lakukan  untuk meyakinkan diri bahwa  isi dan judulnya singkron dan sesuai dengan apa yang saya sedang butuhkan.  Akhirnya saya memilih untuk membeli   komik “Pengen Jadi Baik” (PJB)  karyanya om Squ.

Jika ada pertanyaan, Mengapa memilih komik? apakah saya pegiat komik? Tidak sama sekali. Dulu saya punya komik avatar The Legend of Ang, karena suka serial film kartunnya, hanya punya 3  itupun tidak berurutan dan beli diobralan, karena  kalau beli yang baru sayang uangnya, harganya lumayan, lebih baik beli bacaan yang lain. Lalu, sampai saat ini saya hanya punya komik Pengen Jadi Baik 1, 2 milik om Squ dan Komik Peradabannya Larry Gonick jilid II dan III (beli 2010 saat bazar; obral di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

***

Judul komik adalah faktor utama, kali pertama yang menimbulkan ketertarikan sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu.  “Pengin Jadi Baik” bisa dikatakan gue banget dan kita banget. Gue banget ya karena memang ingin jadi baik beneran, bahkan sampai detik ini, tetap ingin. Gue banget yang saya maksud tidak untuk kisah tokoh utama ya, melainkan judulnya berikut isi komik yang secara tidak langsung memberikan clue ini lho cara-cara yang bisa dilakukan untuk jadi baik itu. Sedangkan kita banget  yang dimaksud adalah persoalan yang  dihadapi tokoh utama yang berkaitan dengan orang lain, berikut pemahaman-pemahaman penulis (Papa K) yang bersinggungan dengan kebiasaan masyarakat awam yang juga dapat kita temukan dalam kehidupan kita (real life).

Pada saat kali pertama saya membuka dan membaca beberapa lembaran komik PJB, seketika pun mendapatkan adab Rasulullah dalam peristiwa-persoalan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Wah tambah suka!!!. Tentu saja  karena ada nilai-nilai didalamnya. Persoalan-persoalan yang muncul pun kita temukan dalam keseharian kita saat berinteraksi dengan orang lain. Lalu, seketika bisa senyum-senyum sendiri, visualisasinya “menggoda”, sering membuat saya jadi manggut-manggut dan terkadan merasa tertohok  ya karena lingkungan kita banget.

Jadi, berdakwah melalui komik adalah sebuah upaya kreatif, bisa jadi sangat efektif bagi penyuka media visual (gambar). Komik PJB adalah media pilihan dalam dakwah, syarat pembelajaran tanpa pembaca merasa digurui.  Ringan, tapi tetap berbobot.  Karena komik tak melulu cerita tanpa pesan, ada pengingat, suri tauladan, ada nilai yang bisa diterapkan untuk menjadi lebih baik. Lainnya, PJB adalah sebuah usaha mengejawantahkan rasa cinta penulisnya kepada Rasulullah dengan cara menyebarluaskan adab keseharian beliau, sehingga deskripsi Rasul sebagai uswatun hasanah (tauladan;contoh yang baik) bisa kita dapatkan dalam komik. Harapannya adalah pembaca dapat mengaplikasikan berbagai adab (sunnah) yang adal dalam setiap kejadian dalam seteiap cerita komik. So, isi PJB 1 dan 2 syarat hadist atau nyunah banget. Komiknya diwarnai Hadist yang selalu disertai perawinya (periwayatnya), mulai dari Hadist yang berkaitan dengan adab kita terhadap Allah SAW, terhadap tetangga;bergaul, adab berpenampilan: berpakaian dan berkhimar dan doa-doa harian yang barangkali banyak luput dari kita, juga persoalan lainnya.

***

Btw, saya juga pengen punya karya sebagai bukti cinta pada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam yang segmennya untuk anak usia dini.  Semoga Ningrum bisa. Aamiin ya Robbalallaamiin…. #ngarep banget

***

Beberapa Hadist dan ayat Al-Quran yang berisi pernyataan ataupun doa-doa yang ada dalam halaman PJB 1;

Sujud Syukur (hlm 8), Berbakti kepada orang tua ( hlm 11), Udzur (12),  Adab;doa masuk wc (19), Bersuci (27), doa bila dipuji orang (33), Doa bangun tidur (37), Faedah shalat ke Masjid (37), Pahala dari mengajak kepada kebaikan (40),  Kebaikan sholat subuh dan Isya (42), Adab wudu; mengusap kepala (45),  Adab wudu; mengusap kaki (47), aurat laki-laki (48), memintal jenggot (50),  Banyak bertaubat (62),  Senyum adalah sedekah (65), mengucapkan salam (66), berbuat baik (71),  Mengecilnya jin (75), khimar  penutup dada, (80), pakaian syuhrah (80), Baju rangkapan (84), dihapusnya dosa  (95), doa jika ada yang sakit (95), doa tertimpa musibah (96), muslim (99), sesama muslim adalah saudara(101), berkasih sayang (106), adab saat berada dimakam (109), Saling menghadiahi (118), mengenakan pakaian indah saat ke masjid (119), makan dengan tangan kanan (122),dikumpulkan dengan orang yang kita cintai (123), surga bagi yang menahan nafsu (133), orang yang kuat (138),  doa turun hujan (140), tetangga (148), rasa surga (156), shadaqoh (161

Kalau Hadis atau ayat-ayat Quran di PJB 2 nya lusa ya, karena belum diketik  dan saya sudah mengantuk sekarang😀
 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: