Oleh: Ningrum | 6 Maret 2011

Andai Secepat Pesawat Hypersonic

Menjadi salah satu kekhawatiran ketika akses ide ide; inspirasi yang bisa dikembangkan dalam tulisan jadi ngadat begini. Hingga seperti binggung, mau posting apa untuk Ningrum di Blog Perempuan(Nya) ini. Beberapa kali postingan diri melulu cerita ya, tapi itulah ide yang kemudian tertuliskan. Ya, memang ketersendatan yang seringkali muncul dalam ketakinginan akhirnya juga menjadi ide untuk menulis kali ini.

“ide:inspirasi datang dong”: lucu ya masa’ meminta ide atau inspirasi untuk datang kediri, ya tapi itu yang sedang terjadi kali ini pada saya. Duh nulis apa ya? duh posting apa ya?. sudah kosong beberapa tanggal. Kalau diri bilang tidak ada postingan karena waktu tersita untuk sebuah kerjaan, kelasik juga ya? kalau kawan-kawan bilang si, alasan basi, hee.

Idealnya memang ide atau inspirasi itu tidak perlu dicari, apalagi dipaksa untuk datang. Sebenarnya ada banyak hal bisa menjadi “bibit” tulisan misalnya interaksi kita dengan orang lain, membaca buku atau apapun, seperti yang pernah saya tulis di sini. Tapi ya, masih kurang tajam barangkali, jadi yang diri anggap bisa melahirkan ide, ternyata ketika tertangkap oleh mata atau mampir di fikiran itu tak selalu bisa direinkarnasikan menjadi sebuah tulisan.

Bagaimana mengawali satu “gerak” huruf menjadi kata-kata lalu menghasilkan kalimat dan membentuk sebuah artikel?. Keinginan untuk menulis-kan terlebih dahulu sudah dihadangi dengan penundaan yang tak jarang melenyapkan ide awal, parahnya mengurangi jumlah product tulisan. Nieh yang juga sering menjadi “hantu”: Apakah ini cukup menarik dibuat tulisan?. Masalah ini juga sering saya alami, ketika ingin meresensi buku, pembacaan terhadap buku yang halamannya ratusan pun tak kunjung selesai. Hingga tak jua muncul rensensi itu😦 Hufft…. lagi-lagi masalah waktu (membaca) yang menjadi kambing hitam. Coba bisa kebut menulis dan membaca, jadi dalam satu hari bisa menghasilkan karya lebih dari jumlah hari itu. Oh…. andai-andai inspirasi;ide melimpah, tangan lincah menari di atas key board dan fikiran mampu mengkreasi secepat pesawat hypersonic, senang rasanya🙂

Salam


Responses

  1. Because we are human, its so human when we can’t do something inhuman, its a blissful gift if I may say so – including in doing our hobby, like writing😉.

    ——————–
    @cahya,
    bener juga si, tapi menjadi sebuah yang menyenangkan kukira ketika kita bisa melakukan sesuatu lebih cepat n lebih banyak🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: